Mobil Listrik Citroen eCC21 Ramah Lingkungan Meluncur Tahun 2022

Mobil Listrik Citroen eCC21 Ramah Lingkungan Meluncur Tahun 2022
Ilustrasi. Mobil Listrik Citroen eCC21. Foto: Istimewa

Mobil listrik Citroen eCC21 dari perusahaan asal Prancis ini kemungkinan akan rilis pada tahun 2022. Citroen berencana meluncurkannya ke India dan akan menjadi mobil listrik pertama pada negara tersebut.

Dengan nama kode internasional, eCC21 perkiraan akan memiliki harga sekitar Rs. 8 lakh. Menurut laporan, Citroen mengharapkan pada negara India sendiri bisa menjual sekitar hampir 3.000 unit eCC21.

Baca Juga : Toyota Kijang Innova Facelift, Simak Spesifikasi dan Harganya di Sini!

Mobil listrik Citroen baru ini akan menjadi saingan berat Tata HBX dan Kwid EV Renault. Selain itu, eKUV100 Mahindra dan WagonR Electric Maruti Suzuki juga menjadi saingan berat mobil ini.

Hal ini untuk menginformasikan bahwa Tata HBX EV juga sedang dalam tahap pengembangan. Secara berdampingan, WagonR EV juga terlihat beberapa kali melakukan pengujian pada jalan raya India.

Mobil Listrik Citroen eCC21

Juru bicara PSA Groupe mengatakan perusahaan bersama dengan dealer, agensi, dan vendornya memahami tantangan bisnis yang timbul akibat pandemi ini. Sebab isolasi bisnis global berdampak pada semua proyek multinasional.

Namun, grup ini tetap berkomitmen kuat untuk India dan bekerja erat dengan semua pemangku kepentingan. Selain itu, juga memastikan kelangsungan bisnis dan implementasi rencana pada negara India.

Produsen Prancis PSA Groupe berencana untuk memberikan perhatian pada bensin yang lebih bersih, sehingga luncurkan mobil listrik Citroen eCC21. Selain itu, juga bersama dengan powertrain listrik dan SUV untuk model Citroen-nya.

Semua bertujuan untuk mengukir area bagi dirinya sendiri dalam pasar mobil penumpang India yang sangat agresif. Grup PSA terlibat dalam pasar massal SUV listrik kecil dengan kode nama eCC21.

Kemungkinan besar, peluncuran mobil ini lebih awal dari Hyundai yang membawa mobil utama dengan misi Smart EV perusahaan Korea. Produksi mobil tersebut dari fasilitas Thiruvallur pada Tamil Nadu, Grup PSA memperolehnya dari perusahaan CK Birla Group Hindustan Motors.

Mobil listrik Citroen eCC21 itu belum terungkap informasi secara detailnya. Perkiraan, mobil itu masih berbentuk prototipe dengan nama Citroen eCC21. Citroen eCC21 memakai platform C-Cube dengan pengembangan secara khusus oleh perusahaan untuk negara berkembang.

C5 Aircross Akan Meluncur Lebih Dulu

Tetapi sebelum EV, mobil premium yang tinggi bernama C5 Aircross akan meluncur pada tahun 2021. Mengadopsi SUV kecil berbahan fleksibel yang cocok berjalan pada mesin bensin 1,2 liter.

Baca Juga : Hyundai Xcient FCEV, Truk Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia

Degan campuran etanol mulai dari 27% hingga bahan bakar nabati secara menyeluruh dalam paruh kedua tahun 2021. SUV kecil ini mungkin memberikan keuntungan bagi perusahaan penggerak pertama pada wilayah bahan bakar fleksibel India.

Misi SUV kecil C221 adalah bagian dari platform otomotif yang bagus, secara internal bernama C-Cube. Hal ini tengah mengalami pengembangan khusus untuk pasar yang sedang naik daun.

Perkiraan, India akan menjadi pusat ekspor utama semacam mobil listrik Citroen eCC21 bagi pembuat otomotif Prancis. Namun kemudian memutuskan untuk mengarahkan pangkalan manufaktur ke Eropa dengan elemen utama yang bersumber dari India.

Solusi Mobil Ramah Lingkungan

Sementara pemerintah federal mendorong perdagangan untuk bermanuver ke arah biofuel karena negara tersebut mencoba mengurangi faktur import bensinnya.

Bensin campuran etanol sering kali tarifnya lebih tinggi dalam hal emisi CO2 dan juga meningkatkan variasi oktan bensin. Oleh karena itu, mobil ini akan memberikan lebih banyak efisiensi dan ramah lingkungan.

Saat ini sebagian besar perusahaan periklanan minyak India telah mencapai campuran etanol sekitar 5-7%. Untuk campuran dengan bahan etanol sebanyak 10%, tidak ada modifikasi pada mesin pembakaran bagian dalam.

Setiap produsen yang ingin memperkenalkan keahlian bahan bakar pada India harus berhati-hati, termasuk mobil listrik Citroen eCC21. Hal yang jadi perhatian adalah bahan bakar berkualitas tinggi dan kisaran campuran yang tersedia.

Penggunaan biofuel pada bidang mobil berpotensi mengurangi tagihan impor bahan bakar negara. Selain itu, juga membantu menurunkan emisi karbonnya.

Tetapi produksi etanol sangat boros air dan cepat menipiskan permukaan air tanah. Sehingga pembuat kebijakan perlu mengambil pendekatan holistik untuk menyelesaikan masalah tagihan minyak mentah dan polusi udara yang tinggi.

Selain akan meluncurkan C5 Aircross terlebih dahulu, infonya perusahaan sedang mempersiapkan peluncuran subkompak UV CC21. Citroen juga memiliki rencana jangka panjang untuk mempromosikan 1 lakh kendaraan pada tahun 2025.

Untuk mendapatkan mobil listrik Citroen eCC21 ini memang harus menunggu waktu yang cukup lama. Namun, pastinya spesifikasinya nanti sangat luar biasa dan tentu lebih ramah lingkungan. (R10/HR-Online)

Baca Juga : BMW X2 M Mesh dengan Interior dan Fitur yang Semakin Eksklusif