Karakteristik Tulang Pipa, Definisi, Hingga Struktur dan Jenis-Jenisnya

Karakteristik Tulang Pipa
Ilustrasi Karakteristik Tulang Pipa. Foto Istimewa

Karakteristik tulang pipa atau tulang panjang merupakan jenis tulang pada vertebrata, termasuk manusia, yang bentuknya seperti tabung/pipa. Terdapat berbagai jenis serta bentuk tulang dalam tubuh manusia. Struktur dari tulang pipa ini padat dan keras.

Sehingga, jenis tulang ini sering memiliki fungsi dalam fondasi dan juga tumpuan gerakan oleh tubuh. Tulang panjang atau tulang pipa memiliki beberapa jenis serta fungsi masing-masing.

Definisi, Fungsi dan Karakteristik Tulang Pipa

Untuk karakteristik dari tulang pipa ini sebenarnya menjadi sebuah gambaran umum atau bayangan sebagian besar orang ketika mendengar kata tulang. Bentuknya panjang dan seperti tabung/pipa.

Kemudian, pada bagian atas atau bawahnya terdapat ujung sebagai perekat dengan tulang lain yang membentuk persendian. Lalu, pada bagian tengahnya bentuknya lurus memanjang seperti batang.

Pada bagian tengah lubangnya, terdapat rongga atau lubang kecil layaknya spons dengan isi sumsum tulang. Sumsum tulang tersebut berwarna kuning serta merah. Lalu, pada sumsum tulang tersebutlah tempat yang mana sel darah merah tercipta dari tubuh.

Melansir dari Wikipedia, secara umum fungsi dari karakteristik tulang pipa ini adalah menopang berat tubuh dan juga memfasilitasi gerakan yang tubuh lakukan.

Fungsi dalam menopang biasanya dari batang tulang panjang tersebut. Kemudian, fungsi pada bagian lain tulang panjang ini yakni berhubungan dengan gerakan dan persendian (ujung-ujungnya).

Baca Juga: Fungsi Garis Tangan Bukan Pertanda Ramalan, Ini Fakta Ilmiahnya!

Jenis-Jenis Tulang Pipa

Dalam tubuh manusia terdapat tulang pipa yang berfungsi sebagai penopang dan pergerakan sendi. Tulang pipa juga merupakan tulang yang keras dan padat. Seperti pada tulang lengan atas (humerus), tulang pengumpil (radius), tulang hasta (ulna), tulang betis (fibula), dan tulang paha (femur).

Lalu, juga terdapat pada tulang kering (tibia), tulang jari kaki, jari tangan tengah (metacarpal), tulang jari tangan, dan kaki bagian atas (phalanges).

Untuk ukuran, dari tulang lengan sampai pada tulang paha memang cukup besar. Sehingga akan sesuai jika termasuk ke dalam kelompok tulang pipa.

Lantas, kenapa tulang jari juga termasuk ke dalam kelompok tulang ini? Karena bentuk tulang jari memiliki struktur anatomi yang mirip dengan deskripsi karakteristik tulang pipa. Pada bagian ujung-ujung tulang jari membentuk persendian serta pada bagian tengah memiliki bentuk seperti batang.

Proses Pertumbuhan Tulang Pipa

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jaringan tulang. Salah satunya yakni sekresi hormon gonadotropin yang merupakan hormon pertumbuhan. Hormon tersebut pengelolaannya dari hormon oksitosin yang berasal dari hipotalamus.

Dengan adanya hormon pertumbuhan tersebut, maka akan terbentuk anatomi dari tulang manusia. Selain itu, akan terbentuk fungsi dari tulang-tulang dalam tubuh sebagai fungsi pertumbuhan tulang lainnya. Kemudian, terdapat arti dari proses pertumbuhan dari tulang baru yang dapat kita sebut dengan osifikasi.

Hal itu terjadi ketika proses pertumbuhan jaringan ikat menjadi tulang keras. Lalu, pada proses osifikasi terdapat perbedaan jenis, yakni osifikasi endokondral dan osifikasi intramembranosa. Sehingga, karakteristik tulang pipa pun terbentuk dengan kuat dan kokoh.

Proses osifikasi endokondral yakni tulang berasal dari tulang rawan yang menjadi tulang keras. Sementara itu, pada osifikasi intramembranosa yakni proses perkembangan dari jenis tulang ke sel-sel mesenkim.

Baca Juga: Struktur Kuku Manusia Beserta Fungsi dalam Proses Pembentukannya

Struktur Tulang Pipa

Secara umum tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian, yaitu epifise, metafise, dan diafise. Pada epifise merupakan bagian ujung tulang pipa. Kemudian, pada bagian ini mempunyai bentuk yang bulat dan dapat tampak keseluruhan yang benar-benar seperti tabung/pipa.

Lalu, karakteristik tulang pipa ini pada ujungnya juga memiliki lapisan berupa tulang rawan. Bagian tulang pipa ini juga terbagi atas distal epifisis (bagian jauh dengan torso) serta proksimal epifisis (bagian dekat dengan torso).

Selanjutnya pada metafise merupakan bagian tulang pipa yang berada pada tengah-tengah epifise dan diafise. Kemudian, pada metafise terdapat cakra epifise yang dapat memanjang. Lalu pada masa pertumbuhannya sel tulang membelah untuk menambah panjang dari tulang.

Terakhir adalah diafise yang merupakan bagian tulang pipa yang mempunyai rongga serta berbentuk silinder. Bagian ini terdapat sumsum tulang yang merupakan susunan pembuluh darah dan juga saraf. Pada bagian karakteristik tulang pipa inilah sel darah terbentuk. (R10/HR Online)

Editor: Jujang