Tarikan Motor Berat, Bisa Disebabkan Karena Beragam Faktor Berbeda

Tarikan Motor Berat, Bisa Disebabkan Karena Beragam Faktor Berbeda
Ilustrasi tarikan motor berat. Foto istimewa

Tarikan motor berat bisa karena beberapa faktor yang mempengaruhinya. Padahal ketika hal ini terjadi, motor tidak bertenaga dan membuat kenyamanan berkendara menjadi berkurang.

Power pada kendaraan menjadi hal yang cukup penting untuk menunjang performa saat beroperasi. Apalagi jika area jalan yang dilewati naik turun, maka tenaga kendaraan pun perlu yang cukup besar.

Baca Juga : Motor Irit Bensin, Ada Beberapa Cara untuk Mengatasinya

Namun, apa yang terjadi ketika motor terasa sulit tarikannya? Pastinya handle gas sudah tertarik, namun motor tetap terkesan ngeden. Hal ini akan menyulitkan pengendara saat mengemudi.

Sebenarnya banyak penyebab tarikan motor berat dan cara mengatasinya. Ketika kendaraan anda mengalami hal seperti ini, segeralah mencari apa penyebabnya.

Pastikan anda bisa mengatasinya agar performa motor bisa kembali berfungsi dengan baik. Adanya beberapa faktor yang bisa berpengaruh, namun usia kendaraan pun bisa jadi faktor utama. 

Penyebab Tarikan Motor Berat

Ketika kendaraan yang digunakan mengalami tarikan sulit, maka saat berjalan motor tidak akan nyaman. Apalagi ketika anda sedang terburu-buru, motor tidak bisa berjalan dengan baik, maka justru dapat menghambat.

Oleh sebab itu, cari tahu penyebabnya agar performa kendaraan bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Secara umum tarikan motor berat bisa berasal dari faktor tenaga yang ada pada roda tidak sebesar biasanya.

Berikut ini ada beberapa faktor penyebab tarikan pada kendaraan terasa berat. Dengan mengetahuinya, anda bisa mengatasi secara tepat.

Ukuran Main Jet Kecil (di Dalam Karburator)

Main jet merupakan saluran kecil yang berada dalam karburator untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam saluran intake. Besar kecilnya saluran tersebut mampu berpengaruh pada seberapa banyak bahan bakar yang masuk.

Baca Juga : Motor Jarang Dipakai, Perhatikan Semua Komponennya Termasuk Aki

Bagian inilah yang biasa digunakan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan. Namun, ada juga masalah yang bisa terjadi pada komponen ini.

Ketika main jet terhambat bahkan mengalami penyusutan, tentunya akan berpengaruh pada tarikan motor. Sebab, suplai bensin menjadi lebih sedikit sehingga tenaga yang ada menjadi ngempos.

Terjadi Penyumbatan pada Intake atau Knalpot

Intake manifold dan exhaust manifold harus tetap dalam keadaan bersih. Sebab, komponen ini sebagai tempat keluar masuknya material pembakaran.

Sehingga kondisinya harus tetap lancar tanpa hambatan. Jika ada hambatan sedikit saja, maka aliran udara hisap akan terganggu.

Jika saluran knalpot tersumbat, maka aliran gas pembuang juga akan menumpuk. Hal ini akan memberikan tekanan balik menuju mesin yang membuat tarikan motor berat.

Faktor Pengapian Mesin (CDI dan Busi)

Ada banyak faktor yang berpengaruh pada performa mesin motor. Salah satunya yaitu busi yang mampu mempengaruhi tenaga yang keluar sehingga pembakaran tidak maksimal.

Molekul tidak terbakar sehingga mesin bekerja dengan jumlah udara dan bensin lebih sedikit. Hasilnya tenaga berkurang dan ketika motor digas, mesin terasa nahan atau berat. Hal ini terjadi karena busi sudah aus atau hitam.

Oli Mesin Kurang Sesuai

Fungsi dari oli mesin itu sendiri yaitu untuk melumasi semua komponen mesin yang bergesekan. Adanya oli mesin gesekan antar komponen tidak akan membuang banyak tenaga.

Baca Juga : Modifikasi Stang Motor, Kenali Jenisnya Sebelum Membeli

Sehingga performa yang keluar bisa lebih maksimal. Namun, ketika anda melakukan pengisian oli mesin yang tidak sesuai, maka mampu membuat tarikan motor berat.

Jangan sampai salah pilih oli mesin dan lakukan pengisian dengan tepat. Ketika pengisian terlalu penuh, maka putaran poros engkol menjadi lebih berat.

Ukuran Roller Terlalu Berat (Motor Matic)

Pada motor matic ada yang namanya komponen roller. Komponen ini memiliki fungsi layaknya pemberat yang dapat mengatur pembesaran pulley primer dalam bak transmisi.

Jika roller ringan, maka akselerasi mesin akan ringan, sebab tidak ada beban. Sebaliknya jika roller berat, akan meningkatkan top speed kendaraan, namun akselerasi justru berkurang.

Rantai Motor yang Kendor

Rantai motor yang kendor dapat mempengaruhi suara yang berisik. Hal ini juga mempengaruhi tenaga ke roda tidak maksimal. Sebab rantai yang kendor cenderung bergerak naik turun ketika berjalan.

Gerakan naik turun menyerap sebagai tenaga mesin. Sehingga meski tenaga yang keluar besar, namun pada roda tidak maksimal. Sehingga tarikan motor berat terasa saat berkendara. (R10/HR-Online)

Baca Juga : Kick Starter Macet, Sebaiknya Selalu Fungsikan Agar Tidak Terjadi