FPL Ciamis Minta BBWSC Tindak Petani yang Tanam Palawija di Atas Tanggul

FPL Ciamis Minta BBWSC Tindak Petani yang Tanam Palawija di Atas Tanggul
Tanaman palawija di atas tanggul Apur Klepusari, yang berada di perbatasan Desa Sukanegara dan Baregbeg, Kecamatan Lakbok, yang ditanam oleh para petani. FPL meminta BBWSC tindak tegas para petani tersebut. Foto : Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Forum Pemuda Lakbok (FPL), Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berharap agar pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC) tindak tegas petani, yang memanfaatkan tanggul sebagai lahan pertanian.

FPL melihat, petani menanami palawija di sepanjang atas tanggul Apur Klepusari, yang berada di perbatasan Desa Sukanegara dan Baregbeg, Kecamatan Lakbok.

Padahal, menurut salah satu anggota FPL, Markum, dengan mengolah lahan palawija, selain menghalangi jalur pertanian juga sudah mengalihfungsikan dan merusak ketahanan tanggul. Sebagaimana fungsinya adalah sebagai penahan jika terjadi luapan air.

Markum menuturkan, tanggul bukan hanya menjadi rusak, namun juga menghambat jalan untuk keperluan pertanian.

Bahkan, sejak tanggul ini berubah fungsi, banyak petani yang kesulitan melewati tanggul sebagai sarana jalur utama pertanian.

“Yang menjadi salah satu kendala besar adalah terganggunya roda pertanian, saat musim tanam dan panen. Kemudian, merusak kondisi tanggul yang mana tanggul adalah berfungsi sebagai penahan yang mesti dijaga,” terangnya.

Oleh karena itu, Markum berharap BBWSC turun tangan dan melakukan teguran kepada petani yang sudah merubah alihfungsi tanggul.

“Kami harap pihak terkait memberikan teguran terhadap petani yang bandel, yang mengalihfungsikan tanggul menjadi lahan palawija,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online)

Editor : Adi karyanto