Psikolog: Edukasi Covid-19 untuk Anak Usia Dini Penting Dilakukan

Edukasi Covid-19 untuk Anak Usia Dini
Psikolog Sani Budiantini Hermawan. Foto: YouTube BNPB

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Memberikan edukasi Covid-19 untuk anak usia dini perlu dengan bahasa dan simbol sederhana. Namun edukasi Covid-19 juga menuntut peran orangtua dengan memberikan pesan optimis kepada anaknya agar tidak stres selama menghadapi pandemi.

Selain itu orangtua yang rentan tertular Covid-19 karena banyak beraktivitas di luar rumah dituntut untuk mengantisipasi agar anaknya tidak tertular.

“Saat ini pandemi Covid-19 yang tak jelas kapan berakhir telah menyebabkan banyak orangtua yang mengalami stres. Peran orang tua menjadi sangat penting agar tidak menularkan stres pada anak,” kata psikolog Sani Budiantini Hermawan.

Ahli psikologi anak dan keluarga ini mengungkapkan hal itu dalam talkshow di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, belum lama ini. Tampil sebagai pembicara Sani Budiantini Hermawan dan pendongeng terkenal PM Toh.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Covid-19 dengan mengangkat tema tentang edukasi Covid-19 untuk anak usia dini melalui dongeng.

Baca juga: Cerita Doni Monardo Bertemu Orang Positif Covid-19 Tapi Tak Tertular

Menurut Sani Budiantini, pandemi Corona yang telah berlangsung selama sekitar 7 bulan tak hanya menyebabkan banyak korban yang terpapar penyakit ini. Dampak lainnya juga terjadi akibat kondisi yang tanpa kepastian, termasuk tekanan mental.

Tekanan dan banyaknya orang yang stres ini terutama karena pandemi telah menyebabkan kebebasan hidup yang menjadi terkekang. Selain banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat aktivitas kantor yang berhenti, anak-anak juga terkena dampaknya.

Sistim belajar daring, menurut psikolog ini, bukanlah cara belajar yang menyenangkan untuk anak. Apalagi anak-anak hanya berhubungan dengan gadget. Kondisi ini bahkan bisa semakin membuat anak makin tergantung pada gadget.

Tantangan Orang Tua dalam Edukasi Covid-19 untuk Anak

Namun Sani mengakui bahwa memberikan edukasi Covid-19 untuk anak bukanlah pekerjaan mudah. Terlebih dengan banyaknya orang tua yang mengalami tekanan akibat kondisi ini.

Meskipun orangtua banyak yang stres, namun mereka tidak boleh menularkannya pada anak-anak. “Ini menjadi tantangan yang tidak mudah untuk orang tua. Namun apapun kondisinya hak anak yang selalu ingin merasa aman dan terlindungi harus terpenuhi,” katanya.

Pandemi Covid-19 sebenarnya juga telah mengondisikan lingkungan yang bisa membuat anak mengalami tekanan. Sani menyebut belajar daring dari rumah sebagai kegiatan yang penerapannya harus hati-hati.

Baca juga: Kisah Pasien Positif Covid-19 yang Tertular Saat Pergi Liburan

Memberikan tugas yang terlalu banyak melalui belajar daring justru akan semakin membuat anak menjadi stres. Apalagi interaksi sosial anak-anak dengan teman-temannya juga telah tercabut. Karena itu peran orangtua dalam menjaga mental anak sangat berperan penting.

Salah satu kunci penting dalam memberikan edukasi Covid-19 untuk anak usia dini adalah orang tua harus memahami tahapan perkembangan anak. Dengan pemahaman ini orangtua bisa menyesuaikan cara memberikan pengertian tentang pandemi pada anak.

“Justru dengan adanya pembatasan sosial akibat pandemi merupakan momentum bagi orangtua untuk lebih dekat dengan anak. Orangtua bisa membangun quality time bersama anak.” Kata Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini.

Orangtua Harus Menjadi Role Model Bagi Anaknya

Tentang pembatasan sosial akibat pandemi, orang tua juga perlu memberikan pemahaman yang lebih baik. Termasuk tidak perlu keluar rumah atau bertemu teman jika tidak penting sekali.

Dalam proses edukasi Covid-19 untuk anak orangtua juga harus menjadi role model atau contoh bagi anak. Karena itu jika orangtua menerapkan protokol kesehatan, maka anak pun akan mengikutinya.

Baca juga: Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Belum Menjamin Pandemi Berakhir

Selain itu, menurut Sani, anak pun berhak mendapat penjelasan kenapa harus menerapkan protokol kesehatan. Termasuk apakah virus Corona, kenapa harus sering mencuci tangan, mengenakan masker, maupun menjaga jarak saat di luar rumah.

Sementara itu pendongeng PM Toh memperagakan contoh edukasi Covid-19 untuk anak melalui dongeng. Dengan menggunakan berbagai alat sederhana yang ada, tokoh dongeng ini mampu membuat cerita yang menarik tentang pandemi. (Bgj/R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara