Gegara Google Maps, Warga Jakarta Nyasar ke Hutan di Tasikmalaya

mobil tersesat menggunakan google maps
Mobil yang dikendarai Mad Jais (37), warga Tanah Abang, Jakarta, nyasar ke hutan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (03/10/2020), karena menggunakan Google Maps sebagai penunjuk arah. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Google Maps memang salah satu aplikasi navigasi terbaik saat ini. Sehingga tidak sedikit orang yang menggunakan aplikasi besutan Google ini saat melakukan perjalanan. Sebab aplikasi ini sangat membantu.

Namun lain halnya dengan Mad Jais (37), warga Tanah Abang, Jakarta. Mad malah nyasar saat menggunaan Google Maps.

Gegara Google Maps, pengendara asal Jakarta bukannya bisa sampai ke tempat tujuan. Malah, ia sampai tersesat ke hutan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (04/10/2020). 

Karena tidak tahu arah atau jalan hutan tersebut, membuat mobil pelat nomor B 1826 UKM yang Mad kendarai, tergelincir setelah masuk ke lubang jalanan tanah yang licin.

Akibatnya ia tidak dapat melanjutkan perjalanan. Sehingga, Mad bersama dengan temannya ini, terpaksa ‘menginap’ di dalam mobil di tengah hutan.

Bahkan, warga Tanah Abang Jakarta ini terjebak di tengah hutan sampai 10 jam lamanya.

“Saya mau ke Cikuya. Dalam perjalanan mengikuti aplikasi Google Maps. Namun bukannya sesuai tujuan, malah tersesat dan terjebak dalam hutan,” ucapnya kepada HR Online, Minggu (4/10/2020).

Mad mengungkapkan, bahwa tujuan sebenarnya adalah ke kawasan Cikuya, Kabupaten Tasikmalaya, untuk mengunjungi temannya.

Karena baru pertama kali dan tidak mengetahui jalan, maka ia memutuskan untuk menggunakan petunjuk arah dengan memakai aplikasi Google Maps.

“Saya lumayan takut juga saat tersesat masuk wilayah hutan dan perkebunan teh. Mau cari bantuan, namun pemukiman warga sangat jauh terlebih jika harus jalan kaki. Apalagi malam hari loh. Yah kepaksa kita bermalam di mobil,” ungkapnya.

Beruntung, pagi harinya ada petani yang hendak ke kebun. Kemudian, petani tersebut langsung membantu mengevakuasi kendaraan dengan menggunakan alat manual atau seadanya.

“Selain dorong pakai tangan juga pakai tali tambang. Mobil saya akhirnya bisa terangkat dari lobang jalan, setelah sejam melakukan evakuasi,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

Aegis Boost Pro