Temuan Aurora di Sekitar Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko

Temuan Aurora di Sekitar Komet
Ilustrasi Temuan Aurora di Sekitar Komet. Foto Istimewa

Temuan aurora di sekitar komet merupakan hal yang menakjubkan. Temuan ini tidak langsung terlihat begitu saja, melainkan penemuan dari misi Rosetta ESA. Misi ini memiliki target atau objek yakni benda angkasa dan salah satunya adalah komet.

Misi Rosetta ESA termasuk dalam misi terobosan. Dalam misi ini terdapat pesawat angkasa yang meluncur dan mengorbit komet untuk pertama kalinya. Bahkan pesawat ini juga menjadi yang pertama ketika menjelajah tata surya bersama komet.

Baca Juga: Temuan Planet Pi Mirip Dengan Bumi Masa Orbit Hanya 3,14 Hari

Temuan Aurora di Sekitar Komet

Target dari misi Rosetta ESA tersebut adalah comet 67P/Churyumov-Gerasimenko atau 67P/C-G. Komet ini terlihat biasa saja, namun ternyata terselip sebuah cahaya. Cahaya tersebut tampak berwarna ultraviolet dan seperti aurora.

Hal ini merupakan temuan pertama kalinya dan menjadi data baru. Sebelumnya belum pernah terdeteksi adanya ultraviolet pada objek langit. Tentunya selain planet dan bulan manapun dari berbagai planet.

Sehingga temuan aurora di sekitar komet menjadi analisa yang sangat menarik. Melansir dari Science Alert, aurora merupakan fenomena partikel terionisasi cahaya. Biasanya aurora terlihat pada bagian atmosfer atas Bumi. Beberapa planet lain juga memiliki aurora tersendiri.

Misalnya bulan Jupiter yakni Ganymede dan Europa yang memiliki aurora. Namun ada beberapa planet yang tidak memiliki aurora seperti Merkurius. Kemungkinan besar planet lainnya juga memiliki cahaya aurora sendiri.

Seorang fisikawan bernama Jim Burch mengatakan bahwa ia telah mempelajari aurora Bumi selama lima dekade. Dalam jangka waktu tersebut, ia tidak mendeteksi aurora yang lebih menarik selain milik komet 67P. Ia mengatakan bahwa komet ini tidak memiliki medan magnet.

Tentu saja hal ini sangat mengejutkan sehingga terlihat menarik. Komet 67P tersebut terlihat bersinar dengan radiasi aurora ultraviolet. Hal ini juga hampir sama seperti aurora yang terjadi pada Bumi.

Komet yang menjadi target dalam misi Rosetta ESA tersebut tidak mampu terlihat oleh mata. Hal ini karena jarak pandang mata tidak begitu jauh. Sedangkan keberadaan komet 67P memiliki jarak yang sangat jauh.

Komet ini hanya terdeteksi dengan Rosetta’s Suite yang merupakan instrumen sains milik ESA. Selain itu, pengamatan juga bisa terjadi jika menggunakan instrumen dari Southwest Research Institute. Instrumen ini memiliki dua jenis, yakni IES atau Ion and Electron Sensor dan Spektograf Alice Far Ultraviolet (FUV).

Kemunculan aurora ini menjadi pertanyaan meskipun benda langit pada tata surya bisa membuat aurora sendiri. Para ilmuwan juga mencari tahu lebih detail mengenai data dan temuan aurora sekitar komet baru ini.

Baca Juga: Tupai Alien di Mars yang Mengejutkan dari Temuan Foto NASA

Penampakan Aurora Sekitar Komet

Bagaimana komet bisa muncul? Bumi menjadi salah satu planet yang kaya akan aurora. Meskipun begitu, aurora tidak muncul pada seluruh kawasan Bumi. Hanya ada beberapa wilayah yang menjadi langganan munculnya aurora.

Aurora tercipta oleh partikel bermuatan dari Matahari. Kemudian partikel tersebut akan mendekati Bumi lalu mengarah ke sepanjang garis magnetosfer Bumi. Apabila sudah mencapai kutub Bumi, maka partikel akan menyerang molekul.

Kemudian terciptalah aurora yang memiliki warna beragam. Tampilannya juga sangat menarik, indah, serta memiliki kilauan. Beberapa planet yang terdapat pada tata surya kemungkinan memiliki proses sama.

Temuan aurora di sekitar komet bisa jadi tercipta karena proses yang sama. Apabila memiliki proses yang sama, namun ini adalah temuan perdana. Bahkan aurora ini terlihat pada objek tanpa medan magnet.

Kemungkinan besar terdapat jalur yang berbeda pada pembentukan aurora. Hal ini karena tidak ada cahaya yang mengarah pada bagian magnet objek. Terlebih lagi komet tidak memiliki magnetosfer.

Baca Juga: Temuan Galaksi Spiral Berbulu NGC 2775 Menggunakan Hubble

Aurora Sekitar Komet, Bagaimana Bisa Terjadi?

Salah satu planet yang berada dalam tata surya memiliki aurora adalah Mars. Menariknya, planet Mars tidak memiliki medan magnet global layaknya Bumi. Namun bagaimana aurora bisa muncul?

Angin Matahari berinteraksi dengan medan magnet kerak. Sehingga menciptakan aurora pada planet Mars. Kemudian planet Venus juga menghasilkan jenis aurora yang berbeda dengan yang lainnya.

Kemungkinan besar temuan aurora di sekitar komet juga terjadi dengan proses tersebut. Jenis aurora pada planet Venus tidak memerlukan ledakan Matahari yang begitu besar. Justru hal tersebut memiliki keterbalikan dengan interaksi angin Matahari.

Interaksi angin Matahari menghasilkan aurora yang begitu menakjubkan. Para ilmuwan kemudian melakukan penelitian terhadap emisi komet 67P. Berdasarkan data, emisi komet ternyata memiliki sifat aurora.

Komet ini memang tidak memiliki medan magnet. Namun memiliki atmosfer dengan amplop gas bernama koma. Hal ini semakin mendukung adanya temuan aurora di sekitar komet. (R10/HR Online)