Baru Berusia 8 Tahun, Insfrastuktur Pangandaran Sejajar dengan Kab/Kota Lain

Baru Berusia 8 Tahun, Insfrastuktur Pangandaran Sejajar dengan Kab/Kota Lain
Jeje Wiradinata dan istri saat mengikuti kegiatan Milangkala Kabupaten Pangandaran yang ke 8. Foto:Enceng/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Baru genap berusia 8 tahun, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sudah banyak mengalami perubahan dan kemajuan. Berbagai pembangunan insfrastuktur terus digenjot.

Bahkan selama kepemimpinan Bupati definitif pertama, Jeje Wiradinata, selain pembangunan akses jalan, Pemkab juga membangun sarana prasarana pelayanan kesehatan.

Kini Pangandaran sudah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bernama Pandega.

Selain itu, 10 Kecamatan di Pangandaran memiliki 15 Puskesmas yang megah.

Pemkab Pangandaran telah membangun 11 Puskesmas rawat inap dan 4 puskesmas pembantu dengan fasilitas hotel bintang 3.

Berbagai kemajuan Pangandaran, membuat Kabupaten yang lahir pada tanggal 25 Oktober 2012 ini sejajar dengan Kab/Kota lainnya yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

Pada peringatan milad ke 8 tahun Kabupaten Pangandaran, HR Online berhasil mewawancarai Jeje Wiradinata (Bupati definitif pertama Pangandaran).

Saat ini, ia tengah cuti karena kembali mengikuti Pilkada Pangandaran dengan pasangannya Ujang Endin Indrawan.

Jeje mengaku, selama kepemimpinanya 5 tahun terakhir, ia fokuskan untuk membangun insfrastuktur.

Selain membangun jalan dan fasilitas kesehatan, pihaknya juga melakukan penataan wisata Pangandaran.

Wajah Pangandaran sudah mulai berubah, dan diharapkan bisa menarik tingkat kunjungan wisatawan ke Pangandaran.

“Selain membangun insfrastuktur fisik, kami juga terus meningkatkan kemampuan SDM pegawai pemkab agar lebih handal lagi dalam bekerja,” ujar Jeje Wiradinata.

Serap Anggaran Pusat dan Provinsi

Lebih lanjut Jeje menyebut, untuk mewujudkan pembangunan Pangandaran yang begitu pesat, pihaknya tak hanya mengandalkan APBD saja.

Namun, ia mencari anggaran lain dari pemerintah pusat dan provinsi.

Agar bisa mendapatkan anggaran tersebut, perlu keseriusan dan upaya loby yang meyakinkan.

“Anggaran banyak masuk ke Pangandaran dari pusata atau provinsi, karena memang hasilnya maksimal,” jelas Jeje.

Ia menambahkan, setiap mendapat anggaran dari pemerintah pusat, anggaran tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Ini yang membuat mereka percaya dan tidak segan-segan menggelontorkan anggaran ke Pangandaran,” katanya.

Jeje memilih menggunakan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi untuk membangun sarana umum yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau misal anggarannya malah untuk bangun rumah dinas dan membeli kendaraan dinas, itu kurang efektif dan tidak menyentuh masyarakat,” pungkas Jeje. (Ceng2/R8/HR Online)

Editor: Jujang