Operasi Pasar Gas Melon Murah di Langkaplancar Pangandaran

Operasi pasar gas melon 3 kilogram di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sebanyak 560 tabung disiapkan. Foto: Enceng/HR.
Operasi pasar gas melon 3 kilogram di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sebanyak 560 tabung disiapkan. Foto: Enceng/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Operasi pasar gas melon 3 kilogram di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pemerintah daerah siapkan 560 tabung.

Masyarakat Kabupaten Pangandaran akhir-akhir ini mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Merespon keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan oprasi pasar murah gas LPG 3 kilogram. Operasi pasar gas melon digelar serentak di 10 kecamatan.

Untuk wilayah Kecamatan Langkaplancar pelaksanaannya berlangsung di halaman kantor kecamatan dan Pasar Desa Karangkamiri, Kamis (29/10/2020).

Kanit. Binmas Polsek Langkaplancar, Bripka. E Kusmara, mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Langkaplancar, hari pertama pelaksanaan, pemerintah daerah menyediakan sebanyak 560 tabung.

Dari jumlah sebanyak itu, 100 tabung untuk Pasar Desa Karangkamiri, 100 tabung untuk kebutuhan warga Desa Pangkalan, 100 tabung untuk kebutuhan warga Desa Jayasari. Kemudian, sisanya untuk masyarakat yang berada sekitar kantor kecamatan, yaitu warga Desa Bangunjaya, Bojongkondang, dan Cimanggu,” terangnya, kepada HR Online.

Karena kebutuhannya masih banyak, lanjut Bripka. E Kusmara, rencananya untuk hari Jum’at (30/10/2020), pemerintah daerah akan menyiapkan lagi sebanyak 560 tabung.

“Masyarakat yang membutuhkan gas LPG 3 kilogram cukup membawa poto copy KTP, dan mebayar 17.400 rupiah, sesuai dengan harga yang telah pemerintah tentukan,” katanya.

Bripka. E Kusmara menambahkan, untuk masyarakat yang hari pertama operasi pasar murah sudah mendapatkan gas melon, dan menyerahkan poto copy KTP, maka tidak akan bisa mendapatkannya lagi.

Terjadinya kelangkaan gas 3 kilogram akibat adanya penambahan keluarga baru, dan banyaknya penduduk yang pulang kampung dampak pandemi Covid-19. (Cenk/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah