Volume Air Aki Mobil, Jangan Sampai Kurang Akibatnya Cukup Serius

Volume Air Aki, Jangan Sampai Kurang Karena Akibatnya Cukup Serius
Ilustrasi Volume Air Aki. Foto: istimewa

Volume air aki mobil berkurang jika tidak segera anda tambah akan berakibat berbahaya. Saat ini mobil hadir untuk dapat memenuhi kebutuhan alat transportasi semua orang.

Pemilik mobil pun kini semakin banyak. Dari sekian banyaknya jenis mobil, sebagian besar masih memiliki aki konvensional atau basah.

Baca Juga : Motor Injeksi Susah Hidup, Segera Cari Tahu Apa Penyebabnya

Hal ini karena aki basah memiliki harga yang cukup terjangkau dibanding aki kering. Perawatan aki basah pun cukup mudah. Anda hanya cukup lakukan pengecekan volume aki dan menambahnya jika berkurang.

Akan tetapi, masih banyak juga pemilik mobil aki basah yang lupa melakukan pengecekan air aki hingga sering terjadi aki kosong. Padahal jika volume aki kosong berakibat umur komponen ini semakin singkat.

Kenyataannya jika aki konvensional bergantung pada cairan elektrolit H2SO4 untuk membuat sel dalam aki bekerja. Sehingga mampu memberikan muatan listrik.

Jika anda lupa melakukan pengecekan bahkan aki hingga kosong, dapat membahayakan. Akibatnya pelat dalam aki tidak dapat bereaksi sehingga kekurangan arus listrik yang seharusnya ada untuk komponen kelistrikan kendaraan.

Akibat Jika Volume Air Aki Berkurang

Ada dua jenis aki pada kendaraan roda empat, yaitu kering dan basah. Meski fungsinya sama, namun berbeda dari segi perawatan. Pada aki kering mungkin perawatan lebih mudah.

Berbeda pada perawatan aki basah yaitu dengan menambah volume airnya. Dari segi air akinya sendiri saja sudah memiliki berbagai jenis dan fungsinya pun berbeda.

Baca Juga : Pelumas Rantai Motor Terbaik Berkualitas dengan Beragam Pilihan

Jangan sampai salah menggunakan air aki agar tidak terjadi kerusakan. Jika air aki anda biarkan kosong, banyak akibat yang bisa terjadi.

Volume air aki yang berkurang bahkan hingga kosong menimbulkan aki mudah soak atau rusak. Sehingga arus listrik tidak bisa mengalir hingga 12 volt.

Sebaiknya selalu cek aki mobil anda kurang lebih satu minggu sekali. Jika volume berkurang, sebaiknya segera tambah hingga batas maksimal atau upper.

Jangan sampai melebihi batas upper karena dapat membuat aki tidak sempurna. Banyak hal yang bisa timbul akibat anda lalai melakukan pengecekan pada aki basah.

Sebab, jika aki basah tidak segera anda tambah volumenya bahkan hingga dalam keadaan kosong, kondisinya semakin buruk. Aki akan mudah rusak dan umurnya semakin sedikit dari seharusnya.

Cara Mengisi Air Aki dengan Aman

Aki memiliki fungsi sebagai pensuplai kelistrikan pada kendaraan. Jika komponen ini tekor, bisa menimbulkan masalah. Beberapa faktor tersebut salah satunya karena volume air aki yang berkurang.

Baca Juga : Motor Irit Bensin, Ada Beberapa Cara untuk Mengatasinya

Akibatnya mobil akan sulit nyala karena tidak ada dorongan terlebih dulu. Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan dalam pengisian aki.

Gunakan langkah yang tepat agar tetap aman dalam penambahan air aki. Langkah-langkah yang bisa anda lakukan meliputi:

1. Siapkan Obeng (-)

Langkah awal saat anda ingin mengisi air aki yaitu siapkan peralatan. Obeng adalah salah satu jenis alat yang bisa anda gunakan untuk membuka penutup sel aki.

Jika anda tidak memiliki obeng, bisa gunakan benda pipih lainnya, misal gunting atau pisau. Gunakan alat yang tepat untuk dapat membuka penutupnya.

2. Cek Volume Air Aki

Sebelum membuka penutup aki, sebaiknya cek dulu volume airnya terlebih dulu. Hal ini agar anda bisa mengestimasi berapa kebutuhan air aki. Sehingga saat anda membeli air aki tidak kurang.

3. Siapkan Air Aki

Langkah berikutnya dalam pengisian air aki yaitu siapkan air akinya. Sebaiknya anda membeli setelah melakukan pengecekan jika air aki berkurang.

Anda bisa membeli air aki pada bengkel umum yang dijual per botol. Jika volume aki berkurang hanya sedikit bagian bawah garis lower level, anda hanya butuh satu botol. Namun jika aki kosong, anda membutuhkan 3 botol air aki.

4. Lepas Terminal Negatif Baterai

Saat anda sudah menyiapkan semuanya, sebaiknya nonaktifkan sistem kelistrikan yang ada. Lepas terminal negatif aki dengan menggunakan kunci 10. Hal ini perlu agar saat pengisian air aki bisa lebih aman.

5. Pengisian

Tuang air aki ke dalam aki dengan hati-hati. Gunakan corong untuk pengisian agar tidak berceceran kemana-mana. Air aki bersifat korosif sehingga dapat membuat tangan anda terbakar atau melepuh.

Setelah pengisian selesai, kembalikan seperti saat anda membuka aki pertama kali. Jika volume air aki memiliki batas maksimal, maka aki akan berfungsi dengan baik. (R10/HR-Online)

Baca Juga : Motor Jarang Dipakai, Perhatikan Semua Komponennya Termasuk Aki
Loading...