Gejala Penyakit HIV, Kenali Sejak Dini untuk Mencegah AIDS

gejala penyakit HIV
Gejala penyakit HIV. Foto: Ist/net

Gejala penyakit HIV yang memang mirip tanda flu sering membuat orang menyepelekannya. Seperti demam, sakit kepala, nyeri pada tenggorokan, hingga tubuh merasa lemah. Penanganan penyakit HIV penting untuk mencegah AIDS.

Penyakit HIV/AIDS termasuk jenis gangguan yang pernah menjadi momok yang sangat menakutkan. Bahkan penyakit ini termasuk yang sangat mematikan. Namun seiring berjalannya waktu, sorotan terhadap gangguan ini semakin menurun.

HIV merupakan kepanjangan dari human immunpdefiency virus, yaitu jenis virus yang dapat merusak sistem imunitas tubuh. Caranya dengan menyerang limfosit atau sel-sel darah putih yang sangat penting untuk kekebalan tubuh.

Sel-T atau populer dengan sebutan sel CD-4 (kluster diferensiasi-4) terdapat dalam sel darah putih. Mengutip dari Wikipedia, Sel T ini memiliki fungsi dan peran sangat penting dalam melindungi dan memulihkan tubuh (self-healing).

Penderita umumnya tidak menyadari terserang virus ini karena gejala penyakit HIV yang tidak begitu jelas. Apalagi tanda yang timbul akibat serangan virus ini berlangsung lama dan lambat.

Sedangkan AIDS merupakan kepanjangan dari acquired immune deficiency syndrome. AIDS terjadi saat kekebalan tubuh sudah tidak mampu lagi melawan infeksi HIV. Sehingga AIDS merupakan tahap akhir dari dampak serangan HIV.

Kondisi tubuh yang tak mampu lagi mempertahankan diri terhadap penyakit membuatnya seperti mayat hidup yang tinggal menunggu kematian. Karena itu penyakit ini termasuk yang sangat mematikan karena melumpuhkan imunitas tubuh.

Penyakit HIV/AIDS terjadi tidak hanya melalui hubungan seksual saja seperti anggapan umum. Penyakit ini juga bisa menular melalui berbagai media, seperti percikan air liur saat berbicara dengan penderita.

Gejala Penyakit HIV Tahap Awal

Mengenal gejala maupun tanda serangan virus HIV sangat penting agar bisa segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Namun untuk memastikan seseorang terinfeksi HIV membutuhkan tes medis.

Berbahayanya penyakit ini sangat penting untuk mengenal tanda yang ada. Berikut ini berbagai gejala penyakit HIV yang sebaiknya Anda kenali dan waspadai.

Demam

Seperti serangan virus umumnya, tanda awal yang akan muncul antara lain demam tubuh. Demam merupakan reaksi alami tubuh dalam melawan serangan bakteri atau kuman. Gejala semacam ini juga terjadi pada penyakit flu.

Namun demam pada penderita HIV tidak akan turun dalam tiga hari. Bahkan kondisi ini bisa meningkat menjadi demam panas yang cukup tinggi. Jika ini terjadi sebaiknya segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sakit Kepala

Tanda lain yang juga biasanya muncul adalah sakit kepala. Namun tanda ini juga umum terjadi pada penyakit lainnya, sehingga tidak mudah membedakannya dengan serangan virus HIV.

Namun jika kondisi nyeri pada kepala tidak membaik dengan obat biasa, sebaiknya waspadai sebagai gejala penyakit HIV. Periksakan ke dokter untuk melakukan tes medis untuk memastikannya.

Sakit Tenggorokan

Gejala lain orang yang menderita infeksi HIV adalah gangguan pada tenggorokan. Selain terasa gatal yang sangat mengganggu, sakit ini juga terasa panas sehingga mendorong kita untuk sering minum air putih.

Diare

Tanda lainnya orang yang mengalami infeksi HIV adalah mengalami diare. Gangguan pada perut ini terjadi sebagai efek serangan virus terhadap sistem pencernaan. Karena itu waspadai gejala ini jika tak segera mereda.

Ruam Kulit

Serangan virus HIV juga akan menyebabkan terjadinya ruam pada kulit. Tak jarang orang yang menganggap gejala penyakit HIV ini sebagai alergi atau dampak perubahan suhu.

Namun jika kondisi ini tidak membaik dalam beberapa hari sebaiknya Anda segera memeriksakan ke dokter. Apalagi jika Anda merasa ruam terjadi tanpa sebab yang jelas.

Nyeri Otot

Gangguan pada otot seperti timbulnya rasa nyeri umum terjadi saat kita melakukan aktivitas fisik yang agak berlebihan. Selain nyeri otot, rasa sakit ini juga bisa terjadi pada bagian persendian.

