Kuliner Jawadah Takir Oleh-Oleh Khas Panjalu Ciamis, Manis dan Gurih

Kuliner jawadah takir, oleh-oleh khas Panjalu Ciamis, rasanya manis dan gurih. Foto: Ferry Ramdani/HR.
Kuliner jawadah takir, oleh-oleh khas Panjalu Ciamis, rasanya manis dan gurih. Foto: Ferry Ramdani/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Kuliner jawadah takir menjadi oleh-oleh khas Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Rasanya yang manis dan gurih ini biasa disebut wajit.

Jawadah takir memang menjadi makanan ciri khas oleh-oleh dari Obyek Wisata Situ Lengkong, serta beberapa wisata lainnya yang masuk wilayah Kecamatan Panjalu.

Kuliner jawadah takir terbuat dari bahan dasar kelapa parut, tepung beras, dan gula merah. Memang tidak jauh berbeda dengan bahan untuk wajit. Namun, cara penyajian jawadah takir ini unik, yaitu menggunakan daun pisang kering.

Edah (59), salah seorang warga Kampung Grahang, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang masih memproduksi jawadah takir, mengaku sudah memproduksi makanan khas daerahnya itu selama 10 tahun.

“Saya mulai membuat jawadah takir ini sejak tahun 2010. Kalau dulu banyak yang memproduksinya, tapi sekarang hanya lima orang yang masih memproduksi,” tuturnya, kepada HR Online, Minggu (04/10/2020).

Menurut Edah, ada perbedaan kemasan dari tahun-tahun sebelumnya sampai tahun sekarang. Kalau dulu, jawadah takir dibungkus dengan plastik, dan disimpan dalam besek.

Namun, sekarang membungkusnya menggunakan daun pisang kering atau dalam bahasa Sundanya kararas. Hal itu supaya jawadah takir bisa bertahan lama.

“Kalau membungkusnya pakai daun pisang kering itu daya tahannya bisa sampai satu bulan. Karena nanti kita kemas lagi menggunakan wadah kue berbahan plastik. Kalau dulu cepat basi karena wadahnya pakai besek,” terangnya.

Baca Juga : Soto Iyun, Kuliner Khas Ciamis Langganan Para Gegeden

Edah juga menjelaskan, cara membuat makanan olahan khas Panjalu ini tidak begitu sulit. Hanya tinggal memasak tepung beras, kemudian campur dengan parutan kelapa. Setelah itu campurkan gula merah.

“Setelah semuanya tercampur, sajikan jawadah takir ini di atas daun pisang kering, kemudian tiriskan. Supaya terlihat menarik penyajiannya, daun pisang kering ini kita bentuk menyerupai perahu-perahuan,” jelasnya.

Untuk harganya, Edah biasanya hanya mematok Rp5 ribu untuk jawadah takir dalam kemasan kecil, dan Rp25 ribu untuk kemasan ukuran besar. Dengan harga murah, tentunya bisa terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

“Saya juga menerima pesanan untuk yang hajatan atau syukuran. Tapi yang paling utama, saya menjual untuk oleh-oleh pagi pengunjung Situ Lengkong Panjalu,” kata Edah.

Kuliner Jawadah Takir Oleh-oleh Wisata Panjalu

Sementara itu, Direktur Eksekutif BPPD Kabupaten Ciamis, Tommy Surjanto, mengatakan, jawadah takir memang menjadi makanan camilan manis ciri khas oleh-oleh dari destinasi wisata Panjalu.

“Kami dari BPPD Ciamis bukan hanya mempromosikan destinasi wisata saja, tapi juga saat ini sering mempromosikan kuliner khas Ciamis. Seperti halnya oleh-oleh jawadah takir dari Panjalu,” katanya.

Dari segi kemasan, BPPD Ciamis menilai untuk kemasan jawadah takir ini memang kurang elegant. Karena, kemasannya hanya menggunakan plastik transparan, sehingga terlihat kurang menarik konsumen atau pengunjung destinasi wisata Panjalu,” pungkas Tommy. (Ferry/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah