Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita TerbaruFungsi Zat Gizi Mikro dan Dampaknya Jika Kekurangan

Fungsi Zat Gizi Mikro dan Dampaknya Jika Kekurangan

Meskipun tubuh membutuhkan zat gizi mikro dalam jumlah sangat kecil, namun jika kekurangan ternyata membawa dampak yang berbahaya. Ada banyak fungsi penting zat gizi mikro ini yang wajib Anda tahu.

Selama ini kita lebih mengenal protein, karbohidrat, dan berbagai jenis vitamin dan mineral sebagai nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Karena itulah perhatian terhadap lauk makanan menjadi lebih menjadi perhatian.

Selain nutrisi makro yang memang menjadi kebutuhan, tubuh ternyata juga memerlukan asupan nutrisi mikro atau mikronutrien. Meskipun kebutuhan tubuh terhadap mikronutrien sangat sedikit namun sebaiknya jangan Anda sepelekan.

Zat gizi mikro, mengutip Wikipedia, merupakan unsur mikronutrien yang sangat penting untuk tubuh. Fungsi zat gizi ini terutama untuk membantu mengatur fungsi fisiologis tubuh dalam menjaga kesehatan.

Seperti namanya, tubuh membutuhkan zat gizi ini dalam jumlah yang kecil. Jika kebutuhan tubuh terhadap nutrisi makro dalam takaran gram setiap hari, kebutuhan terhadap zat nutrisi mikro umumnya kurang 100 milligram setiap hari.

Pentingnya Fungsi Zat Gizi Mikro

Meskipun kebutuhan tubuh terhadap mikro nutrien terbilang sangat kecil namun zat gizi ini berperan penting dalam menjaga pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Bahkan untuk anak-anak kekurangan nutrisi ini bisa mengganggu tumbuh kembangnya.

Baca juga: Cara Ampuh Bersihkan Racun dalam Tubuh dengan 5 Jenis Buah Ini

Untuk mendukung pertumbuhan tulang dan giginya, anak-anak sangat membutuhkan kalsium meskipun dalam kadar sedikit. Kekurangan kalsium bisa mengganggu perkembangan dan kekuatan tulang anak-anak.

Fungsi zat besi sangat penting untuk menjaga keseimbangan energi maupun meningkatkan metabolisme tubuh. Begitu juga zat gizi seng yang berperan penting dalam penyerapan vitamin B kompleks oleh tubuh.

Menurut laporan PBB, tak kurang dari 2 miliar orang di dunia mengalami defisiensi atau kekurangan zat gizi mikro. Sehingga banyak kasus gangguan akibat kekurangan yodium, anemia, dan penyakit lainnya.

Dampak akibat terjadinya defisiensi mikronutrien sangat banyak. Kekurangan zat besi, misalnya, anemia atau kurang darah yang membuat tubuh cepat lelah. Namun jika kondisinya semakin parah bisa menyebabkan kecacatan.

Badan kesehatan dunia WHO menegaskan tiga mikro nutrien paling penting, yaitu vitamin A, zat besi, dan yodium. Kekurangan ketiga mikro nutrien ini, menurut WHO, bisa mengancam kesehatan maupun perkembangan populasi manusia.

Ragam Jenis Zat Gizi Mikro

Ada banyak jenis mikro nutrien yang penting untuk tubuh. Nah, berikut ini beberapa fungsi dan jenis zat gizi mikro yang sebaiknya selalu Anda perhatikan dan konsumsi meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit.

Zat Besi

Zat besi merupakan salah satu jenis nutrisi yang sangat penting untuk tubuh. Mikro nutrien ini juga sangat penting untuk ibu hamil. Tak sedikit kasus ibu hamil di Indonesia yang mengalami kekurangan zat besi.

Padahal zat besi sangat penting dari sejak terbentuknya janin dalam rahim, pertumbuhan janin, hingga untuk asupan ASI setelah kelahiran. Kehamilan yang mengalami defisiensi zat besi berisiko anak lahir dalam kondisi lumpuh atau cacat.

Baca juga: Makanan Pencegah Covid-19 yang Wajib Anda Konsumsi!

Rekomendasi asupan zat besi untuk ibu hamil minimal 27 mg setiap hari. Makanan sumber zat besi yang bisa Anda konsumsi antara lain dari daging sapi, hati, sereal, dan kacang-kacangan.

Yodium

Tak sedikit juga ibu hamil di tanah air yang juga mengalami defisiensi yodium. Meskipun kebutuhannya cukup kecil, namun yodium penting untuk membantu tumbuh kembang janin maupun setelah kelahiran.

Kekurangan zat gizi mikro ini juga sangat berbahaya karena bisa menyebabkan dampak yang serius. Seperti kelahiran bayi cacat atau bahkan lahir mati. Termasuk risiko bayi lahir dengan lemah mental, mengalami tuli, hingga gangguan otak.

