Terdesak Utang, Tukang Cilok di Tasikmalaya Bunuh Seorang Perempuan

Tukang Cilok
Tukang cilok yang diduga membunuh seorang perempuan dan membuang jasad korban ke kolam. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Seorang perempuan yang berinisial KA (21) menjadi korban pembunuhan seorang tukang cilok yang berpura-pura hendak menolong mencarikan alamat. Pelaku membuang jasad korban ke sebuah kolam.

Berdasarkan keterangan Polres Tasikmalaya, terduga tersangka yang berinisial EB warga Cipatujah ini usai terpaksa membunuh karena terdesak hutang.

Selain itu, EB yang berprofesi sebagai tukang cilok ini tergiur dengan barang-barang milik korban yang ada dalam tas.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Yusuf, menjelaskan, EB awalnya mengira dalam tas korban terdapat perhiasan berharga. Namun setelah berhasil membawa kabur tas itu ternyata hanya sebuah pakaian.

“Harga pakaiannya paling sekitar Rp 110 ribu,” ungkap Yusuf kepada HR Online, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Berkunjung ke Pantai Pangandaran, Kang Aher Borong Cilok Cinta

Saat menghabisi nyawa korban, EB memukul bagian kepala hingga pingsan. Tak cukup sampai situ, pelaku juga mencekik leher dan kemudian membuang jasad KA ke kolam.

Adapun kronologi sebelum kejadian, KA sehari sebelumnya berada di Terminal Cilembang sambil menunggu kerabatnya pada malam hari.

Karena lupa tempat tinggal kerabatnya itu, KA sempat duduk sendiri sekitar sebuah warung. Namun tiba-tiba EB datang menghampiri dan berpura-pura kenal dengan kerabat KA.

“KA habis dari Cirebon, karena habis bertemu ibu angkatnya. Memang sempat sekolah di Tasikmalaya, namun pindak ke Cirebon,” imbuh Yusuf.

Karena percaya ajakan EB, KA pun mau mengikuti ke Situ Gede. Ketika sampai rel kerata api Cihandiwung, pelaku beraksi mengambil barang korban.

Lantaran berteriak meminta pertolongan dan pelaku panik, akhirnya EB mencekik dan menyeret KA hingga tewas serta membuangnya ke kolam.

“Atas perbuatannya itu, tersangka terkena pasal 338 dan 365 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” pungkas Yusuf. (Apip/R6/HR-Online)

Loading...