Kepala Daerah Diminta Batasi Aktivitas Tempat Wisata Saat Libur Panjang

Kepala Daerah Diminta Batasi Aktivitas Tempat Wisata Saat Libur Panjang
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo, menegaskan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah agar mengontrol dan membatasi kunjungan di tempat wisata dan hiburan yang berada di daerahnya pada saat libur panjang nanti.

Hal itu untuk mencegah meningkatnya kembali angka kasus aktif Covid-19 yang sebelumnya terjadi peningkatan pada bulan Agustus dan September.

Seperti diketahui, pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran cuti bersama pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Sementara pada tanggal 29 Oktober merupakan hari libur nasional dan tanggal 31 Oktober dan 1 November hari Sabtu dan Minggu.

Baca juga: Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Belum Menjamin Pandemi Berakhir

Dengan begitu, untuk pegawai pemerintahan maupun swasta akan menikmati libur panjang dari tanggal 28 Oktober sampai tanggal 1 November.

“Saat liburan Idul Fitri lalu, kita bisa mencegah peningkatan angka kasus Covid-19 dengan menggencarkan kampanye ‘jangan mudik’. Meski waktu itu kasus Covid-19 terjadi penambahan, namun tidak setinggi pada bulan Agustus dan September,” kata Letnan Jenderal TNI ini yang disiarkan channel Youtube BNPB, Rabu (21/10/2020).

Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 Pasca Libur Panjang

Menurut Doni, belajar dari pengalaman pada bulan Agustus dan September yang diberlakukan pelonggaran aktivitas sosial, membuat angka kasus aktif Covid-19 melonjak tajam.

“Selama bulan Agustus dan September terdapat beberapa hari libur nasional, salah satunya libur Idul Adha. Karena diberlakukan pelonggaran aktivitas sosial, kemudian memancing masyarakat untuk berlibur ke sejumlah tempat wisata. Akibatnya selama dua bulan itu kasus aktif Covid-19 terjadi penambahan yang signifikan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Doni, pada liburan panjang tanggal 28 sampai 31 Oktober mendatang masyarakat diingatkan agar tidak berlibur ke tempat wisata. Hal itu agar tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 pada bulan November.

“Kami meminta kepada masyarakat agar bekerjasama dalam penanganan kasus Covid-19. Apabila liburan bisa ditunda, sebaiknya tunda dulu. Kami sarankan agar mengisi liburan di rumah bersama keluarga,” pintanya.

Namun, kata Doni, apabila ada masyarakat yang sudah terlanjur merencanakan liburan ke tempat wisata, pihaknya tidak melarang. Asalkan saat berkunjung ke tempat wisata mematuhi serta menjalankan protokol kesehatan.

“Kami ingatkan juga kepada masyarakat yang sudah terlanjur akan berlibur agar memilih tempat yang aman dari penularan Covid-19. Pilih dan kunjungi rumah makan dan hotel yang sudah menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Daerah Diminta Berinovasi dalam Penanggulangan Covid-19

Menurut Doni, sejumlah kepala daerah di Indonesia ada yang sudah menerapkan aturan standarisasi rumah makan dan hotel agar menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, kata Doni, di depan bangunan hotel dan rumah makan ditempeli sebuah stiker yang menyatakan sudah berstandar protokol kesehatan.

Baca juga: Nakes Garda Terdepan Lawan Covid-19, Jaber Ciamis Serahkan APD

“Inovasi itu sangat bagus. Kami sangat mengapresiasi kepala daerah yang sudah melakukan terobosan dalan penanganan Covid-19. Makanya Mendagri akan mengirim surat kepada seluruh kepala daerah agar mengontrol tempat wisata di daerahnya supaya semua patuh pada protokol kesehatan,” ujarnya.

Doni menjelaskan, peran kepala daerah sangat vital dalam penanggulangan Covid-19. Melalui kewenangannya, kepala daerah bisa mengkoordinasikan semua unsur untuk bersama-sama melakukan penanganan penyebaran Covid-19.

“Untuk itu kami meminta semua kepala daerah untuk terus membuat inovasi dan terobosan dalam menekan angka penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing. Inovasi sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa benar-benar patuh terhadap protokol kesehatan,” ujarnya. (R2/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara