Nissan RE Leaf, Mobil Tanggap Darurat untuk Daerah Bencana

Nissan RE Leaf, Mobil Tanggap Darurat untuk Daerah Bencana
Ilustrasi. Nissan RE Leaf. Foto: Istimewa

Nissan RE Leaf memiliki konsep sepenuhnya listrik yang berguna sebagai paket baterai seluler. Mobil ini memungkinkan untuk segera menyebarkan listrik dalam situasi yang darurat.

Nissan telah meluncurkan mobil listrik dan merancangnya untuk membawa listrik vital. Biasanya pada daerah yang terlanda bencana atau wilayah dengan cuaca ekstrem.

Baca Juga : Audi A6 Sedan dengan Desain Mewah dan Fitur MMI Terbaru

Selain itu, mobil ini juga berguna pada daerah-daerah yang mengalami pemadaman listrik. Pasalnya, memungkinkan baterainya berguna sebagai sumber listrik.

Prototipe kerja RE Leaf memang berdasar pada mobil penumpang Nissan Leaf, mobil listrik produksi massal pertama. Namun mobil ini bukan sebagai mobil penumpang, melainkan lebih ke mobil tanggap darurat.

Selain modifikasi untuk melewati jalan tertutup puing-puing, RE Leaf menampilkan soket colokan yang tahan cuaca. Colokan ini terpasang langsung ke bagian luar kendaraan. Yang mana memungkinkan peralatan berkapasitas 110 sampai 230 volt mendapat sumber tenaga dari tingginya baterai lithium ion mobil.

Nissan RE Leaf, Solusi Sumber Listrik pada Daerah Bencana

RE Leaf pada pusat zona bencana dapat menyediakan catu daya seluler yang sepenuhnya untuk membantu proses pemulihannya. Sistem manajemen energinya terintegrasi dapat jalankan peralatan medis, komunikasi, pencahayaan, pemanasan, dan penunjang kehidupan lainnya.

Bertindak sebagai pembangkit listrik portabel, Nissan Leaf e+ generasi terbaru ini memiliki baterai 62kwh. Ini bisa terisi penuh untuk menyediakan listrik yang cukup pada rata-rata rumah tangga Eropa selama enam hari.

Sebagai kendaraan pemulihan bencana, Nissan Re Leaf dapat menyalakan perangkat secara bersamaan. Setelah listrik pulih, EVs dapat terisi ulang dan menyediakan transportasi tanpa emisi.

Aplikasi EVS pada Dunia Nyata Saat Bencana Terjadi

Bencana alam adalah penyebab terbesar pemadaman listrik. Menurut laporan Bank Dunia pada 2019 terdapat goncangan alami dan perubahan iklim.

Hal itu menyebabkan 37% pemadaman sekitar Eropa antara tahun 2000 sampai 2017. Sementara 44% pemadaman pada wilayah AS selama periode yang sama.

Baca Juga : New Toyota GR Supra, Memiliki Transmisi 8 Peningkatan Kecepatan

Ketika bencana melanda, waktu untuk pasokan listrik akan pulih setelah 24 hingga 48 jam. Namun juga sesuai dengan tingkat keparahan kerusakan. Selama peiode tersebut, mobil listrik ini bisa menyediakan daya darurat tanpa emisi.

Nissan RE Leaf berguna untuk menunjukkan potensi kendaraan listrik dalam pemulihan bencana. Meskipun hanya sebuah konsep kerja, teknologi ini pernah berguna pada dunia nyata.

Jepang telah menggunakan Leaf untuk menyediakan tenaga darurat dan transportasi setelah bencana alam sejak 2011. Perusahaan Nissan sendiri membentuk kemitraan dengan lebih dari 60 Pemerintahan Daerah. Tujuannya untuk mendukung upaya penanggulangan bencana.

Nissan EVs juga dapat berperan sebagai baterai penyimpanan seluler dalam memasok listrik ke rumah dalam situasi non darurat. RE Leaf menggunakan kemampuan pengisian daya dua arah Leaf. Fitur standar model ini telah Nissan perkenalkan pada tahun 2010.

Ini berarti Nissan RE Leaf tidak hanya bisa menarik daya untuk isi ulang baterai kapasitas tinggi. Akan tetapi, juga untuk mendorong kembali grid melalui teknologi V2G (Vehicle to Grid). Ataupun langsung ke perangkat listriknya lewat V2X (Vehicle to Everything).

Mengenal Mobil Listrik Ini Lebih Dekat

RE Leaf mendukung tiga “REs” kesiapsiagaan bencana dan memberikan tanggap darurat. Selain itu, juga membantu pemulihan dan meningkatkan ketahanan masyarakat untuk masa depan.

Baca Juga : DFSK Glory 530, Benarkah Masuk ke Indonesia Tahun Depan?

Skema warna kekuning-kuningan dari RE Leaf adalah respon terhadap kata Yunani kuno untuk amber elektron. Berpasangan dengan skema warna biru dari visi Nissan Intelligent Mobility untuk mereferensikan kemampuan konsep yang terhubung.

Sebuah light bar LED yang terpasang pada atap juga memperlihatkan kilauan amber. Tujuannya untuk memberitahu pengguna jalan lain agar mendekati kendaraan.

Untuk membantu mobil melewati jalan dengan hambatan atau puing-puing yang jatuh, ketinggian perjalanan telah naik. Ketinggian perjalanan Nissan RE Leaf naik sebesar 70mm-225mm dengan standar “pelindung” untuk melindungi pelek lantai mobil.

Trek yang lebih lebar (+90mm depan/+130mm belakang), lengkungan roda kustom, dan lipatan lumpur. Selain itu, juga ban motor balap sepanjang 17 inci lebih menambah kemampuan.

Setelah RE Leaf tiba ke zona bencana, meja pullout akan membentang dari bagasi dengan layar LED 32 inch. Catu daya khusus untuk menjalankan komunikasi dan mengelola proses pemulihan.

Nissan RE Leaf merupakan teknologi yang sangat berguna ketika daerah mengalami suatu bencana dan pemadaman listrik. Sehingga rumah-rumah sakit pun tetap dapat menjalankan tugasnya dengan baik. (R10/HR-Online)