Fakta Ilmiah Janda Bolong, Tanaman Hias Harga Mahal Tapi Beracun

Fakta ilmiah Janda Bolong, tanaman hias harga mahal tapi beracun. Foto: Net/Ist.
Fakta ilmiah Janda Bolong, tanaman hias harga mahal tapi beracun. Foto: Net/Ist.

Fakta ilmiah Janda Bolong, tanaman hias yang harganya bisa mahal itu ternyata merupakan tumbuhan beracun. Meskipun sebagai tanaman hias, namun Anda harus hati-hati dalam merawatnya.

Saat pandemi Covid-19 ini, banyak orang yang menyalurkan hobi berkebunnya dengan menanam sejumlah tanaman hias favoritnya.

Banyak yang telah mengenal Monstera alias Janda Bolong, jenis tanaman hias yang kini menjadi primadona. Karena selain unik, harganya pun bisa “selangit.”

Tapi mungkin belum banyak yang tahu juga mengenai fakta ilmiah Janda Bolong, tanaman hias yang kini banyak diburu pecinta tanaman.

Janda Bolong merupakan jenis tumbuhan yang kini dijadikan sebagai tanaman hias. Para ahli biologis menyebut jenis tumbuhan ini sebagai Monstera.

Baca juga : Tanaman Hias Janda Bolong Tengah Populer, Harganya Capai Rp85 Juta

Di luar negeri tanaman ini mendapat julukan Swiss Cheese Plant. Hal itu karena bagian daunnya bolong-bolong seperti keju Swiss.

Para ilmuwan sudah lama mempelajari tumbuhan ini, hingga akhirnya menjadi populer sebagai tanaman hias. Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah fakta ilmiah yang unik dari tanaman Monstera alias Janda Bolong.

Fakta Ilmiah Janda Bolong, Tanaman Hias Harga Mahal

Asal Muasal Nama

Website The Sill melansir bahwa Monstera adalah salah satu jenis tanaman yang berdaun lebih besar dari daun tanaman pada umumnya. Dari situlah kemudian lahir nama Monstera.

Para ahli botani telah meneliti jenis tanaman ini dari awal abad ke-20. Pada masa modern, Monstera menjadi tanaman hias. Di Indonesia tanaman ini dijuluki Janda Bolong, sedangkan di luar negeri julukannya Swiss Cheese Plant lantaran daunnya bolong-bolong seperti keju.

Aslinya Berasal dari Amerika Tengah

Fakta ilmiah Janda Bolong atau Monstera menurut Royal Botanic Garden Kew yang mengelola Plants of The World. Bahwa habitat asli Monstera berasal dari Amerika Tengah, yang mana daerahnya beriklim tropis.

Keberadaan tanaman tersebut tersebar dari mulai negara Meksiko, Kolombia, Panama, Venezuela, hingga bagian Utara Brasil.

Karena memang aslinya sebagai jenis tumbuhan tropis, maka tak heran jika Monstera bisa mudah tumbuh dalam daerah beriklim tropis, salah satunya Indonesia.

Baca Juga : Cara Merawat Tanaman Janda Bolong dengan Tepat, Simak Tipsnya!

Ada 45 Jenis

Terdapat 45 jenis tanaman hias Monstera. Ini adalah fakta ilmiah Janda Bolong menurut para ahli botani. Sampai saat ini mereka mencatat jumlah spesies Monstera sudah ada sebanyak 45 spesies.

Namun dari 45 spesies itu, yang paling populer menjadi tanaman hias termahal yaitu jenis Monstera deliciosa, karena memiliki daun yang lebar dan bolong-bolong.

Selain itu, spesies Monstera adansonii dengan ukuran yang lebih kecil serta daunnya berlubang juga menjadi tanaman hias yang sama-sama populer. Ada pula jenis Monstera obliqua, spesies ini memiliki daun yang bolongnya lebih besar.

Monstera Miliki Sifat Unik

Memiliki sifat unik menjadi salah satu fakta ilmiah Janda Bolong. Tanaman jenis Monstera dalam habitat aslinya merupakan tumbuhan pemanjat inangnya.

Tanaman ini memiliki sifat hemifit, atau sebagian epifit. Itu artinya Monstera hidupnya menumpang dulu kepada inangnya seperti halnya epifit lain.

Kemudian setelah itu Monstera alias Janda Bolong akan menumbuhkan akar gantung. Jika akar gantungnya sampai ke tanah, baru ia akan mengambil nutrisinya dari tanah.

Monstera dapat memanjat dan juga membelit pohon hingga ketinggian mencapai 20 meter. Kalau ingin memelihara tanaman hias jenis Janda Bolong atau Monstera, lebih enaknya menyediakan tiang supaya ia bisa memanjat. Sehingga nantinya akan tampak lebih indah.

Tumbuhan Beracun

Baca Juga : Keistimewaan Tanaman Janda Bolong, Saat Ini Laku Dijual Ratusan Juta

Jenis tumbuhan beracun adalah fakta ilmiah Janda Bolong. Jadi, meskipun sebagai tanaman hias dan harganya bisa mahal, namun Anda harus berhati-hati.

Menurut ProFlowers, tanaman jenis Monstera atau Janda Bolong adalah tanaman beracun. Racun ini disebabkan oleh kalsium oksalat yang ada pada getahnya. Karena itulah harus berhati-hati jika daun atau batangnya sobek mengeluarkan getah.

Getah pada tanaman hias Janda Bolong dapat menimbulkan sakit perut apabila termakan, dan iritasi pada kulit kalau tersentuh.

Memang agak repot kalau ada anak kecil yang pecicilan, atau punya hewan peliharaan. Jadi sebaiknya tanaman hias Monstera si Janda Bolong ini simpan pada tempat yang tidak mudah terjangkau anak kecil maupun hewan peliharaan.

Cara Perawatan

Sesuai habitat alaminya, Monstera si Janda Bolong ini membutuhkan cahaya matahari secara tidak langsung. Karena jika terkena sinar matahari langsung, ia akan kepanasan, lalu daunnya menguning.

Karena memiliki daun yang lebar, maka tidak perlu sering menyiramnya. Cukup cek tanah pada potnya, kalau tanahnya sudah tidak basah lagi, baru siram.

Jenis tanaman tersebut dapat tumbuh pada suhu normal dalam ruangan ataupun halaman pada iklim tropis seperti Indonesia.

Harganya Bisa Sangat Mahal

Harganya bisa sangat mahal, ini adalah fakta dari tanaman hias Janda Bolong. Kalau yang normal harganya hanya puluhan ribu rupiah saja.

Sedangkan yang mahal adalah variegata Monstera deliciosa dan Monstera adansonii. Harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Menurut Plantophiles, variegata yaitu kondisi daun yang terdapat garis putih atau belang akibat terjadinya mutasi genetik. Kondisi ini menyebabkan bagian daunnya kekurangan klorofil.

Jadi daun yang belang bukan akibat terjemur sinar matahari. Daun yang belang menjadikan tanaman Janda Bolong ini tampak semakin cantik. Terlebih adanya paduan warna hijau dengan krem.

Mutasi genetik sangat jarang terjadi. Selain itu, belum tentu juga keturunannya akan belang. Mutasi genetik ini kemungkinan terjadinya 1:100.000 tanaman. (R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah