Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Prilaku Masyarakat Perlu Dijaga

Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Prilaku Masyarakat Perlu Dijaga. Foto: Istimewa.
Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Prilaku Masyarakat Perlu Dijaga. Foto: Istimewa.

Berita Nasional (harapanrakyat.com),- Kesembuhan pasien Covid-19 meningkat. Di Provinsi DKI Jakarta, peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh menempati urutan pertama dari tiga provinsi terbesar, yakni Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Tercatat per tanggal 30 September 2020, jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh terbanyak, yakni hingga 1.456 kasus, sedangkan kumulatifnya mencapai 60.231 kasus.

Sementara, secara nasional, jumlah total pasien yang sembuh kini mencapai 214.947 kasus, dan pasien sembuh juga bertambah lagi, yaitu sebanyak 4.510 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM., menyebutkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 ini berkat kerja sama antara masyarakat, pemerintah, serta pihak swasta.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Kota Banjar Kembali Bertambah Dari Klaster Gamer

Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat

Perubahan Prilaku Masyarakat Terapkan 3 M Perlu Dijaga

Adanya perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terkait memakai masker, menjaga jarak sengan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan menggunakan sabun.

“Tingkat kesembuhan ini berkat partisipasi masyarakat yang harus tetap terjaga kesehatannya,” ujar dr. Widyastuti, dalam talkshow bertema ‘Update Kesembuhan Covid-19: Tingkat Kesembuhan Makin Tinggi’.

Talkshow yang berlangsung melalui aplikasi zoom itu bertempat dalam gedung Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), Gedung BNPB Jakarta, Kamis (01/10/2020) sore.

Kesembuhan pasien Covid-19 meningkat. Ia juga mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga wisma bagi menampung pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tanpa gejala (OTG).

Selain itu, pihaknya pun bekerjasama dengan pemerintah pusat dan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) membuka tiga hotel di Jakarta. Hotel ini juga khusus bagi pasien OTG.

Baca Juga : Efektivitas Masker Cegah Covid-19

“Tapi kita tidak ingin ada yang sakit lagi. Satu sisi tempatnya kita siapkan, tapi perubahan perilaku tetap kita tekankan,” katanya.

dr. Widyastuti menekankan, pihaknya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta mengenai manajemen pasien. Rumah sakit yang menjadi tempat pasien dapat pembekalan khusus, termasuk psikososial.

dr. Widyastuti menyebut bahwa pandemi ini relatif baru, sehingga harus mengedapankan psikososial kedepankan. Yang sakit harus yakin bisa cepat sembuh, dan keluarganya ikut menjaga kondisi lingkungan. Termasuk tenaga kesehatan untuk jaminan sosial.

Penurunan Belum Signifikan

Baca Juga : Jargon Dinkes Ciamis untuk Lawan Penyebaran Covid-19

Kesembuhan pasien Covid-19 meningkat, meskipun belum signifikan. Koordinator Operasional RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Kolonel CKM dr. Stephanus Dony, menyebutkan, dalam seminggu ini terjadi penurunan meskipun belum signifikan.

Dalam hal ini, pasien yang datang lebih banyak dari pasien yang pulang dengan gejala ringan dan sedang. Secara kumulatif ada sebanyak 13 ribu lebih yang sudah sembuh, dan 10 ribu lebih di atas 70 persen.

Menurut Kolonel CKM dr. Stephanus Dony, tentunya ini sangat berpengaruh dari adanya pola perubahan perilaku dari masyarakat terkait kepatuhan menerapkan protokol kesehatan.

Sedangkan, mengenai Tower 8 Flat Isolasi Mandiri dokter yang bertugas sebagai Kepala Kesehatan Kodam Jaya, menyebutkan, sesuai keputusan pengelolaan yang semula menyatu dengan RS Darurat Covid-19 kini keputusannya menjadi terpisah. Tower 8 menyatu dengan manajemen hotel untuk OTG.

“Perencanaan awal Tower 8 jadi satu, namun kita mengikuti kebijakan. Tapi apapun itu, kita sama-sama bekerja guna penanganan Covid-19,” ujarnya.

Editor : Eva Latifah