Tracking Lanjutan Klaster Waringinsari Banjar, Jamaah Pengajian Diswab

Tracking lanjutan kasus Covid-19 Kota Banjar di Desa Rejasari dan Mulyasari. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar saat swab test di Desa Mulyasari. Foto: Muhlisin/HR.
Tracking lanjutan kasus Covid-19 Kota Banjar di Desa Rejasari dan Mulyasari. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar saat swab test di Desa Mulyasari. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Tracking lanjutan klaster Waringinsari dalam kasus positif Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, Tim Gugus Tugas kembali melakukan swab test. Dalam tracking kali ini, swab test menyasar ibu-ibu jamaah pengajian Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kamis (24/09/2020).

Pasalnya, ibu-ibu jamaah pengajian ini pernah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi positif virus Corona klaster Waringinsari.

Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, dr. Agus Budiana, mengatakan, pihaknya melakukan tracking lanjutan klaster Waringinsari, pada hari ini, Kamis (24/09/2020).

Karena, sebelumnya salah seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Waringinsari sempat mengikuti pengajian bersama warga Desa Rejasari.

Salah seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sempat mengikuti pengajian itu merupakan pasien asal Desa Langensari, dengan jenis kelamin perempuan.

“Dalam tracking lanjutan klaster Waringinsari kali ini, ada lima orang warga Desa Rejasari yang kami ambil spesimen test uji usap,” kata dr. Agus, kepada HR Online, Kamis (24/09/2020).

Baca Juga : Kontak Langsung dengan Positif Corona di Pataruman Banjar, 10 Orang Ditetapkan OTG

Selain itu, Tim Gugus Tugas Kota Banjar juga melakukan swab test kepada warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi positif asal Desa Mulyasari, dan Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman.

“Untuk Desa Mulyasari ada 20 orang yang menjalani swab test. Sementara, untuk Kelurahan Hegarsari 19 orang. Jumlah semuanya 44 orang sama yang Desa Rejasari,” jelas dr. Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Rejasari, Subur Waluyo, membenarkan adanya pengajian rutin jamaah ibu-ibu yang pernah dikunjungi oleh pasien positif Covid-19 dari klaster Waringinsari.

Ia menyebutkan, pelaksanaan pengajian itu berlangsung beberapa hari yang lalu, pada saat pasien tersebut belum terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu setelah mengunjungi saudaranya yang warga Waringinsari, dan ternyata juga positif Covid-19.

“Ya betul. Sebelumnya pasien itu ikut pengajian di Rejasari. Kalau tidak salah pada hari Minggu. Tapi pasien juga kan mungkin tidak tahu kalau positif, makannya ikut pengajian,” kata Subur. (Muhlisin/R3/HR-Online)