Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita PangandaranBPBD Pangandaran Ikuti Simulasi Virtual Gempa Bumi M 9.1 Berpotensi Tsunami

BPBD Pangandaran Ikuti Simulasi Virtual Gempa Bumi M 9.1 Berpotensi Tsunami

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar simulasi virtual gempa bumi yang berpotensi tsunami di pesisir pantai Selatan Jawa, beberapa waktu lalu.

Ikut dalam kegiatan simulasi virtual gempa tersebut, dari ITB UNESCO-IOTIC BASARNAS, serta 130 BPBD dari 19 provinsi yang ada di Indonesia, termasuk BPBD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Suheryana, mengatakan, kegiatan simalasi itu untuk memantapkan SOP dan kesiapsiagaan personil BPBD Pangandaran.

Suheryana mengatakan, karena penyesuaian SOP dengan kondisi pandemik Covid-19, maka latihan tersebut dilaksanakan lewat Virtual Table Top Exercise atau TTX.

“Ya, simulasi virtual gempa bumi ini sebagai edukasi kepada para pegawai BPBD dan lainnya. Serta bertujuan untuk memantapkan SOP dan kesiapsiagaan personel yang ada di BPBD Kabupaten Pangandaran,” katanya kepada HR Online, Kamis (8/10/2020).

Suheryana menambahkan, selain untuk memantapkan SOP, simulasi tersebut juga tujuannya untuk menguji diseminasi informasi dari perangkat Warning Receiver System New Generation.

Simulasi virtual gempa bumi ini melibatkan beberapa stakeholder, dengan BPBD dan Pusdalops BPBD Pangandaran sebagai aktor utama.

“Simulasi ini sangat penting dilaksanakan. Karena untuk mempersiapkan semua pihak dalam menghadapi setiap potensi bencana, yang ada di Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.

Sementara itu, pegawai BPBD Kabupaten Pangandaran, Pandu, yang ikut kegiatan itu mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk memantapkan kesiapsiagaan apabila terjadi bencana.

“Terutama bencana tsunami di kawasan Samudera Hindia, atau pantai selatan,” katanya kepada HR Online.

Pandu menuturkan, simulasi virtual dengan tema Indian Ocean Wave Exercise 2020 (IOWave20) ini, mengambil skenario kejadian gempa.

Skenario tersebut yang terjadi di selatan Jawa, dengan magnitudo 9,1 skala Richter, hingga menyebabkan tsunami.

Gelaran simulasi virtual gempa bumi secara serentak di 28 negara Samudera Hindia,  termasuk Indonesia. (Entang/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

- Advertisment -