Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita PangandaranCegah Covid-19, Polsek Langkaplancar Pangandaran Ingatkan Warga 3M

Cegah Covid-19, Polsek Langkaplancar Pangandaran Ingatkan Warga 3M

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Masih banyak warga Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang tidak memakai masker saat keluar rumah.

Hal tersebut kerap terlihat saat petugas Polsek Langkaplancar menggelar operasi yustisi.

Kapolsek Langkaplancar Iptu Dahlan  mengaku prihatin dengan lemahnya kesadaran masyarakat

dalam mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 ini.

Setiap kali menggelar operasi, pihaknya mengaku selalu mengingatkan warga Langkaplancar Pangandaran, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M.

Kampanye 3M ini lanjut Dahlan, dilakukan agar masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Hal ini untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus corona.

“Upaya ini akan terus kami lakukan baik untuk kalangan masyarakat, sekolah, maupun di lingkungan pesantren,” ujar Iptu Dahlan.

Pihaknya tidak mengharapkan adanya klaster baru akibat kurang kedisiplinan masyarakat akan 3M.

“Alhamdulilah sampai saat ini wilayah Langkaplancar Pangandaran belum ada satu orangpun warga yang positif, artinya masih zero kasus,” jelasnya.

“Mari kita pertahankan bersama- sama agar wilayah kita tetap mejadi zona hijau alias bebas dari virus Corona,” katanya lagi.

Baca Juga: Cegah Klaster Baru Covid-19, Polisi Ingatkan Wisatawan Pangandaran 3M

Sementara itu, salah satu ustad muda asal Langkaplancar, Amin UGB angkat bicara soal banyaknya santri luar Pangandaran yang terpapar Covid-19 kluster pesantren.

Menurutnya, pesantren merupakan tempat belajar agama yang tentu mengajari santri tentang tata cara hidup bersih, tata cara wudhu dan lainnya.

“Apalagi setelah ada anjuran dari pemerintah mengenai 3M, tentunya kita harus ikuti demi kebaikan kita bersama,” kata Amin.

Pihaknya meyakini, pesantren wilayah Langkaplancar Pangandaran khususnya dan wilayah lain pada umumnya sudah menjalankan 3M.

“Pihak pesantren juga melakukan pengetatan terhadap keluar masuk santri, jika ada santri dari luar kita lakukan pemeriksaan dulu dan tentunya harus menjalani karantina,” pungkasnya. (Enceng/R8/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -