Minimalisir Gangguan Listrik, Wagub Jabar Resmikan Saber Lekat

Minimalisir Gangguan Listrik, Wagub Jabar Resmikan Saber Lekat
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Saber Lekat atau satuan tugas Sapu Bersih Layangan Berkawat Kabupaten Garut, Rabu (7/10/2020). Foto:Istimewa

Berita Jabar (harapanrakyat.com).- Sebagai upaya meminimalisir gangguan listrik akibat layang-langan tali kawat, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Saber Lekat atau satuan tugas Sapu Bersih Layangan Berkawat Kabupaten Garut, Rabu (7/10/2020).

Saber Lekat tersebut merupakan gagasan Pemkab Garut dan PLN dalam upaya mengurangi gangguan listrik karena layangan tali kawat.

satuan tugas Sapu Bersih Layangan Berkawat ini didalamnya terdiri dari berbagai unsur, mulai dari tokmas, karang taruna, organisasi pemuda dan MUI tingkat kelurahan Kabupaten Garut.

Saber Lekat sendiri melibatkan tokoh masyarakat, organisasi pemuda dan Karang Taruna, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kelurahan di Kabupaten Garut.

Kang Uu pada kesempata tersebut menyampaikan, tugas Saber Lekat ini yakni memberi edukasi juga mengawasi masyarakat yang bermain layang-layang tali kawat dekat area gardu listrik.

“Tuganya itu untuk memberitahu masyarakat bahayanya bermain layang-layang pakai kawat aplagai dekat gardu, karena akan membuat gangguan listrik,” kata Kang Uu.

Baca Juga: Wagub Uu Minta Pengelola Wisata di Jabar Perketat Protokol Kesehatan

Apresiasi Pemkab Garut

Uu pun memberikan apresiasi kepada Pemkab Garus yang sudah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang permainan Layang-Layang.

“Bermain layang-layang itu bahaya apalagi yang menggunakan tali kawat, bisa menyebabkan gangguan listrik jika talinya mengenai kabel,” ujarnya.

Saat ini, masyarakat yang bermain layang-layang cukup meningkat. Dengan adanya Saber Lekat ini mudah-mudahan menurun.

“Jika yang main layangan menurun, otomatis gangguan listrik akibat tali kawat layang-layang juga bisa berkurang,” jelasnya.

Sebab, bermain layang-layang menggunakan tali kawat sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar dan dapat menyebabkan gangguan listrik.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyebut, Pemkab Garut rutin menggelar operasi penegakan layang-layang.

Sejumlah tali kawat layangan berhasil dilepaskan dari gardu listrik.

“Namun yang susah itu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya main layangan pakai tali kawat, harus secara bertahap,” katanya.

General Manager PLN UIT JBT Sumaryadi, mengatakan, bahaya dari bermain layangan menggunakan tali kawat tak hanya membuat gangguan listrik.

“Jika tali kawat kena gardu, bisa saja meledak dan menimbulkan kebakaran,” ungkapnya.

Selama periode Januari-Oktober 2020, tercatat 60 gangguan listrik terjadi karena tali kawat layangan.

“Kita berharap masyarakat lebih peduli dan sadar lagi agar tidak lagi bermain layangan dekat kabel atau gardu listrik,” pungkasnya. (Jujang/R8/HR Online)

Editor: Jujang

Aegis Boost Pro