Kawal Dugaan Korupsi di Desa Baregbeg, F-TMD Datangi Polres Ciamis

Desa Baregbeg
Mapolres Ciamis. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Forum Transparansi Masyarakat Desa Baregbeg (F-TMD) mendatangi Mapolres Ciamis, Senin (19/10/2020).

Kedatangan F-TMD tersebut adalah melakukan silaturahmi. Selain itu juga audensi dengan pihak Kepolisian terkait penanganan dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh pihak pemerintah Desa Baregbeg, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Ketua F-TMD, Mujianto, mengatakan, masyarakat Desa Baregbeg saat ini menanti informasi terkait penanganan dugaan kasus korupsi yang tengah ditangani Polres Ciamis.

“Kedatangan kami bersama sepuluh orang perwakilan dari Desa Baregbeg sekedar ini mempertanyakan sampai sejauh mana penanganan dugaan kasus yang saat ini menjadi perbincangan warga. Adapun dalam hal ini, kami sebagai masyarakat sangat berharap proses ini terus berjalan. Sehingga nanti akan muncul kesimpulan yang jelas dan masyarakat tidak dibuat menanti berlarut-larut,” ucapnya.

Mujianto menambahkan, dari hasil pertemuan pihaknya dengan Polres Ciamis, Kepolisian menyampaikan akan terus menjalankan proses terkait dugaan korupsi di Desa Baregbeg. Pihak Kepolisian juga berjanji menangani kasus tersebut dengan dasar kesamaan hukum untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa tebang pilih.

“Sekali lagi kami berharap ada titik terang dalam permasalahan ini, mengingat lapisan masyarakat bawah menunggu hasil tersebut secara resmi. Apakah dugaan kasus tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak. Sehingga masyarakat tidak menyimpulkan kebenaran atau dugaan kesalahan sendiri,” tambahnya. 

Dalam hal ini, menurut Mujianto, pihak Kepolisian meminta masyarakat Desa Baregbeg untuk bersabar, lantaran proses terus berjalan.

“Tadi juga pihak Polres menyampaikan kepada kami, meminta kepada masyarakat untuk bersabar. Proses penanganan kasus dugaan korusi tidak secepat tindak pidana umum lainnya, bisa memakan waktu setahun atau lebih,” ungkapnya.

Menurut Mujianto, pihak Kepolisian menyampaikan ada banyak hal yang harus dilakukan dalam penanganan dugaan kasus korupsi. Diantaranya meminta bantuan ahli untuk menghitung potensi kerugian.

“Dalam hal ini kami sebagai masyarakat akan tetap mengapresiasi kinerja penyidik, apapun nanti itu hasilnya,” imbuhnya. (Suherman/R7/HR-Online)

Editor: Ndu