Namun jika tanda ini muncul padahal Anda tidak berolahraga atau melakukan pekerjaan fisik perlu waspada. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya dan mendapat penanganan yang cepat.

Keluar Keringat Malam

Gejala penyakit HIV lainnya yang umum terjadi adalah keluarnya keringat malam, khususnya saat tidur. Tanda ini mungkin tak masalah jika kamar tidur memang pengap dan suhu udara lingkungan sedang tinggi.

Namun jika Anda tidur dalam kamar ber-AC dan keringat keluar dengan cukup banyak menandakan adanya gangguan dalam tubuh. Segera periksakan ke dokter jika kondisi tidak menurun setelah beberapa hari.

Kelelahan Tubuh

Tubuh yang mudah lelah juga bisa menjadi tanda orang terserang virus HV. Meski begitu gejala ini juga umum terjadi pada serangan bakteri atau virus lainnya. Bahkan sakit flu juga bisa menyebabkan gejala ini.

Kelelahan tubuh yang terjadi karena aktivitas fisik tentunya lumrah terjadi. Namun jika Anda merasa tidak melakukan kegiatan fisik namun tubuh mudah lemas sebaiknya waspadai juga. Apalagi kondisi semakin parah.

Terjadi Ulkus Kelamin

Gejala penyakit HIV lainnya yang cukup terlihat adalah timbulkan luka pada bagian kemaluan. Tanda yang mirip dengan penyakit kelamin ini juga populer dengan sebutan ulkus kelamin. Bentuk tukak lebih mirip seperti sariawan.

Sakit Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening memiliki fungsi sebagai dukungan terhadap sistem imunitas dalam melawan serangan virus. Untuk serangan kuman atau bakteri biasa bisa saja sistem imunitas berhasil dalam menangkal penyakit.

Namun jika kelenjar getah bening mengalami pembengkakan bisa saja memperlihatkan bahwa serangan virus yang sangat agresif. Ini juga memperlihatkan kondisi yang lebih berat sehingga perlu bantuan dokter.

Gejala Penyakit HIV Tahap Klinis

Gejala pada tahap awal yang tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat akan berlanjut dengan munculnya gejala lanjutan. Berikut ini tanda klinis serangan virus HIV maupun efeknya yang sebaiknya Anda waspadai.

Berat Badan Turun

Banyak orang, khususnya wanita yang ingin menurunkan berat badan. Namun banyak juga yang gagal. Namun jika berat badan Anda turun secara bertahap tanpa melakukan diet sebaiknya waspadai.

Pada penderita HIV, penurunan berat badan ini bisa berlangsung drastis. Ini merupakan dampak akibat rusaknya sistem imunitas tubuh dan sistem organ lainnya. Meskipun agak terlambat, segera periksakan ke dokter.

Mudah Terserang Penyakit

Tahap lebih lanjut gejala penyakit HIV adalah tak berfungsinya lagi sistem imunitas tubuh. Akibat serangan virus HIV ini tubuh akan sangat mudah terserang penyakit. Bahkan untuk jenis penyakit ringan sekalipun.

Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa serangan virus HIV sudah menyebar. Biasanya fungsi sistem tubuh lainnya juga akan ikut terganggu. Segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang cepat.

Mudah Menular

Perkembangan serangan virus HIV memang berlangsung lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Namun jika sistem imunitas tubuh sudah lumpuh, maka virus akan menguasai tubuh. Pada kondisi ini penderita bisa menularkan penyakitnya pada orang lain.

Gejala Penyakit HIV/AIDS dan Komplikasinya

Serangan virus HIV yang tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan rusaknya sistem imunitas tubuh. Gejala penyakit ini yang telah menjadi AIDS bisa memicu timbulnya komplikasi yang mungkin akan terjadi.

Gejala dan tanda penyakit AIDS antara lain demam tinggi selama berhari-hari, tubuh yang mudah lelah, kesulitan bernafas, diare terus menerus, maupun berat badan yang turun secara drastis.

Daya tahan tubuh yang semakin parah juga akan memicu timbulnya bintik-bintik ungu yang tidak mudah hilang dan infeksi jamur pada bagian mulut, tenggorokan, maupun kemaluan.

Dalam kondisi yang parah, penderita HIV/AIDS akan mengalami berbagai komplikasi penyakit yang berbahaya. Seperti penyakit kanker, infeksi kuman, tuberkulosis (TBC), toksoplasmosis, kriptokokus miningitis, dan lainnya.

Itulah berbagai gejala penyakit HIV yang sebaiknya kita waspadai dankenali sejak dini. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegahnya menjadi AIDS dan terjadinya komplikasi yang berbahaya. (R11/HR-Online)

Editor: Eva Latifah