Penyakit pada Sistem Reproduksi, Kanker Serviks Hingga Hipogonadisme

penyakit pada sistem reproduksi
Ilustrasi penyakit pada sistem reproduksi. Foto: Ist/net

Ada banyak jenis penyakit pada sistem reproduksi dari yang ringan hingga yang berbahaya. Penyebabnya juga bervariasi dari gaya hidup tidak sehat, pergaulan, hingga faktor lingkungan. Penting Anda mengenalnya agar cara mengatasinya lebih efektif.

Sistem reproduksi terkenal pula dengan sebutan sistem genital. Ini merupakan sistem organ seks yang penting peranannya dalam menjaga kelangsungan hidup organisme dan manusia. Dari sistem inilah manusia bisa menjaga dan meneruskan generasinya.

Ada banyak bagian dalam sistem reproduksi yang mempunyai fungsi yang sangat penting untuk menghasilkan keturunan. Dari alat vital hingga zat non-hidup seperti hormon, cairan, dan feromon yang juga ikut berperan dalam sistem ini.

Menurut Wikipedia, terdapat perbedaan bentuk dalam sistem reproduksi berdasarkan jenis kelaminnya. Untuk laki-laki sistem genitalnya terdiri dari sepasang testis yang terlindungi dalam kantong skrotum.

Fungsi testis adalah untuk menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Juga terdapat sepasang epididimis dalam skrotum yang bentuknya berupa saluran yang panjang dan berkelok-kelok.

Baca juga: Jenis Penyakit Tidak Menular, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sedangkan wanita, sistem reproduksinya berupa ovarium yang memiliki peran penting untuk memproduksi ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron. Saat sel telur sudah masak akan terjadi ovulasi atau proses pelepasan telur dari ovarium.

Jenis Penyakit pada Sistem Reproduksi

Terganggunya sistem reproduksinya akan memicu munculnya penyakit. Terjadinya penyakit pada sistem reproduksi tentu saja akan mengganggu kerja berbagai unsur dalam sistem ini yang saling berkaitan.

Sangat penting mengenal apa saja jenis gangguan yang sering terjadi pada sistem reproduksi. Baik pada wanita maupun pria. Karena organ dan unsur dalam sistem reproduksi kedua jenis kelamin ini berlainan, penyakitnya juga berbeda.

Ragam Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita

Ada cukup banyak jenis penyakit yang sering terjadi pada sistem reproduksi pada wanita. Berikut ini penyakit yang paling umum dan banyak terjadi yang sebaiknya Anda tahu.

Penyakit Endometriosisi

Penyakit pada sistem reproduksi yang satu ini utamanya terjadi pada bagian rahim wanita. Jaringan yang umumnya melapisi bagian rahim justru tumbuh dan muncul pada tempat lainnya, seperti pada belakang rahim, ovarium, atau sekitar panggul.

Gangguan ini akan menyebabkan wanita tidak bisa hamil. Namun gejalanya kadang tidak terasa namun sebagian wanita mengalami menstruasi yang berat dan kadang dengan timbulnya rasa sakit.

Gejala lainnya yang sering terjadi antara lain rasa sakit saat berhubungan dengan suami, munculnya rasa nyeri saat buang air, terjadinya pendarahan yang berlebihan, hingga menyebabkan infertilitas.

Penyakit Polaps Uteri atau Rahim Turun

Polaps uteri merupakan jenis penyakit pada sistem reproduksi karena otot-otot dasar panggul dan ligamen menjadi lemah dan mengalami peregangan. Kondisi ini akan menyebabkan posisi rahim turun dan menjulur ke luar bagian vagina.

Baca juga: Penyakit Beri Beri, Jenis, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Namun gangguan ini umumnya mudah cara mengatasinya melalui penanganan yang tepat. Anda sebaiknya segera memeriksakan ke dokter kandungan untuk memastikannya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyakit Kanker Ginekologis

Ada banyak jenis kanker yang bisa menyerang bagian reproduksi wanita. Penyakit ini juga populer dengan sebutan kanker ginekologis. Untuk jenisnya ada banyak, seperti kanker ovarium, kanker serviks, kanker vulva, dan lainnya.

