Musim Hujan, Rumput Laut Merah di Pangandaran Semakin Langka

Rumput Laut Merah
Rumput laut merah yang ada di Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Memasuki musim penghujan, harga rumput laut merah dari wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran meningkat. Pasalnya, bahan baku agar-agar tersebut semakin langka.

Erus, salah satu Dusun Majingklak Desa Pamotan, menuturkan, komoditi rumput jenis ganggang ini nilai jualnya cukup tinggi mencapai Rp 30 ribu per kilogramnya saat normal.

Terlebih ketika memasuki musim hujan yang membuat cuaca lautan tidak bersahabat, sehingga untuk mencarinya semakin sulit dan harganya pun semakin mahal.

“Sekarang musim hujan, gelombangnya tinggi. Jadi untuk mencari saja kerepotan,” kata Erus kepada HR Online, Kamis (8/10/2020).

baca juga: Manfaat Rumput Laut untuk Covid-19 Ternyata Ampuh Blokir Virus Corona

Sedangkan untuk penjualan ke pengepul, lanjutnya, biasanya harga akan berada di bawah standar. Sehingga saat ini ketika ia mencarinya hanya untuk konsumsi pribadi.

Menurut Erus, kandungan dalam rumput ini kaya akan gizi dan banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

Maka dari itu, ia kerap mengkonsumsinya supaya badannya tetap kuat dan tahan dari berbagai penyakit.

“Mungkin karena masih alami dan tidak tercampur bahan-bahan lain. Makanya untuk saat ini daripada ke pengepul lebih baik untuk konsumsi pribadi,” pungkasnya. (Entang/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid