Temuan Kambing Antelope Dibekukan Alami Dengan Es Usia 400 Tahun

Temuan Kambing Antelope Dibekukan Alami
Ilustrasi Temuan Kambing Antelope Dibekukan Alami. Foto Istimewa

Temuan kambing antelope dibekukan alami terletak pada pegunungan Alpen, Italia. Kambing antelope ini kira-kira telah meninggal sejak 40 tahun yang lalu. Seorang pemain ski merupakan orang yang telah menemukan kambing antelope ini.

Hermann Oberlencher yang merupakan pemain ski juara kala itu sedang mendaki. Kurang lebih pendakian tersebut memakan waktu selama 6 jam. Ketika mendaki ia mendapati sesuatu yang aneh pada es.

Kesaksian Hermann Oberlencher menyebutkan bahwa hanya terlihat setengah bagian yang terkapar pada salju. Melansir dari Live Science, ia menyebutkan bahwa hewan tersebut memiliki kulit tanpa rambut. Ia menambahkan bahwa belum pernah melihat hal tersebut sebelumnya.

Baca Juga: Temuan Fosil Lystrosaurus Dengan Tanda Stres Karena Hibernasi

Temuan Kambing Antelope Dibekukan Alami

Awalnya temuan ini belum memasukkan proses penelitian. Hermann Oberlencher kemudian memotret temuan tersebut dan mengirimkannya kepada pihak penjaga taman. Kemudian berlanjut untuk menginformasikan kepada Departemen Warisan Budaya.

Penemuan kali ini mengingatkan kembali tentang temuan lainnya. Seperti temuan mumi es pada sebuah ketinggian yang kira-kira usianya mencapai 5.300 tahun. Pejalan kaki Pegunungan Alpen juga berkontribusi dalam penemuan ini.

Penemuan mumi es tersebut terjadi sekitar tahun 1991. Para ilmuwan kemudian meneliti temuan kambing antelope dibekukan alami ini. Ternyata kedua temuan ini memiliki kesamaan yang mungkin masih perkiraan.

Para ilmuwan mengirim bangkai kambing antelope tersebut ke tempat aman. Kemudian tempat penyimpanannya merupakan sel dengan suhu 23 derajat Fahrenheit. Suhu penyimpanan ini membuat keadaan DNA hewan tidak menurun.

Hasil identifikasi dari para ilmuwan menyebutkan bahwa hewan ini adalah chamois. Apa itu chamois? Spesies kambing antelope yang merupakan spesies asli dari Pegunungan Eropa. Spesies ini memiliki karakteristik tersendiri.

Kambing antelope ini memiliki kulit lembut dan non arasif. Perburuan hewan ini biasanya bertujuan untuk memanfaatkan kulitnya. Salah satunya untuk membuat sarung tangan, rambut leher, hingga dekorasi topi.

Temuan Kambing Antelope Dibekukan Alami, Betina atau Jantan?

Spesies ini memang identik dan tinggal ada kawasan Eropa. Namun beberapa spesies juga terlihat di Turki, bahkan terdapat pada Pulau Selandia Baru.

Ada beberapa subspesies dari chamois yang masuk ke European Habitats Directive. Tujuannya adalah untuk mendapat perlindungan. Lalu apakah temuan kambing antelope ini menunjukkan gender betina dan jantan?

Para peneliti yang melakukan penelitian belum mengumumkan hewan ini betina atau jantan. Bahkan penyebab kematian kambing antelope ini masih menjadi pertanyaan.

Temuan kambing antelope dibekukan alami ini masuk dalam proses pemeriksaan. Dengan tujuan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kehidupan spesies ini. Termasuk cara untuk melestarikan spesies kambing unik yang satu ini.

Adanya perubahan iklim membuat para ilmuwan percaya bahwa akan ada banyak penemuan mumi es. Bangkai beku ini memberikan informasi yang lebih luas mengenai parameter fisik. Hal ini berkaitan dengan pengawetan pada bangkai beku.

Marco Samadelli dari Eurac mengungkapkan bahwa ada pelestarian optimal. Pelestarian tersebut berasal dari sudut pandang mikrobiologis. Ada cara yang bisa mengubah DNA ketika berada dalam kondisi eksternal.

baca Juga: Tupai Alien di Mars yang Mengejutkan dari Temuan Foto NASA

Bagaimana Cara Melestarikan Bangkai Beku?

Temuan kambing antelope dibekukan alami ini perlu mendapat pelestarian. Apalagi dengan adanya temuan mumi es pada beberapa tahun lalu. Tubuhnya dalam keadaan awet sempurna dan membeku.

Suhu yang menyelimuti tubuhnya yaitu sekitar 21 derajat Fahrenheit. Penyimpanan tubuhnya berada dalam sebuah ruangan pada Museum Arkeologi Tyrol Selatan. Para ilmuwan juga meneliti mumi es ini terkait dengan kondisi tubuhnya.

Ilmuwan menemukan bahwa kondisi tubuh mumi es ini tidak toleran terhadap laktosa. Kemudian mumi es ini juga memiliki penyakit jantung yang mungkin sudah akut. Kemudian ada 60 tato yang menempel pada tubuhnya.

Namun karena kondisinya membeku, maka semua visualnya bisa terlihat jelas. Bahkan memudahkan para ilmuwan untuk melakukan penelitian.

Kemungkinan besar pembekuan ini juga bisa terjadi pada kambing antelope. Meski bangkai beku tersebut sudah terbalut es sebelumnya. Jika pembekuan dengan suhu yang sama atau lebih, mungkin bisa mengawetkan bangkai kambing.

Albert Zink dari Institut Mummy Sudies mengungkapkan bahwa mumi es ini bisa menjadi gambaran. Tepatnya gambaran untuk mengembangkan protokol kesehatan yang valid. Kemudian temuan kambing antelope dibekukan alami juga bisa dilestarikan sebaik mungkin. (R10/HR Online)

Loading...