Anjuran asupan yodium untuk wanita hamil adalah minimal 220 mcg perhari. Makanan sumber yodium antara lain dari daging, ikan laut, udang, rumput laut, susu dan produk susu, telur, apel, pisang, kentang, jagung, dan kacang polong.

Kalsium

Kalsium merupakan jenis mineral yang berperan sangat penting dalam pertumbuhan tulang, gigi, dan menguatkan jantung. Ibu hamil yang kekurangan kalsium bisa menyebabkan bayi lahir dengan tulang rapuh.

Kebutuhan ideal kalsium untuk ibu hamil dan wanita dewasa adalah sekitar : 1.000 mg/hari. Untuk jenis makanan sumber kalsium antara lain dari ikan sardin, susu, keju, yogurt, dan sayuran hijau.

Zat Zink

Zink juga tak kalah pentingnya ketimbang zat gizi mikro lainnya. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga struktur protein maupun gen. Kekurangan zink bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat rendah maupun risiko pendarahan.

Kebutuhan zat zink untuk ibu hamil setidaknya 11 mg perhari. Makanan sumber nutrisi ini antara lain susu, keju, produk susu, telur, daging sapi, udang, kerang, tiram, kentang, kangkung, buncis, labu, kacang hijau, dan kacang-kacangan.

Selenium

Selenium juga termasuk jenis zat gizi mikro yang sangat penting. Tubuh yang kekurangan nutrisi ini berisiko mengalami gagal jantung, gangguan osteoartikuler, dan aritmia.

Ibu hamil penting mendapat asupan selenium cukup untuk mencegah bayi lahir meninggal. Ibu hamil harus mengonsumsi selenium 65 mcg setiap hari yang bisa kita dapatkan dari ikan, daging sapi, ayam, keju, dan roti gandum.

Vitamin A

Kebutuhan tubuh terhadap vitamin A juga sangat sedikit. Meski begitu defisiensi zat gizi mikro ini berbahaya untuk mata, berat bayi rendah, dan risiko kematian ibu saat melahirkan.

Keberadaan vitamin A dalam tubuh penting untuk meningkatkan konsentrasi hemoglobin darah dan meningkatkan kualitas ASI untuk bayinya. Vitamin ini juga penting untuk perkembangan janin yang lebih optimal.

Makanan sumber vitamin A dan beta karoten yang tinggi antara lain bisa Anda peroleh dari produk-produk hewani, termasuk daging, ikan, dan susu. Mencukupi kebutuhan tubuh dengan vitamin A mencegah berbagai risiko berbahaya.

Vitamin B

Kebutuhan tubuh terhadap vitamin B juga dalam porsi sedikit namun teramat penting. Vitamin ini terdiri dari tiamin atau B1, riboflavin  (B2), asam nikotinat atau niasin (B3), B6, asam folat (B9), serta vitamin B12.

Keberadaan beragam jenis vitamin B dalam tubuh sangat penting untuk mendukung sistem imunitas tubuh. Bagi ibu hamil, kekurangan vitamin B bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat rendah.

Vitamin C

Selain penting sebagai antioksidan, vitamin C juga berperan dalam menangkal radikal bebas dan meningkatkan imunitas tubuh. Zat gizi mikro ini juga penting dalam proses penyerapan zat besi sehingga bisa mencegah anemia.

Kekurangan vitamin C meningkatkan risiko cacat dan kematian kelahiran bayi dan meningkatkan stres. Kebutuhan tubuh terhadap vitamin C sekitar 60 mg perhari yang bisa Anda dapatkan dari pepaya, jeruk, stroberi, lemon, brokoli, atau cabai.

Vitamin D

Fungsi vitamin D dalam tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfor. Ibu hamil sangat membutuhkan zat gizi mikro ini. Kekurangan vitamin D pada ibu hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan diabetes mellitus dan rakhitis.

Kelebihan vitamin D juga tidak baik karena akan menyebabkan kelelahan. Kebutuhan tubuh terhadap vitamin D sekitar 5 mcg perhari. Anda bisa dapatkan dari ikan salmon, tuna, sarden, kuning telur, jamur, dan susu.

Vitamin E

Selain bersifat antioksidan, vitamin E juga penting untuk menangkal kanker, risiko kardiovaskular, komplikasi diabetes, dan katarak.

Kebutuhan harian normal terhadap vitamin E sekitar 7 mg perhari. Makanan yang kaya vitamin E antara lain bayam, brokoli, lobak hijau, alpukat, kacang almon, kacang hazelnut, dan kuaci.

Itulah berbagai fungsi dan jenis zat gizi mikro beserta fungsinya yang sangat penting untuk tubuh. Meskipun kebutuhan tubuh terhadap mikro nutrien sangat kecil namun jika kekurangan akan berdampak buruk untuk kesehatan dan janin. (R11/HR-Online)

Editor: Deni Supendi

- Advertisment -