Penemuan Menarik Soal Bulan Akan Ilmuwan Umumkan 26 Oktober 2020

Penemuan Menarik Soal Bulan
Ilustrasi Penemuan Menarik Soal Bulan. Foto Istimewa

Penemuan menarik soal bulan akan NASA umumkan. Penemuan yang menarik ini menandakan adanya sebuah telekonferensi untuk masa depan dalam membagikan hasil dari sains yang baru.

Hasil tersebut mereka peroleh dari SOFIA (Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy). Dengan adanya hal tersebut, akan memberikan kontribusi untuk mempelajari tentang bulan dalam eksplorasi luar angkasa.

Penemuan Menarik Soal Bulan

Melansir dari Space, para ilmuwan NASA menginginkan kita untuk lebih antusias terhadap bulan. Mereka telah menemukan hasil dari penelitian sains terbaru yang misterius. Kemudian penelusuran hasil tersebut akan mereka ungkap kepada publik Senin depan.

Paling tidak, itu akan menjadi rencana yang dapat publik tunggu tentang hal menarik soal bulan. Mereka akan merencanakan pengumuman pada konferensi pukul 12 malam EDT (1600 GMT). Penemuan baru yang menarik mengenai bulan ini merujuk pada program Artemis ambisius agensi.

Program tersebut akan mendaratkan astronot ke daerah kutub selatan pada bulan. Hal tersebut akan mereka lakukan pada tahun 2024 mendatang.

Akan tetapi, ilmuwan telah menjalin kemitraan dengan Jerman, yakni SOFIA demi terciptanya penemuan menarik soal bulan tersebut. Kemitraan Amerika-Jerman, sejak tahun 2007.

SOFIA bukan sebuah fasilitas astronomi yang seperti biasa, yakni sebuah fasilitas yang mereka kemas dalam jet 747 yang dimodifikasi dengan membawa instrumen ke atas atmosfer Bumi.

Baca Juga: Tingkat Radiasi di Bulan Meningkat dan Berdampak pada Penjelajahan

Pengamatan Melalui SOFIA

SOFIA akan berada dalam jet dengan menawarkan beberapa manfaat pengamatan dengan basis ruang dan darat. Hal ini relatif lebih mudah dalam peningkatannya, akan tetapi harus menghindari gangguan dari atmosfer tersebut.

Karena observatorium tersebut terbang layaknya pesawat, maka akan mudah dalam mengambil pengamatan terhadap langit selama penerbangan 10 jam observatorium.

Menurut pengakuan NASA, instrumen SOFIA akan fokus dengan cahaya infra merah, lalu juga mempelajari objek tata surya serta yang ada dalam galaksi kita. Sehingga tercapai penemuan menarik soal bulan yang terbaru.

Naseem Rangwala, ilmuwan proyek SOFIA pada bagian Ames Research Center NASA California, menjadi salah satu dari empat pembicara yang nanti akan melakukan telekonferensi pada hari Senin depan terkait pengumuman penemuan tersebut.

Kemudian, ia akan bersama dengan Paul Hertz yang merupakan pemimpin divisi astrofisika NASA, Jacob Bleacher, kepala ilmuwan eksplorasi Direktorat Misi Eksplorasi dan Operasi Manusia, serta Casey Hannibal, pascadoktoral Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA Maryland.

Meskipun penemuan menarik soal bulan dengan ilmu tersebut masih tergolong baru, akan tetapi SOFIA telah lama melakukan pengamatan. SOFIA mengalami masa istirahat karena pandemi Covid-19 pada pertengahan Maret lalu.

Kemudian, kembali terbang pada pertengahan Agustus. SOFIA juga telah banyak melakukan perjuangan untuk proyek ini mulai dari riset hingga anggaran selama dekade terakhir ini. SOFIA terus berlanjut meskipun pemerintah memilih untuk melakukan pembatalan misi.

Baca Juga: Penemuan Air Asin di Ceres, Mungkinkah Terdapat Lautan Asin?

Sekilas Tentang SOFIA

SOFIA atau Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy adalah sebuah pesawat luar angkasa milik NASA. Ia merupakan pesawat modifikasi Boeing 747 dengan kemampuan terbang lebih tinggi daripada pesawat lainnya.

Ketinggian yang dapat atau sengaja mereka ciptakan untuk bertengger pada lapisan atmosfer Bumi. Sehingga, akan terdapat kemungkinan teleskop yang ia bawa dapat melihat dengan jelas hal-hal yang mereka perlukan dalam mempelajari alam semesta ini yang lebih luas.

Pesawat SOFIA, dalam penemuan menarik soal bulan, dapat terbang mencapai di atas 99 persen dari uap air. Yang mana berada pada lapisan atmosfer Bumi. Karena, biasanya akan mengaburkan pandangan kita mengenai ruang angkasa.

Peralatan teleskop dalam pusat flying observatory tersebut berguna untuk mengumpulkan cahaya infra merah. Kemungkinan mampu menangkap fenomena yang tak akan terlihat dengan menggunakan cahaya tampak.

Baca Juga: Zat Misterius di Bulan Berhasil Diidentifikasi oleh Ilmuwan

Penemuan Tentang Bulan

Sebelumnya, penemuan menarik soal bulan terjadi Juni 2009 dengan Lunar Reconnaissance (LRO). Ilmuwan mengumpulkan rincian tentang dua lubang pada bulan. Lubang tersebut berupa lubang raksasa.

Ilmuwan percaya jika lubang tersebut terjadi akibat langit pada tabung lava bawah tanah runtuh. Hal tersebut kemungkinan besar karena serangan dari meteorit. Lubang tersebut memiliki diameter 426 kaki atau sekitar 130 meter.

Selanjutnya adalah penemuan kawah Hermite yang berada pada -415 derajat Fahrenheit atau sekitar -248 derajat Celcius. Sebagian besar dari para ilmuwan percaya jika permukaan Pluto turun hanya sekitar -300 derajat Fahrenheit.

Kemungkinan daerah yang hampir sama terdapat pada beberapa kawah berbayang yang permanen pada bulan bagian kutub selatan.

Untuk penemuan menarik soal bulan ini akan kembali kita ketahui. Kita dapat menyaksikannya pada hari Senin, 26 Oktober 2020 melalui telekonferensi yang para ilmuwan NASA sampaikan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang