Usaha Budidaya Ikan Nila Modal Kecil yang Menguntungkan

cara budidaya ikan nila
Begini cara budidaya ikan nila. Foto: Ist/Net

Usaha budidaya ikan nila merupakan salah satu bentuk bisnis yang menguntungkan. Namun untuk menjadi peternak nila yang baik tentunya harus menguasai cara budidaya ikan yang baik dan benar.

Ternak ikan nila termasuk yang populer dan menjadi suatu bisnis perikanan yang banyak dilakukan para peternak ikan. Usaha ikan jenis ini sangat menjanjikan bahkan akan terus berkembang sepanjang masa.

Kebutuhan pasar terhadap ikan nila tidak pernah menurun. Bahkan permintaan nila ini terus meningkat, khususnya dari restoran, rumah makan, dan hotel berbintang. Ikan nila termasuk menu masakan favorit yang bernilai tinggi.

Namun sayangnya besarnya kebutuhan masyarakat ini tidak sebanding dengan produksi kolam budidaya ikan nila peternak yang masih rendah. Lihat saja statistik permintaan terhadap ikan nila yang terus naik sepanjang tahun.

Baca Juga: Usaha Budidaya Udang Vaname, Bisnis dengan Keuntungan Berlipat

Langkah Penting Cara Budidaya Ikan Nila

Untuk Anda yang tertarik terjun dan menekuni usaha ternak ikan nila bisa mencobanya. Anda bisa memanfaatkan halaman belakang rumah atau dengan menggunakan media terpal bertingkat.

Lantas bagaimana persiapan yang perlu kita lakukan untuk menjalankan bisnis ini. Berikut ini tahapan penting cara budidaya ikan nila yang bakal memberikan keuntungan yang tidak sedikit.

Mencari Lokasi Ternak

Mencari lokasi untuk ternak nila merupakan langkah awal yang penting dalam usaha ini. Anda dapat beternak ikan nila dengan menggunakan berbagai media, seperti akuarium, kolam semen atau tembok, kolam tanah, dan kolam terpal.

Dari berbagai media kolam tersebut, yang paling mudah, aman dan irit biayanya adalah dengan terpal. Namun untuk lokasi kolam ternak ikan dengan terpal juga harus memenuhi sejumlah kriteria berikut ini.

  • Lokasi kolam budidaya ikan nila jangan terlalu jauh dari tempat tinggal. Karena hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pengawasan kolam sepanjang hari
  • Sekitar lokasi tidak terdapat pohon besar maupun tumbuhan rumput liar. Hal ini supaya kolam terpal untuk usaha ternak ikan nila dapat Anda bangun dengan mudah dan lancar serta tidak terganggu antinya.
  • Lokasi kolam budidaya dapat paparan sinar matahari. Hal ini berguna untuk membunuh kuman penyakit pada kolam ternak ikan.

Ukuran Kolam

Ukuran kolam ikan bervariasi tergantung banyaknya benih ikan nila yang akan Anda budidayakan. Sebagai patokan, untuk 500 ekor bibit ikan memerlukan kolam seluas 6 meter persegi dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter.

Bagi anda yang akan membesarkan ikan nila sebanyak 1000 ekor memerlukan kolam budidaya ikan nila seluas 24 meter persegi atau panjang 6 x 4 meter.

Dari 1000 ekor bibit ikan, dalam waktu 4 sampai 6 bulan akan menghasilkan ikan siap panen sebanyak 300 kg sampai 400 kg.

Jika harga ikan nila per kilogram sebesar Rp 30 ribu maka omset kotor yang bisa Anda peroleh sebesar Rp 12 juta  Lumayan menguntungkan bukan?

Baca Juga: Usaha Budidaya Ikan Sistem Bioflok Lebih Menguntungkan, Ini Alasannya!

Penebaran Benih Ikan Nila

Cara budidaya ikan nila berikutnya adalah melakukan penebaran benih ikan ke dalam kolam. Ikan nila yang masih kecil ini sebaiknya Anda berikan pakan alami berupa plankton dan lumut.

Setelah beberapa hari dan bibit ikan semakin besar, Anda bisa memberikan pakan berupa pelet, potongan kecil sayuran, siput sawah, dan lainnya.

Ikan nila termasuk hewan omnivora sehingga penting memberikan pakan secara teratur. Dalam satu hari Anda bisa memberikan pakan pada pagi dan sore hari.

Jika Anda beternak menggunakan media kolam tanah, maka pakan alami sudah tersedia. Ini berbeda dengan beternak dengan kolam terpal atau semen karena Anda harus mencari pakan alami bagi nila semisal cacing, lumut dan plangton.

Disamping pemberian pakan alami, berikan pula pakan buatan seperti. Pemberian pakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila. Kualitas makanan yang baik dan bernutrisi dengan protein tinggi akan membuat ikan nila cepat besar.

Baca Juga: Usaha Budidaya Ikan Bandeng Semi Intensif Agar Produksi Meningkat

Masa Panen

Masa panen budidaya ikan nila dengan menggunakan kolam terpal biasanya sesudah mencapai waktu enam bulan. Pada waktu itu berat dan ukuran satu ekor ikan nila bisa mencapai 500 gram.

Anda bisa menjual hasil panen nila ke pasar tradisional atau ke pedagang. Anda juga bisa menjalin kerja sama dengan rumah makan atau restoran yang ada dekat rumah saat panen tiba.

Demikian beberapa langkah penting cara budidaya ikan nila. Usaha dengan modal kecil ternyata mampu memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Apalagi dengan harga ikan nila saat ini mencapai Rp 30 ribu perkg tentunya sangat menjanjikan. (R11/HR Online)

Editor: Jujang