Manajemen Usaha Kecil, Ini Aturannya yang Wajib Anda Tahu

manajemen usaha kecil
Fungsi manajemen usaha kecil. Foto: Ist/Net

Manajemen usaha kecil masih sering menjadi hal yang kurang peting. Kebanyakan pelaku usaha kecil lebih mengutamakan produk dan penjualannya ketimbang pengelolaannya. Padahal, prinsip dasar manajemen penting agar bisnis berkembang.

Masalah manajemen umumnya tak hanya terjadi pada usaha skala kecil atau mikro, tak sedikit pemula yang baru memulai bisnis juga mengalaminya. Mereka umumnya lebih memprioritasnya pada produksinya.

Selama ini usaha kecil memang sangat lekat dengan bisnis apa adanya atau asal jalan. Soal modal atau keuangan usaha sering bertumpang tindih dengan uang belanja keluarga. Akibatnya, tak jarang usaha kecil yang mudah bangkrut.

Baca Juga: Cara Membangun Bisnis dan Riset Potensi Pasarnya

Pekerjaan bisnis juga tak jarang bertumpuk dengan aktivitas rumah, apalagi jika usahanya kita jalankan dari rumah. Bahkan tak jarang pelaku usaha kecil yang bekerja 24 jam karena tak ada batasan yang jelas.

Banyak penelitian menemukan bahwa masalah manajemen bagi usaha skala kecil merupakan kendala utama untuk berkembang. Untuk menekan risiko kegagalan sebaiknya mulai benahi soal pengelolaan bisnis sejak awal.

Ini Dia Aturan Dasar Manajemen Usaha Kecil

Bagaimana sih cara mengelola usaha yang masih dalam skala kecil atau mikro? Untuk membantu Anda mengelola bisnis, berikut aturan dasar dalam manajemen usaha kecil yang sebaiknya Anda perhatikan.

Jangan Gunakan Uang Pribadi

Bisnis selalu memiliki risiko. Menjalankan bisnis tentunya mengandung risiko yang harus siap Anda hadapi. Termasuk risiko untuk rugi jika Anda gagal dalam menjalankan dan membangun usaha.

Karena itu dalam membangun bisnis ada baiknya Anda mencari mitra usaha yang bisa Anda ajak kerja sama. Hindari menggunakan dana pribadi untuk memulai usaha. Ini penting untuk mencegah risiko Anda tidak bisa makan.

Adanya mitra akan membuat risiko bisa Anda tanggung tidak sendirian, termasuk jika bisnis Anda gagal. Dengan bekerja sama dengan mitra, risiko yang ada, termasuk keuntungannya bisa kita bagi.

Baca Juga: Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan dan Tak Mengenal Musim

Tentukan HPP dengan Tepat

Faktor lain dalam manajemen usaha kecil yang wajib Anda tahu adalah soal penentuan HPP. HPP merupakan harga pokok produksi. Sebagai pelaku usaha kecil Anda harus belajar untuk mengetahui dan menguasai perhitungan bisnis.

Apalagi jika Anda mengeluarkan biaya untuk sewa kios, gaji karyawan, membayar listrik dan telepon, hingga pajak. Berbagai biaya ini harus Anda masukkan dalam harga produk setelah menambahkan biaya produksinya.

Ini baru harga dasar yang berguna untuk membiayai operasional usaha. Belum termasuk keuntungan yang Anda inginkan. Dengan menguasai soal HPP Anda juga bisa bermain saat akan memberikan diskon untuk momentum tertentu.

Fokus Kelebihannya, Bukan pada Harga

Manajemen usaha kecil juga membutuhkan ketajaman dalam menjalankannya. Pada awal usaha mungkin Anda kesulitan menjual produk atau menembus pasar yang sudah Anda tentukan. Strategi terakhir yang umumnya pengusaha lakukan adalah dengan banting harga.

Jika ini Anda lakukan mungkin Anda tidak akan bisa memperoleh keuntungan. Apalagi jika harga jual lebih rendah dari HPP, secara perlahan malah bisa merobohkan usaha Anda sendiri. Lantas bagaimana solusinya?

Kuasai masalah komunikasi bisnis. Anda perlu belajar bagaimana meyakinkan pelanggan tentang keunggulan produk Anda. Begitu juga harga produk Anda jauh lebih mahal ketimbang harus Anda obral.

Gunakan Teknologi

Faktor lain manajemen usaha kecil yang juga penting adalah pemanfaatan teknologi terkini. Saat media sosial berkembang pesat kenapa Anda tidak memanfaatkannya untuk alat pemasaran.

Begitu juga dengan banyaknya tawaran marketplace yang gratis kenapa tidak Anda manfaatkan untuk menggenjot penjualan. Pemasaran merupakan bagian penting dalam manajemen yang harus antisipatif terhadap teknologi.

Bekerja dengan Efisien

Masalah efisiensi bukan hanya milik perusahaan besar yang sudah mapan. Dalam manajemen usaha kecil Anda juga harus mulai bekerja secara efisien. Utamanya dalam menghargai waktu.

Banyak pelaku usaha kecil yang lebih senang melakukan semuanya sendiri. Baik saat bekerja maupun melakukan hal kecil lainnya. Kondisi ini wajar dan maklum jika kita tidak memiliki cukup modal untuk membayar gaji karyawan.

Namun jika Anda harus mengantar barang pesanan ke rumah konsumen sendiri bisa saja tidak efisien. Apalagi Anda bisa membayar jasa antar barang dengan lebih murah. Efisiensi juga refleksi menghargai waktu dengan lebih baik.

Itulah berbagai aturan dasar yang penting dalam manajemen usaha kecil. Membenahi aspek pengelolaan bisnis sejak awal akan memudahkan usaha berkembang dan menjadi besar dengan lebih kokoh. (R11/HR-Online)