KKN Mahasiswa UMM di Pangandaran Edukasi Warga Terkait Pandemi

KKN Mahasiswa UMM di Pangandaran edukasi warga terkait pandemi. Foto: Entang SR/HR.
KKN Mahasiswa UMM di Pangandaran edukasi warga terkait pandemi. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- KKN Mahasiswa UMM (Universitas Muhamadiyah Malang) saat pandemi di Desa Cibuluh, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dalam setiap kegiatannya, para mahasiswa tersebut selalu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya wabah Covid-19.

Andhika Nur Hidayat, salah seorang mahasiswa UMM, mengatakan, mahasiswa harus ikut berperan aktif menyampaikan hal-hal yang positif kepada masyarakat. Salah satunya edukasi tentang pendemi Covid-19.

“Tujuannya agar warga masyarakat bisa memahami bahayanya, sehingga secara tidak langsung dapat mencegah dan terhindar dari virus corona,” ujarnya, kepada HR Online, Kamis (01/10/2020).

Menurut Andhika, masyarakat Indonesia, salah satunya di Kabupaten Pangandaran, masih ada yang belum paham mengenai bahaya Covid-19.

Baca Juga : KKN Mahasiswa UNPAD Pangandaran di Desa Cintaratu Beri Bantuan 500 Bibit Pohon

Untuk itu, ia dan teman-temannya dari Universitas Muhamadiyah Malang, memberikan edukasi tentang Covid-19 guna menambah wawasan warga masyarakat. Mereka menyampaikan edukasi tersebut saat bertatap muka dengan masyarakat ke setiap dusun yang mereka datangi.

“Dalam kegiatan ini kami juga bekerjasama dengan Pemerintah Desa Cibuluh. Adapun edukasi yang kami sampaikan kepada warga yaitu tentang pentingnya menerapkan standar protokol kesehatan. Karena hal tersebut menjadi sangat utama dan masyarakat harus melaksanakannya,” kata Andhika.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cibuluh, Yanto, mengatakan, pihak desa sangat bangga dengan aktifitas KKN mahasiswa UMM. Karena, para mahasiswa tersebut sudah bersedia menemui masyarakat Desa Cibuluh untuk memberikan edukasi tentang pendemi Covid-19.

“Semoga saja apa yang mahasiswa sampaikan itu bermanfaat bagi warga masyarakat Desa Cibuluh. Memang pihak desa sendiri sering memberikan edukasi ke setiap dusun mengenai pendemi. Karena hal tersebut sangat penting bagi warga agar tetap sehat dan menjalankan standar protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-harinya,” kata Yanto. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah