Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita PangandaranDPC ASITA Pangandaran Gelar Sertifikasi Bagi Pelaku Wisata

DPC ASITA Pangandaran Gelar Sertifikasi Bagi Pelaku Wisata

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dalam rangka memaksimalkan SDM, DPC ASITA Kabupaten Pangandaran menggelar sertifikasi kompetensi kerja profesi bagi para pelaku wisata, Rabu (7/10/2020).

Ketua DPC ASITA Pangandaran, Adrian Saputro, mengatakan, sertifikasi ini pihaknya menggandeng LSP Cakra wisata Indonesia dan merupakan bentuk dukungan untuk mewujudkan daerahnya menjadi pariwisata berkelas dunia.

“Tentu saja untuk mencapai itu perlu syarat, salah satunya kita mendukung lewat sertifikasi para pelaku wisata,” ujarnya kepada HR Online.

Dari kuota 100, kata Adrian, namun jumlah peserta mencapai 115 orang dan 80 persen berasal dari Pangandaran dengan skema sertifikasi marketing communication, event registration, venue management, tour guide, tour leader, dan food handler.

“Sertifikasi ini langsung dari BNSP. Sehingga nantinya menjadi salah satu syrat menuju wisata dunia bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Ia harap ke depan ada kuota lagi yang lebih banyak agar SDM para pelaku wisata bisa lebih profesional.

Baca juga: Pemprov Jabar Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Melalui PK2UKM

Upaya Peningkatan SDM

Kasi Industri Pariwisata, Dadang Kos, mengatakan, perkembangan infrastruktur wisata Pangandaran sudah lebih baik dari sebelumnya, bahkan selalu ada peningkatan.

Ia juga mengapresiasi adanya sertifikasi oleh BNSP dan LSP melalui DPC ASITA Pangandaran ini. Ke depan pihaknya berencana menggandeng Kementrian Pariwisata untuk memberikan pembinaan maupun pelatihan kepada pelaku wisata.

Menurutnya, standar kualifikasi kompetensi SDM yang ada saat ini masih kurang. Sehingga adanya uji kompetensi ini harapannya bisa meningkat lagi.

“Dari kita paling baru sekitar 20 persen SDM yang sesuai dengan standar kompetensinya. Makanya kegiatan sangat penting sekali agar menjadi lebih profesional,” pungkasnya.

Kaswan Hermawan, salah satu peserta dari kalangan akademisi, mengatakan, Pangandaran memiliki travel lokal yang berjejaring sampai ke pusat.

Sehingga, adanya ujian ini menjadi daya tawar bagi para pemandu dan lebih diakui karena wawasannya bertambah dan juga profesionalismenya meningkat.

“Untuk ikut ini pendaftarannya ringan karena ada subsidi dari pusat. Saya harap ke depan sasarannya bisa sampai ke para pemula, sehingga ketika mereka akan melanjutkan bisa lebih mudah,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid

- Advertisment -