70 Santri Ponpes Cipasung Tasikmalaya Sembuh dan Diperbolehkan Pulang

70 Santri Ponpes Cipasung Tasikmalaya Sembuh dan Diperbolehkan Pulang
Ketua Relawan Covid-19 Cipasung Tasikmalaya, Hariyadi Ahmad Satari.

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com).- Sebanyak 70 orang santri Pondok Pesantren atau Ponpes Cipasung Tasikmalaya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.  

Ketua Relawan Covid-19 Cipasung Tasikmalaya, Hariyadi Ahmad Satari, Jum`at (16/10/2020), mengatakan, jumlah yang terkonfirmasi positif covid-19 mencapai lebih dari 300 orang.

Hal itu, kata Hariyadi, berdasarkan hasil Swab massal dan Swab mandiri secara personal.

“Kami mengakui memang ada 12 orang yang dirujuk ke RS SMC (Singaparna Medika Citrautama). Dan Alhamdulillah, sudah pulang dan dinyatakan negatif Covid-19. Kami masih memantau kabar 1 orang yang masih rawat inap di RS Garut,” katanya.

Menurut Hariyadi, ke 70 orang yang dinyatakan sembuh tersebut sebelumnya sudah menjalani isolasi mandiri.

Hariyadi menambahkan setelah berkordinasi dan pengecekkan oleh tim medis dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, para santri dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

“Mereka juga dilengkapi surat keterangan sehat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Hariyadi meminta semua pihak memberikan support untuk proses penyembuhan para santri yang sebelumnya terpapar covid-19.  

“Kepulangan sementara para santri yang sembuh tersebut tidak lain agar mereka dapat berkumpul bersama keluarga tercinta,” ucapnya.

Hariyadi menambahkan, Ponpes Cipasung Tasikmalaya sampai saat ini masih terus melakukan proses penanganan.

Upaya tersebut akan terus dilakukan sampai pondok benar-benar pulih dan menang melawan wabah virus corona.

Pihaknya pun memohon doa serta dukungan dari semua pihak, karena saat ini masih tersisa 200 lebih santri yang masih menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan 1800 orang santri yang dinyatakan negatif, kata Hariyadi, sebagian besar memilih pulang dan sebagian kecilnya menetap di pondok untuk membantu penanganan covid-19.  

Sementara itu, lanjut Hariyadi, sebanyak 1600 orang lebih santri masih belum menjalani Swab. Untuk itu, pihaknya masih menunggu kabar dari Satgas Covid Kabupaten Tasikmalaya. (Apip/R4/HR-Online)