Atap Baja Ringan Bangunan SDN 4 Gunungcupu Ciamis Ambruk

SDN 4 Gunungcupu
Atap baja ringan bangunan SDN 4 Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, secara berangsur ambruk. Foto: Istimewa

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Atap baja ringan bangunan SDN 4 Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, secara berangsur ambruk. Diduga penyebabnya ada ketidaksesuaian kontruksi saat pemasangan rangka baja ringan.

Atap bangunan sekolah yang ambruk tersebut untuk ruang kelas IV dan kelas V. Sekolah terletak di Jalan Nasional Sindangkasih tepatnya Dusun Gandasari RT 9 RW 05 Desa Gunungcupu.

Ketua Komite SDN 4 Gunungcupu Romjali membenarkan atap bangunan sekolah kini ambruk sebagian. Kini dua ruang kelas tidak bisa digunakan, meskipun sudah beberapa bulan ini ruangan kosong karena para siswa belajar dari rumah.

“Memang sejak seminggu sebelumnya terlihat atap sekolah sudah miring tapi semakin parah terus ke bawah. Bahkan ada bagian genteng sudah ada yang berjatuhan. Akhirnya kami bergotong-royong bersama warga menurunkan semua genteng yang masih terpasang,” ujar Romjali via telepon, Selasa (13/10/2020).

Romjali bersyukur ketika kejadian ini sekolah dalam keadaan kosong. Lantaran para siswa belajar daring karena pandemi Covid-19. Namun biasa ada petani yang berteduh ketika istirahat dari sawah atau kebun, sehingga khawatir roboh bila genteng masih terpasang menimpa warga. Menurutnya, bangunan kelas tersebut selesai sejak 6 tahun lalu.

Saat pembangunan ruangan SDN 4 Gunungcupu tersebut, ia mengaku sempat melihat ada yang kurang pas pemasangannya pada kuda-kuda baja ringan.

“Setahu saya secara aturan kuda-kuda baja ringan itu sekitar satu meter, namun  justru saat pemasangan waktu itu kuda-kudanya kemungkinan tidak sesuai,” katanya.

Romjali mengaku sempat komplain karena pemasangan tidak sesuai tapi tak ada respon. Akhirnya, meski baru enam tahun selesai pembangunan atap bangunan SDN 4 Gunungcupu kini ambruk sebagian.

“Kalau kondisinya seperti ini kan malah menghabiskan anggaran. Perkiraan habis Rp 100 juta lebih,” pungkasnya. (Dadang2/R9/HR-Online)

Penulis: Dadang2

Editor: Dadang