Imbauan Protokol Kesehatan 3W di Terminal Bis Pangandaran

Imbauan protokol kesehatan 3W di Terminal Bis Pangandaran. Foto: Madlani/HR.
Imbauan protokol kesehatan 3W di Terminal Bis Pangandaran. Foto: Madlani/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Imbauan protokol kesehatan 3W (wajib pakai masker, wajib cuci tangan dengan sabun, dan wajib jaga jarak) selalu dilakukan petugas Terminal Pangandaran, Jawa Barat, kepada para penumpang.

Koordinator Terminal Pangandaran, Dadan Hamdani, mengatakan, pihaknya selalu memberikan edukasi dan imbauan kepada para penumpang agar mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

“Tak jarang kita jumpai masih ada para penumpang yang tidak menggunakan masker, lalu kita himbau. Kita juga memberikan masker untuk dipakai. Ini sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di tempat umum terminal ini,” katanya, kepada HR Online, Selasa (06/10/2020).

Selain itu, lanjut Dadan, dalam area Terminal Pangandaran juga tersedia prasarana tempat untuk mencuci tangan. Pihaknya pun selalu mengimbau kepada para penumpang untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan fasilitas kendaraan umum.

Baca Juga : Stasiun KA Banjar Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

“Kita sudah siapkan tempat cuci tangan dekat tempat tunggu penumpang. Jadi sebelum naik dan turun dari kendaraan, mereka wajib mencuci tangan terlebih dulu,” kata Dadan.

Imbauan protokol kesehatan 3W terus disampaikan petugas Terminal Pangandaran. Selain wajib memakai masker, dan wajib mencuci tangan, para penumpang juga wajib menjaga jarak. Karena situasinya terminal sepi penumpang, maka otomatis para penumpangnya sudah menjaga jarak.

Dadan menambahkan, saat ini jumlah penumpang yang menggunakan fasilitas kendaraan umum mengalami penurunan hingga 50 persen. Sepinya penumpang akibat adanya pandemi Covid-19 sehingga sejumlah daerah memberlakukan PSBB.

“Pembatasan sekolah tatap muka juga menjadi penyebab sepinya penumpang angkutan umum, imbas dari pandemi Covid-19. Selain itu, adanya isu tsunami jadi penumpangnya tidak ada,” pungkas Dadan Hamdani. (Madlani/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah