Beras Bantuan PKH Berkutu Dikeluhkan Warga Puspahiang Tasikmalaya

Beras bantuan PKH berkutu dan bau dikeluhkan ratusan warga Desa Puspahiang, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. Foto: Apip Wilianto/HR.
Beras bantuan PKH berkutu dan bau dikeluhkan ratusan warga Desa Puspahiang, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. Foto: Apip Wilianto/HR.

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Beras bantuan PKH berkutu dan bau dikeluhkan ratusan warga Desa Puspahiang, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ada 231 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang mendapatkan bantuan beras dari Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, sebagian besar penerima mendapatkan beras dengan kualitas buruk.

Devalia Novianti, salah seorang penerima bantuan beras PKH, menyebutkan, selain berkutu dan bau, warna berasnya juga terlihat kusam.

Baca Juga : Pemdes Rejasari Banjar Salurkan Bantuan Beras Covid-19 untuk KPM PKH

“Beras bantuan PKH berkutu, warnanya kusam, bau dan ada kerikilnya. Manusia tak layak mengonsumsi beras seperti ini. Jadi saya berikan saja pada hewan ternak,” ungkap Devalia, saat ditemui di rumahnya, Minggu (11/10/2020).

Sementara itu, aparat Desa Puspahiang, Rusli Syaiful Ulum, membenarkan bahwa, warga desanya menerima bantuan beras PKH yang berkualitas buruk. Bahkan, beberapa penerima mendapatkan beras berkutu.

“Iya, saya mendapat laporan dari warga penerima bantuan bahwa berasnya tak layak konsumsi. Berasnya berkutu, kasihan masyarakat kecil,” katanya.

Rusli menambahkan, masing-masing KPM mendapatkan beras bantuan PKH sebanyak 15 kilogram yang terbungkus dalam dua karung dengan bertuliskan Bulog.

“Jadi, beras yang KPM terima itu dua karung dengan berat 15 kilogram. Itu untuk bulan September-Oktober,” jelasnya. (Apip/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah