Cerita Jembatan Ampera Penghubung Antar Desa di Ciamis yang Terputus

Jembatan Ampera
Kondisi Jembatan Ampera di Banjaranyar Ciamis terputus akibat diterjang luapan sungai. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis (Harapanrakyat.com),- Jembatan Ampera penghubung antara desa Cikaso dan Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis Jawa Barat kini putus. Warga kini tak bisa melewati jembatan karena terseret arus Sungai Ciputrahaji pada Minggu (27/10/2020)kemarin. Saat bencana banjir dan longsor menerjang dua kecamatan.

Akibatna, warga harus rela memutar arah dengan jarak tempuh lebih dari 7 Kilometer. Ratusan warga Dusun Pongporang harus memutar arah dengan jarak tempuh jauh ketika akan ke pusat perbelanjaan maupun pusat ibukota kecamatan.

Bubun Bunyamin,  warga sekitar Jembatan Ampera mengatakan putusnya jembatan bukan hanya karena banjir, tapi juga kondisinya sudah rapuh.

“Banjir yang menyeret jembatan mungkin hanya pelantara saja. Yang sebenarnya jembatan ini sudah mengalami kerusakan parah sejak lama. Bahkan saat itu kendaraan Roda empat sudah tidak bisa melintasi jembatan ini. Karena sudah keropos dan membahayakan bagi para penggunanya. Jadi ketika sungai meluap, jembatan dengan mudahnya terbawa hanyut arus sungai,” katanya, Rabu (28/10/2020.

Bunyamin juga mengatakan  pernah ada perbaikan Jembatan Ampera pada tahun 1998 silam. Namun sejak saat itu tidak ada perawatan dari pemerintah, hanya ada janji manis untuk perbaikan jembatan tersebut.

“Usia jembatan sudah 21 tahun tanpa ada perbaikan. Pemerintah juga tidak mendengar keluhan warga. Sampai saat musim Pilkada atau Pileg, jembatan ini menjadi sasaran kampanye para calon. Mereka menjanjikan perbaikan ketika terpilih, tapi kenyataannya setelah terpilih jembatan tetap tidak ada perbaikan,” jelasnya.

Video terputusnya Jembatan Ampera ini sempat viral pada media sosial. Dalam rekaman video itu terlihat detik-detik jembatan terputus terbawa arus luapan sungai. Bahkan terdengar suara sorak “horeee” yang terlontar dari mulut warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Proses putusnya jembatan pun seakan menjadi tontonan gratis pelipur lara para korban banjir. (Suherman/R9/HR-Online)

Editor: Dadang