Fungsi Gendang Telinga, Kenali Bagian-Bagian dan Cara Perawatannya

Fungsi Gendang Telinga
Ilustrasi Fungsi Gendang Telinga. Foto Istimewa

Fungsi gendang telinga pada umumnya sebagai penerima suara untuk membantu manusia dalam mendengar. Umumnya, manusia mempunyai bagian dari telinga tersebut pada sisi dari masing-masing telinga.

Karena telinga juga merupakan salah satu organ yang termasuk vital, sebaiknya terjaga kesehatan dan juga kondisinya agar mampu memberikan fungsi yang maksimal. Telinga juga memiliki beberapa bagian penting yang saling berkaitan dari bagian yang satu dengan yang lain.

Fungsi Gendang Telinga

Mengutip dari Wikipedia, gendang telinga atau sering juga kita sebut dengan membran timpani merupakan membran atau selaput tipis yang menjadi pemisah antara telinga tengah dan telinga luar.

Fungsi secara umum yakni mengantarkan getaran suara. Suara tersebut berasal dari udara, lalu menuju ke tulang pendengaran yang berada dalam telinga bagian tengah. Bagian dari telinga ini merupakan lapisan yang berwarna keabuan dan lentur atau tidak mudah pecah.

Bentuk dari membran ini umumnya bulat dan mempunyai diameter 10 mm. Ketebalannya tersebut berkisar 0,1 mm. Fungsi gendang telinga juga dapat mengalami ketegangan tergantung dengan getaran suara yang masuk.

Baca Juga: Struktur Hidung Manusia dan Fungsi Anatomi yang Penting untuk Diketahui

Bagian Gendang Telinga

Membran timpani ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu Pars Flaksida dan Pars Tensa. Pars Flaccida merupakan gendang telinga yang berada pada bagian atas. Posisinya lebih tinggi daripada cekungan maleus.

Terdapat dua lapisan pada bagian ini. Keduanya tak mempunyai jaringan ikat untuk bagian tengahnya. Kemudian, bagian selanjutnya adalah Pars Tensa.

Hampir semua bagian dari gendang telinga termasuk ke dalam bagian Pars Tensa. Pars Tensa mempunyai tiga lapisan. Lapisan paling luar tersusun oleh lapisan epidermis.

Lalu, pada bagian tengah terdiri atas lapisan fibrosa. Lapisan ini melekat pada tangkai maleus. Selanjutnya adalah bagian paling dalam dari Pars Tensa, yakni terdapat lapisan mukosa.

Fungsi Membran Timpani

Fungsi gendang telinga sendiri adalah yang utama sebagai menerima getaran suara yang masuk dari luar. Getaran tersebut masuk melalui saluran lubang telinga. Selanjutnya, gendang telinga akan memprosesnya pada tahap selanjutnya.

Fungsi selanjutnya adalah mengubah getaran dari suara yang masuk secara mekanik. Setelah getaran masuk melalui saluran lubang telinga, maka gendang telinga akan mengubahnya dengan cara mekanik.

Kemudian, akan menyalurkan getaran menuju tulang pendengaran. Setelah getaran yang tersalur ke bagian telinga tengah dengan cara mekanik tersebut, perubahan terjadi.

Perubahan akan menyebabkan gendang telinga mampu menggerakkan tulang-tulang pendengaran agar getaran tersalurkan. Dengan demikian, getaran tersebut dapat sampai ke telinga bagian dalam dan menuju ke pusat, yaitu otak untuk proses informasi.

Fungsi gendang telinga tersebut merupakan fungsi secara alami untuk proses pendengaran manusia. Lalu, selanjutnya yang menjadi peran adanya gendang telinga adalah untuk mencegah partikel berbahaya masuk.

Dengan adanya membran timpani ini, akan terdapat pembatas antara telinga luar dan juga telinga tengah. Hal ini memiliki peran yang penting dalam mencegah partikel lain masuk ke dalam telinga.

Baca Juga: Bagian Otak dan Fungsinya yang Penting Bagi Tubuh Manusia

Cara Membersihkan Telinga Tanpa Terjadi Resiko Cedera pada Gendang Telinga

Gendang telinga harus kita rawat sedemikian rupa agar tetap mampu menjalankan perannya dengan benar. Cara merawat kebersihan telinga pun tak luput untuk kita perhatikan. Namun, hal tersebut dapat mengakibatkan cedera jika tak berhati-hati membersihkannya.

Cara merawat fungsi gendang telinga adalah, gunakan kain yang basah untuk membersihkan bagian telinga luar. Lalu, anda juga dapat membersihkannya dengan kain basah tersebut untuk ke bagian depan lubang telinga.

Jika terdapat serumen (kotoran telinga) yang menggumpal lebih banyak, teteskan pelunak serumen dan tunggu beberapa saat. Selanjutnya anda dapat membersihkannya dengan hati-hati. Cairan pelunak serumen ini biasanya adalah gliserin.

Selain itu, anda dapat memasukkan air hangat atau larutan seline ke dalam lubang telinga. Hal tersebut dapat mengeluarkan kotoran.

Anda dapat memasukkan air hangat tersebut dengan menggunakan pipet atau suntik (tanpa menggunakan jarum) dan segera menyemprotkannya ke dalam lubang telinga.

Cara ini akan lebih efektif jika sebelumnya anda sudah menggunakan cairan pelunak serumen. Dengan membersihkan dan menjaga kondisi telinga, maka fungsi gendang telinga tentu saja juga tetap akan berjalan secara sempurna. (R10/HR Online)

Editor: Jujang