Sebelum Dianggap Manjur, Keamanan Vaksin Covid-19 Paling Utama Diuji

Sebelum Dianggap Manjur, Keamanan Vaksin Covid-19 Paling Utama Diuji
Ilustrasi vaksin. Foto: Ist/net

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Dalam pengembangan dan penelitian vaksin Covid-19 hal utama yang paling diperhatikan adalah keamanan. Apakah vaksin tersebut aman atau tidak dikonsumsi manusia? Pada tahap uji klinis pun penekanan paling utama adalah sisi keamanan bagi kesehatan manusia.

“Pada uji klinis tahap 1 penekanannya pada sisi keamanan. Apabila setelah disuntikan pada sejumlah relawan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan dan jiwa manusia, maka uji klinis tahap berikutnya akan dilanjutkan,” kata Bambang Brodjonegoro.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) ini mengemukakan hal itu saat memberikan pemaparan terkait vaksin Covid-19 pada acara talkshow yang disiarkan Channel YouTube BNPB, belum lama ini.

Keamanan Vaksin Covid-19 Paling Utama Diuji 

Apabila pada uji klinis tahap pertama menimbulkan efek samping bagi kesehatan manusia, lanjut Bambang, maka uji klinisnya akan dihentikan. “Kemudian relawan yang mengalami gangguan kesehatan setelah dilakukan vaksin akan diperiksa. Apakah sakitnya memang karena vaksin atau ada faktor lain,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Bambang, sebelum vaksin Covid-19 dinyatakan manjur atau tidak, harus dipastikan dulu apakah aman atau tidak bagi kesehatan manusia.

Baca juga: Kisah Pasien Positif Covid-19 yang Tertular Saat Pergi Liburan

“Apakah sebuah vaksin manjur atau tidak itu urusan berikutnya. Yang paling utama adalah keamanan dari Vaksin Covid-19 tersebut. Setelah dinyatakan aman dan tidak menimbulkan efek samping baru melangkah pada pengujian manjur atau tidak,” katanya.

Bambang mengatakan, sebelum diproduksi secara massal, Vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat diuji terlebih dahulu dalam beberapa tahap. Mulai diuji kepada hewan sampai dilakukan uji klinis yang berlangsung tiga tahapan.

“Yang pasti keamanan Vaksin Covid-19 bagi manusia paling utama. Ketika tahapan uji klinis selesai dilakukan berarti vaksin tersebut aman dan dianggap manjur untuk menangkal virus corona,” ungkapnya.

Kasus di Amerika dan Brasil

Terkait kasus kematian warga Brasil dan Amerika Serikat yang meninggal pasca diberikan Vaksin Covid-19, Bambang mengatakan bahwa kasus itu terjadi ketika dilakukan uji klinis. Pada kasus itu pun, kata dia, proses uji klinisnya langsung dihentikan.

“Ketika pasca pemberian vaksin terdapat satu relawan mengalami efek samping yang mengancam jiwa, maka proses uji klinis dihentikan. Prosedurnya memang begitu. Meskipun belum diketahui apakah efek samping itu disebabkan oleh vaksin atau ada faktor lain,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Doni Monardo Bertemu Orang Positif Covid-19 Tapi Tak Tertular

Bambang menambahkan, apabila setelah dilakukan pemeriksaan terhadap relawan tersebut menyatakan bahwa terjadi gangguan kesehatan bukan dari efek samping vaksin, tapi karena faktor lain, maka tahapan uji klinis akan dilanjutkan kembali.

“Tapi jika karena efek samping vaksin, maka vaksin tersebut dinyatakan tidak lolos uji klinis. Tahapan langsung dihentikan. Cara-cara itu pun akan kami lakukan saat nanti melakukan uji klinis vaksin merah putih. Dengan begitu keamanan Vaksin Covid-19 benar-benar bisa terjamin,” pungkasnya. (Bgj/R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara