Jumlah Pemohon SKU di Kelurahan Pataruman Banjar Melonjak

Jumlah Pemohon SKU di Kelurahan Pataruman Banjar Melonjak
Warga saat mengantri pembuatan SKU di Kantor Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Hendra Irawan/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Jumlah pemohon pembuatan SKU (Surat Keterangan Usaha) di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengalami lonjakan yang signifikan.

Pembuatan SKM ini merupakan syarat untuk mengajukan Bantuan Presiden (Banpres) UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) tahap 2 sebesar Rp2,4 juta, yang kembali dibuka pemerintah.

Namun bedanya, dalam pengajuan bantuan tahap 2 ini, pendaftarannya melalui online, tidak dikumpulkan melalui RT/RW dan desa/kelurahan setempat.

Ha itu dikatakan Lurah Pataruman, Ading A Gunawan, melalui Kasi. Kesmas, Hendi Soemantri, yang didampingi Kapem. Kelurahan Pataruman, H. Makhsus, kepada Koran HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2020).

“Warga berbondong-bondong ke kantor kelurahan untuk membuat SKU sebagai syarat pengajuan bantuan ini sudah dimulai sejak hari Kamis pekan lalu. Namun, karena terpotong libur Sabtu dan Minggu, makanya hari ini (Senin-12/10/2020), mereka kembali ke kelurahan untuk membuat SKM. Makanya penuh seperti ini,” terang Hendi.

Sedangkan, mengenai jumlah bantuannya masih tetap sama, yaitu sebesar Rp2,4 juta. Hanya pengajuannya saja yang berbeda.

Semua warga pelaku UKM bisa mengajukan dengan dilandasi data yang benar. Masalah dapat tidaknya bantuan tersebut, kata Hendi, hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Hal senada dikatakan H. Makhsus, bahwa pihaknya akan melayani warga yang pengajuan membuat SKU sampai tanggal 29 Oktober ini.

“Setelah tanggal tersebut, otomatis akan kami tutup pelayanan pembuatannya,” kata Makhsus.

Untuk Tambahan Modal Usaha

Di lain tempat, Jeje (67), salah seorang pedagang baso keliling, warga Kelurahan Pataruman, mengaku sudah mendaftar program Banpres UMKM tahap 2.

Jika nantinya lolos, maka bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk menambah modal dagangnya.

“Saya mengikuti program bantuan ini tahu dari teman dan anak saya. Makanya langsung ke kelurahan untuk membuat SKU. Dapat atau tidaknya bantuan ini terserah, yang penting saya ikut dulu,” ungkap Jeje.

Ungkapan serupa dikatakan Cicih (57), warga Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman. Dirinya ikut tetangganya membuat SKU untuk daftar pengajuan bantuan UMKM.

“Saya memang punya usaha warung kecil-kecilan di rumah. Atas dorongan tetangga yang sama-sama pedagang kecil, saya pun ikuti membuat SKU ini, katanya syarat mendapat bantuan. Kalau dapat alhamdulillah, tidak juga gak apa-apa, karena yang mengajukan bantuan ini pastinya banyak,” ujarnya. (HND/Koran HR)