Cerita Gubernur Jabar Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Jadi Relawan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto: Humas Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Uji coba vaksin Covid-19  telah masuk fase 3 dengan melibatkan 1.620 relawan di Unpad Bandung beberapa waktu lalu. Salah satunya Gubernur Jabar Ridwan Kamil jadi relawan.  Ia pun menceritakan pengalamannya selama jadi relawan Vaksin Covid-19.

Meski bagian dari Pemerintah yang melakukan penanganan langsung, namun ia merelakan menjadi salah satu relawan. Tujuannya untuk meyakinkan masyarakat dan relawan lainnya terhadap uji klinis vaksin tersebut.

Dalam tahap 1 relawan mendapat suntikan yang jumlahnya kurang dari 100 orang. Tahap dua 2 suntikan vaksin untuk relawan yang jumlahnnya 100 sampai 1.000 orang. Dalam tahap 3, penyuntikan vaksin terhadap 1.620 orang.

Ridwan Kamil menceritakan pengalamannya jadi relawan vaksin Covid-19 saat wawancara dengan Jubir Satgas Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro pada kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat kemarin.

Menurut Ridwan Kamil, dalam menjalani menjadi relawan ia harus datang 5 kali kunjungan. Mulai dari tes PCR, rapid test untuk pengkondisian. Kedua kali menerima suntikan tahap 1, kunjungan ketiga menerima suntukan tahap 2, sedangkan pada kunjungan keempat dan lima yakni pengambilan darah untuk mengetahui reaksi dari vaksin tersebut.

“Setelah penyuntikan itu dalam tubuh saya antibody nya banyak atau tidak. Kalau sampai 90 persen itu artinya siap melawan virus Covid-19 ketika terserang. Untuk pengambilan darah selanjutnya pada Desember nanti untuk lihat hasilnya. Kalau berhasil maka produksi vaksin bisa secara massal dan vaksinasi massal,” katanya.

Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Yakinkan Masyarakat

Ridwan Kamil mengakui upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 tidak mudah. Saat ini masih ada kelompok masyarakat yang ragu dengan keamanan vaksin. Bahkan ia pun sempat dituding pura-pura dan menyebarkan hoaks ketika Ridwan kamil mengunggah foto ketika pengambilan darah ke akun medsos pribadinya.

“Orang yang tidak paham menyangka saya berbohong. Menurut mereka jarum suntik itu model lama, padahal saat tes vaksin itu memakai jarum suntik modern atau vacutainer,” ucapnya.

Ridwan Kamil menyarankan warga untuk menanyakan dan memahami prosesnya, tidak perlu berkomentar ketika belum paham.  Ia juga meyakinkan masyarakat, sejauh ini tidak merasakan dampak atau efek dari vaksin tersebut ketika Ridwan Kamil jadi relawan Vaksin Covid-19. (R9/HR-Online)

Editor: Dadang