Hujan Meteor Taurid Selatan Bisa Menghasilkan Bola Api Menakjubkan

Hujan Meteor Taurid Selatan
Ilustrasi Hujan Meteor Taurid Selatan. Foto Istimewa

Hujan meteor Taurid Selatan menjadi salah satu fenomena langit yang ada pada bulan Oktober ini. Fenomena langit tersebut sangat mengagumkan setelah hujan meteor Draconid yang terjadi beberapa hari sebelum peristiwa ini. Kini giliran South Taurids yang muncul menghiasi langit.

Menjadi fenomena hujan meteor yang ketiga pada bulan Oktober, oleh karenanya tak lengkap rasanya jika kita tidak menyaksikannya.

Hujan Meteor Taurid Selatan

Hujan meteor merupakan sebuah peristiwa atau kejadian luar angkasa yang berkaitan dengan adanya komet. Sementara itu, komet adalah salah satu benda langit yang melaju sangat cepat serta meninggalkan debu-debu atau puing-puing yang berupa batuan pada jalur orbitnya.

Saat Bumi berada pada lintasan tersebut, maka puing-puing atau debu yang berasal dari komet akan tertarik oleh medan gravitasi Bumi. Hal tersebut menjadikan puing-puing akan masuk ke atmosfer Bumi dan akhirnya menjadi hujan meteor.

Hal yang sama juga South Taurid atau Taurid Selatan Alami. Sementara itu, hujan meteor ini berasal dari puing bebatuan komet 2P/Encke yang pertama kali muncul sebagai hujan meteor, yakni pada tahun 1786.

Memang, hujan meteor seringkali dapat kita temukan. Karena, peristiwa ini mempunyai radian konstan atau titik muncul pada tiap tahun. Sedangkan hujan meteor Taurid Selatan dapat kita ketahui dari namanya, yakni yang berhubungan dengan rasi bintang Taurus.

Sehingga, pada setiap tahun, kita akan menyaksikan hujan meteor ini dari rasi bintang berlambang zodiak banteng tersebut. Posisi dari rasi bintang Taurus ada pada langit bagian utara.

Jadi, anda tinggal mendongakkan kepala ke arah utara jika ingin melihatnya. Apabila anda melihat atau menemukan rasi bintang Taurus, maka akan terdapat beberapa gugusan bintang yang juga menarik untuk anda saksikan. Rasi-rasi bintang tersebut seperti Hyades, Pleiades, dan juga Aldebaran.

Baca Juga: Fenomena Hujan Meteor Camelopardalid, Lambat dan Berkilauan

Bola Api Taurid Selatan

Melansir pada laman Earthsky, Taurid Selatan memiliki potensi mengeluarkan bola api. Hal ini akan menjadi salah satu hal yang menarik saat menyaksikan hujan meteor ini. Bola api menjadi istilah yang sering orang pakai dalam menggambarkan hujan meteor yang sangat terang.

Terdapat beberapa hujan meteor yang dapat menghasilkan bola api dan salah satunya adalah hujan meteor Taurid Selatan. Sebenarnya, tak ada yang dapat mengetahui dan memprediksi berapa jumlah bola api yang akan Taurid Selatan ini hasilkan.

Akan tetapi, jika menilik pada tahun 2015 silam, fenomena ini pernah terjadi, maka persentasenya akan terjadi begitu besar. Tentu saja, akan semakin banyak yang terlihat jika langit sekitar gelap dan juga bebas dari cahaya.

Waktu Terjadi Hujan Meteor South Taurid

Hujan meteor ini terjadi pada saat tengah malam, yakni pada pukul 00.00 untuk daerah waktu yang berbeda-beda. Jika anda ingin menyaksikannya, maka dapat melihatnya pada langit tengah malam tersebut.

Kurun waktu dan berlangsungnya hujan meteor Taurid Selatan ini cukup lama hingga menjelang matahari terbit. Sebenarnya hujan meteor ini bukanlah fenomena yang besar, namun sangat layak untuk anda saksikan. Karena, setidaknya terdapat lima ekor meteor yang melintas pada per jamnya.

Jika anda ingin menyaksikannya, maka cari tempat yang gelap, atau jika anda ingin melihatnya secara lebih jelas dapat menggunakan teleskop atau teropong bintang. Jika anda beruntung, maka akan mendapatkan fenomena langit malam langka yang indah dan mengagumkan.

Baca Juga: Hujan Meteor Delta Aquariids Menghiasi Langit Malam Disusul Perseid

Fenomena Hujan Meteor Lain pada Bulan Oktober

Selain anda dapat menyaksikan hujan meteor Taurid Selatan, fenomena yang serupa dapat anda saksikan setelahnya. Hujan meteor Aurigid menjadi penampil selanjutnya pada pertunjukan langit malam. Ia akan muncul pertengahan bulan ini.

Hujan meteor tersebut akan melesat dengan kecepatan luar biasa, yakni 64 kilometer per detik. Posisi munculnya berada pada langit horizon sekitar pukul 22.26 WIB hingga matahari terbit pada fajar menyingsing.

Selanjutnya adalah hujan meteor Orionid yang berasal dari rasi bintang Orion. Ia akan menjadi fenomena hujan meteor yang mengakhiri pertunjukan pada bulan Oktober.

Pada hujan meteor pamungkas ini akan terjadi lebih banyak jumlahnya. Puncaknya akan terjadi pada 21 Oktober. Terdapat sekitar 25 meteor per satu jam dengan laju 66 kilometer per detik.

Fenomena hujan meteor yang berasal dari debu atau puing komet Halley ini berlangsung sepanjang bulan Oktober. Salah satunya adalah hujan meteor Taurid Selatan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang