Gejala dan Tanda Tanda Sinusitis Beserta Penyebab dan Penanganannya

gejala dan tanda tanda sinusitis
Gejala dan tanda tanda sinusitis. Foto: Ist/net

Mengenal gejala dan tanda-tanda sinusitis bukan hanya penting, namun juga perlu kita waspadai. Gangguan peradangan ini sangat berbahaya jika cara mengatasinya tidak tepat. Penyebab sinusitis bisa karena virus atau lingkungan.

Sinusitis yang populer juga dengan sebutan rhinosinusitis merupakan pembengkakan yang terjadi pada sekitar organ sinus. Gangguan ini banyak terjadi pada daerah dingin. Menurut Wikipedia, sekitar 24 juta kasus sinusitis terjadi di Amerika tiap tahunnya.

Sinus adalah rongga kecil yang terdapat pada sekitar rongga hidung, belakang tulang dahi, belakang mata, dan tulang pipi bagian dalam. Rongga ini terdapat dalam tulang tengkorak manusia yang berfungsi untuk saluran udara.

Ada 6 organ sinus dalam tubuh yang menghasilkan semacam lendir yang berguna untuk menyaring partikel maupun bakteri yang terhirup dalam pernafasan. Sinus juga berperan dalam mengontrol suhu maupun kelembapan sebelum masuk ke paru.

Baca juga: Jenis Penyakit Tidak Menular, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Timbulnya tanda-tanda sinusitis bisa karena berbagai faktor penyebab. Seperti karena alergi, infeksi, virus, maupun karena gangguan auto imunitas. Infeksi inilah yang menyebabkan terjadinya peradangan.

Waspadai Gejala dan Tanda-tanda Sinusitis Ini

Peradangan pada sinus merupakan akumulasi dari gejala yang telah muncul sejak awal. Terlambat dalam memberikan penanganan akan menyebabkan kondisi semakin akut dan tentunya juga bisa berbahaya.

Karena itu penting sekali mengenal gejala maupun ciri dari gangguan penyakit ini agar bisa segera mendapat pengobatan. Nah, berikut ini beberapa gejala dan tanda-tanda sinusitis yang wajib Anda waspadai.

Rongga Hidung Tersumbat

Gejala yang cepat terlihat saat terjadi peradangan pada sinus adalah tersumbatnya rongga hidung. Gejala yang mirip dengan flu ini memang tidak untuk membedakannya sebagai sinusitis.

Penyumbatan sinus ini biasanya terjadi karena menumpuknya mukus atau ingus pada rongga hidung. Karena itu untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menyingkirkan penumpukan mukus tersebut.

Keluar Mukus dari Hidung

Selain menyumbat rongga hidung, mukus yang menumpuk tak jarang juga meleleh dan keluar dari rongga hidung. Tanda-tanda sinusitis ini juga mirip dengan gejala flu atau pilek. Sehingga tidak mudah pula untuk membedakannya dengan sinusitis.

Baca juga: Tanda Tanda Menopause, dari Kulit Keriput Hingga Gangguan Emosi

Salah satu ciri yang bisa untuk membedakannya dengan flu adalah timbulnya rasa nyeri saat Anda menekan bagian sekitar pipi. Karena itu untuk memastikannya sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter.

Daya Penciuman Menurun

Peradangan sinus tak hanya membuat saluran nafas melalui hidung tersumbat namun juga akan menurunkan daya penciumannya. Tak jarang penderita yang kurang mampu mencium bau yang ada di sekitarnya.

Mukus Bernanah dan Berbau dari Hidung

Keluarnya mukus atau ingus dari hidung juga bisa dengan adanya nanah. Tanda-tanda sinusitis ini terjadi akibat serangan virus atau bakteri. Penumpukan mukus karena kuman inilah yang bisa menyebabkan nanah.

Selain adanya nanah, mukus yang keluar biasanya juga mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Jika Anda mengalami kondisi sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter langganan Anda.

Sakit Gigi

Gejala sinusitis yang juga cukup populer adalah timbulnya sakit gigi. Letak sinus yang terhubung dengan bagian gigi juga sering menyebabkan gangguan pada salah satunya akan menyebabkan atau memicu sakit pada bagian lainnya.

Timbulnya sakit gigi karena sinusitis akibat peradangan yang ada telah menyebabkan peradangan pada jaringan gigi dan gusi. Sakit gigi ini biasanya sangat mengganggu yang juga akan menyebabkan sulit tidur.

Sakit Kepala

Tanda-tanda sinusitis lainnya yang juga banyak terjadi adalah timbulnya rasa sakit pada bagian kepala. Jika kondisi sinusitis semakin parah, sakit kepala yang terjadi juga akan semakin berat.

