Konflik Satwa Liar dengan Warga Kembali Terjadi di Cipaku Ciamis

Konflik satwa liar dengan warga kembali terjadi di Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Satwa liar yang diduga macan tutul memangsa kambing ternak milik warga. Foto: Edji Darsono/HR.
Konflik satwa liar dengan warga kembali terjadi di Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Satwa liar yang diduga macan tutul memangsa kambing ternak milik warga. Foto: Edji Darsono/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Konflik satwa liar dengan warga kembali terjadi di Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Satwa liar yang diduga macan tutul memangsa kambing ternak milik warga.

Hendi Hermawan, Kepala Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengatakan, kambing ternak tersebut milik Lili Otin, warga RT. 04/06, Dusun Sukadana, Desa Sukawening.

“Konflik satwa liar kembali terjadi. Kuat dugaan binatang buas yang memangsa kambing milik warga itu adalah macan tutul. Meski belum memakannya, namun kondisi kambing ternak itu sudah mati akibat cengkramannya,” terang Hendi, kepada HR Online, Kamis (22/10/2020).

Ia menyebutkan, sejak ia menjadi Kepala Desa Sukawening, sudah ada sembilan ekor ternak kambing atau domba yang mati karena satwa liar berupa macan tutul.

Baca Juga : Macan Tutul Turun Gunung, Petani Cikupa Ciamis jadi Takut Berkebun

Setiap ada kejadian, lanjut Hendi, pihak pemerintah desa selalu melaporkannya kepada pihak yang berwenang. Namun, tak pernah ada solusinya dari pemerintah sehingga peternak merugi.

“Dari sembilan ekor ternak kambing atau domba yang diterkam macan tutul memang tidak semuanya mati, tiga ekor keburu disembelih karena keburu ketahuan pemiliknya,” katanya.

Hendi menambahkan, selama ini upaya warga untuk mengantisipasi terjadinya serangan macan tutul terhadap hewan ternak hanya dengan cara menakut-nakutinya oleh suara lodong karbit. Namun, upaya tersebut tidak menjadikan macan tutul takut. Terbukti, konflik terus saja terjadi.

Pihak pemerintah desa berharap ada tindakan intensif dari petugas BKSDA atas adanya konflik satwa liar dengan warga. Selain khawatir memangsa ternak, warga juga takut binatang buas tersebut menerkam manusia yang sedang berkebun atau berladang. (Dji/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah