Fenomena The Full Hunter Moon Muncul Akhir Pekan, Simak Faktanya!

Fenomena The Full Hunter Moon
Ilustrasi Fenomena The Full Hunter Moon. Foto Istimewa

Fenomena The Full Hunter Moon akan terjadi tanggal 31 Oktober 2020 pekan ini. Masyarakat akan mulai menikmatinya menjelang perayaan tradisi penamaan bulan dari suku asli Amerika tersebut. Bulan purnama berburu merupakan sebuah tradisi dan cerita yang berkembang sejak masa pendudukan asli Amerika serta kolonial.

Sementara itu, karena bulan purnama ini termasuk langka, anda dapat melihatnya lebih jelas karena ukuran dan warnanya yang berbeda dengan bulan purnama biasanya.

Fenomena The Full Hunter Moon

Tanggal 31 Oktober akan terjadi sebuah fenomena yang langka. Bulan purnama berburu akan menghiasi langit Oktober 2020. Biasanya fenomena ini mereka lakukan, penduduk Algonquin pada pesisir pantai, untuk melacak musim.

Mereka adalah orang-orang yang bertempat tinggal pada wilayah sepanjang pedalaman sungai St. Lawrence dan juga sekitar danau-danau yang besar. Penamaan bulan tersebut juga berkaitan dengan fenomena alam atau merupakan sebuah pertanda musim.

Kemudian, fenomena The Full Hunter Moon juga membantu masyarakat dalam melacak perkembangan tahun. Sementara itu, bulan Oktober ini memiliki dua bulan purnama, yakni Bulan Purnama Panen (Harvest) pada 1 Oktober dan Bulan Purnama Berburu (Hunter) pada 31 Oktober.

Menurut ahli Feng Shui, Master Ferry Wong, The Full Hunter Moon ini bertepatan dengan perayaan Halloween. Dengan demikian, perayaan tersebut menjadi terasa lebih istimewa dan langka. Bahkan akan membuat perayaan yang menyenangkan pada tahun 2020 ini.

Baca Juga: Fenomena Hujan Meteor Orionid Terjadi 5 Hari Lagi, Ini Cara Melihatnya!

Bulan Purnama Berburu

Melansir dari Time and Date, bulan purnama pemburu ini juga sering disebut dengan nama Anglo-Saxon. Fenomena ini merupakan bulan ketika orang-orang menimbun dan mempersiapkan segala sesuatu untuk musim dingin yang akan datang.

Secara tradisional, persiapan ini termasuk ke dalamnya seperti berburu, menyembelih, dan mengawetkan daging untuk mereka pakai beberapa bulan kedepan selama musim dingin. Nama lain dari The Full Hunter Moon adalah Dying Grass Moon dan Travel Moon.

Beberapa juga telah menyebutkan jika fenomena The Full Hunter Moon sebagai Bulan Darah atau Bulan Sanguine. Hal ini mengacu pada musim berburu. Akan tetapi, nama ini tak boleh orang kaitkan dengan Bulan Darah yang menggambarkan Gerhana Bulan Total.

Kemudian, Hunter’s Moon juga merupakan bulan purnama yang terjadi kedua pada bulan Oktober. Sehingga, bulan ini juga sering orang sebut dengan nama Bulan Biru.

Istilah Bulan Biru ini mengacu pada bulan purnama yang terjadi dalam satu bulan, atau bulan purnama yang terjadi ketiga pada satu musim pada kalender. Meskipun nama lain dari bulan purnama ini adalah Blue Moon, namun bulan ini tidak benar-benar memiliki warna biru.

Bulan purnama ini akan menjadi salah satu bulan purnama paling kecil dalam satu tahun ini, atau orang sebut dengan nama Minimoon. Hal tersebut karena bulan purnama yang terjadi memiliki jarak yang lebih jauh daripada bulan purnama lainnya dengan Bumi pada tahun 2020 ini.

Tentu saja, fenomena Minimoon adalah kebalikan dari Supermoon. Fenomena The Full Hunter Moon tersebut karena adanya orbit Bumi yang bentuknya oval mengelilingi Bumi.

Sehingga, bulan purnama tersebut menjadi lebih dekat atau lebih jauh dengan Bumi. Titik paling dekat dan paling jauh dari Bumi itulah yang kemudian kita kenal dengan sebutan perigee dan juga apogee.

Baca Juga: Fenomena Konjungsi Venus-Regulus Dengan Cahaya Paling Terang

Bulan Purnama Panen (Harvest)

Pada tiga tahun sekali, bulan purnama panen (Harvest) pada bulan Oktober pun terjadi. Nama tersebut merupakan sebuah nama yang khusus untuk bulan purnama yang letaknya paling dekat dengan ekuinoks September.

Pada saat itu terjadi awal jatuhnya astronomi. Bulan panen terjadi secara bervariasi, karena sebagian besar setiap tahun terjadi pada bulan September. Akan tetapi, fenomena langka dapat terjadi pada bulan Oktober dalam tiga tahun sekali.

Cara Melihat Full Hunter Moon

Fenomena The Full Hunter Moon ini akan memiliki warna orange kekuning-kuningan dan lebih besar daripada biasanya pada langit malam. Jadi, anda akan menyaksikan keindahannya lebih jelas.

Efek dari Full Hunter Moon ini merupakan ilusi bulan yang menjadikannya terlihat lebih besar dan berwarna yang terang pada saat terlihat meninggi pada langit. Sementara saat bulan tersebut terbit akan memiliki warna putih keperakan.

Sebab, saat dekat dengan titik baliknya, bulan akan naik pada saat matahari terbenam sampai matahari terbit kembali. Jadi, anda akan mengamati fenomena The Full Hunter Moon ini sepanjang malam. (R10/HR Online)

Editor: Jujang