Rasa sakit kepala ini biasanya juga akan semakin berat jika Anda masuk atau berada di kawasan yang dingin atau lembap. Karena untuk meredakannya sebaiknya kondisikan lingkungan menjadi lebih hangat.

Demam Tinggi

Orang yang mengalami sinusitis biasanya juga akan mengalami demam tinggi. Namun kondisi ini biasanya terjadi jika peradangan sinus telah berkembang menjadi semakin parah dan terlambat dalam penanganannya.

Baca juga: Tanda Gejala Penyakit Liver yang Harus Diwaspadai, Jangan Abaikan!

Ciri demam ini biasanya terjadi bersamaan dengan sakit kepala. Hal ini terjadi karena sinusitis terjadi karena serangan virus, kuman, atau bakteri. Demam selalu merupakan gejala akibat sistem imunitas yang mencoba melawan bakteri.

Nafas Berbau

Tanda-tanda sinusitis lainnya yang mudah kita kenali adalah keluarnya bau tak sedap dar nafas penderita. Bagi penderita mungkin gejala ini kurang terasa, namun bagi orang lain yang berada dalam posisi dekat akan sangat terasa.

Bau nafas yang tak sedap ini juga memperlihatkan penumpukan mukus yang terjadi karena serangan kuman. Kondisi ini serupa dengan keluarnya mukus bernanah dan berbau.

Tubuh Gampang Lelah

Peradangan sinusitis juga akan menyebabkan terjadi perubahan hormon pada sinus. Kondisi ini akan menyebabkan emosi yang meningkat dan mudah tersinggung. Penderita juga akan mudah marah.

Perubahan hormon ini juga akan mempengaruhi tubuh yang menjadi mudah lelah. Bahkan saat Anda tak melakukan aktivitas apa pun, tubuh bisa menjadi lemas dengan tiba-tiba.

Daya Pengecap Berkurang

Tanda-tanda sinusitis juga dari kemampuan lidah dalam mengecap yang akan ikut terganggu akibat sinusitis. Saat makan, penderita biasanya akan berkurang nafsu makannya akibat kemampuan pengecapnya yang ikut berkurang.

Faktor Penyebab Penyakit Sinusitis

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit sinusitis. Namun peradangan sinus tak hanya karena bakteri atau kuman namun juga bisa karena hal lain. Berikut ini beberapa penyebab sinusitis yang wajib Anda tahu.

Kuman Penyakit

Peradangan sinus yang umum terjadi dan berkembang semakin parah umumnya terjadi akibat serangan kuman penyakit. Baik berupa virus atau bakteri. Virus atau bakteri menyerang sinus akibat kebersihan tangan yang tak terjaga.

Penyebab sinusitis karena kuman akan menyebabkan berbagai tanda-tanda sinusitis yang parah. Dari ingus yang bercampur dengan nanah yang berbau, demam dan sakit kepala yang sangat, hingga menyerang gigi.

Radang Gusi atau Gigi

Peradangan sinus juga tak jarang terjadi akibat adanya peradangan pada bagian gusi atau gigi. Kebiasaan yang jarang menggosok gigi menyebabkan gigi sakit. Kondisi inilah yang sering memicu terjadinya sinusitis.

Gangguan Tulang Hidung

Terganggunya tulang hidung juga bisa menyebabkan peradangan pada sinus. Gangguan ini bisa berupa terjadinya anomali ataupun karena bergesernya tulang hidung akibat benturan atau terkena pukulan.

Polip Hidung

Penyebab sinusitis lainnya yang juga sering terjadi adalah karena polip hidung. Gangguan ini akan menyebabkan mukus tidak bisa keluar. Kondisi ini bisa berbahaya karena akan menghalangi saluran pernafasan.

Faktor Lainnya

Selain berbagai faktor di atas, ada sejumlah faktor lain yang ikut menyebabkan penyakit sinusitis. Seperti asma rinitis, sakit gigi, infeksi jamur, penyempitan saluran hidung, pembengkakan dinding sinus, kebiasaan merokok, menurunnya sistem imun tubuh.

Baca juga: Penyakit pada Sistem Reproduksi, Kanker Serviks Hingga Hipogonadisme

Itulah berbagai penyebab sinusitis yang umum terjadi. Gangguan sinusitis umumnya terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa. Selain karena kebersihan tangan yang kurang, juga karena lemahnya sistem imunitas.

Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap penyakit ini menyebabkan jumlah kasus komplikasi sinusitis juga lebih banyak terjadi pada anak-anak. Apalagi gejala sinusitis memang sering mirip dengan gejala flu biasa.

Karena itu sangat penting bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap gejala maupun tanda-tanda sinusitis. Cari tahu faktor penyebabnya dan segera bawa anak ke dokter jika gejala tak menurun dalam beberapa hari. (R11/HR-Online)

Editor: Deni Supendi