Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita PangandaranKemenag Pangandaran Ajak Guru Edukasi 3M Cegah Covid-19

Kemenag Pangandaran Ajak Guru Edukasi 3M Cegah Covid-19

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kantor Kementrian Agama Kabupaten (Kemenag) Pangandaran, Jawa Barat terus melakukan edukasi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun yang mengalir) kepada masyarakat.

Sasaran utama Kemenag Pangandaran dalam melakukan edukasi adalah guru dan siswa. Hal ini guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah keagamaan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran H. Supriana, mengajak semua tenaga pendidik untuk terus menyampaikan edukasi baik kepada siswa maupun masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Ajakan disampaikan saat membuka kegiatan pelatihan teknis Informasi Komputer (TIK) MTs Angkatan III di wilayah kerja Balai Diklat Keagamaan Bandung Tahun 2020.

“Situasi dan penyebaran Covid-19 belum berakhir bahkan cenderung trennya meningkat. Oleh karena itu situasi ini menuntut kita untuk menyikapinya secara benar terutama yang terjadi di dunia pendidikan,” kata Supriana saat membuka pelatihan di MAN 1 Pangandaran, Senin (5/10/2020).

Masih menurut Supriana, sudah lebih dari setengah tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19, dampaknya terjadi pada berbagai sektor kehidupan. Karena itu, semua orang harus saling mengingatkan terkait protokol kesehatan.

“Bagi kita bukan hanya sekedar menjaga, tetapi kita juga punya kewajiban untuk mengedukasi baik peserta didik, orang tua, termasuk masyarakat terkait dengan upaya pemutusan penyebaran Covid 19,” ujarnya.

“Covid-19 ini wabah yang harus kita antisipasi. Harus kita hindari sehingga kewajiban untuk selalu menggunakan protokol kesehatan bukan serta merta dan tidak ada alasan. Karena itu (protokol kesehatan) dalam rangka ikhtiar maksimal agar wabah ini tidak menyebar,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan sekaligus menegaskan bahwa tidak boleh muncul anggapan bahwa Covid-19 tidak ada.

“Jangan punya anggapan bahwa pandemi ini tidak ada. Ini adalah bencana dunia sehingga kita harus mempercayai bahwa memang Covid 19 ini ada. Karena itu kita punya kewajiban dan berikhtiar untuk selalu tidak terpapar. Mudah-mudahan kita dan semuanya terhindar dari Covid-19,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)

- Advertisment -