Sindrom Ovarium Polikistik

Gangguan yang satu ini terjadi karena adanya kelainan hormon. Penyakit pada sistem reproduksi jenis ini banyak terjadi pada wanita usia reproduksi. Hal ini terjadi karena ovarium mengalami pengembangan akibat banyaknya butiran kecil berisi cairan.

Kondisi ini akan menyebabkan ovum tidak bisa melepaskan telur secara teratur. Karena itu gejala yang paling terlihat adalah siklus menstruasi yang panjang atau lama.

Penyakit Miom atau Fibroid Rahim

Penyakit yang banyak terjadi pada wanita ini berupa tumor non kanker yang menyerang sistem reproduksi. Gangguan ini banyak terjadi pada wanita yang masih dalam usia produktif dan subur.

Fibroid rahim terjadi karena tumbuhnya sel-sel otot maupun jaringan dalam dan sekitar dinding rahim. Belum jelas faktor yang menyebabkan kondisi ini namun sejumlah faktor risiko terjadi karena faktor keturunan maupun akibat gangguan hormonal.

Penyakit Intertitial Cystitis

Jenis penyakit pada sistem reproduksi ini terjadi pada kantung kemih yang mengalami tekanan sehingga menimbulkan rasa nyeri pada kandung kemih maupun sekitar panggul.

Saat kandung kemih penuh, otak akan menerima sinyal untuk segera buang air. Namun karena penyakit ini menyebabkan sinyal yang ke otak terganggu dan kadang ingin buang air namun yang keluar sedikit.

Jenis Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria

Sedangkan pada pria juga terdapat banyak gangguan yang menyerang bagian reproduksinya. Berikut ini berbagai jenis penyakit pada sistem reproduksi pria yang juga wajib Anda tahu.

Penyakit Prostat

Gangguan pada bagian prostat umumnya menyerang laki-laki usia lanjut khususnya yang telah berumur lebih dari 55 tahun. Bahkan menurut penelitian, sekitar 25  persen pria lanjut usia mengalami gangguan yang satu ini.

Umumnya penyakit ini tanpa gejala yang jelas. Sedangkan jenis gangguannya bisa merupa pembesaran prostat, peradangan prostat, hingga penyakit kanker prostat yang berbahaya.

Penyakit Hipogonadisme

Untuk jenis penyakit pada sistem reproduksi ini justru banyak terjadi pada laki-laki yang sedang memasuki masa pubertas. Gangguan ini berupa produksi hormon testosteron yang kurang. Padahal hormon ini penting dalam fungsu maskulinitas.

Baca juga: Penyebab Stroke Usia Muda, Ketahui Cara Mencegahnya

Gangguan ini bisa muncul saat kelahiran, sejak dalam kandungan, atau berkembang setelahnya. Akibatnya, ada bayi yang lahir dengan alat kelamin yang tidak jelas. Gangguan inilah yang bisa memicu laki-laki feminin atau wanita maskulin.

Penyakit Balannitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria ini berupa terjadinya peradangan pada kelenjar atau sekitar kepala penis. Gejala yang umum terjadi antara lain penis terlihat berwarna kemerahan, membengkak, ruam, dan timbul rasa gatal atau sakit.

Gangguan ini umumnya terjadi pada laki-laki yang belum disunat. Katup pada ujung penis inilah yang sering menyebabkan keberhasilan organ vital ini kurang terjaga dengan baik.

Disfungsi Ereksi

Gangguan yang banyak terjadi pada pria yang telah berumah tangga ini ada banyak jenisnya. Baik berupa ejakulasi dini, ejakulasi yang terhambat,  ataupun ejakulasi retrograde.

Penyebab gangguan ini tidak jelas. Namun ada sejumlah faktor pemicu yang ikut meningkatkan risiko gangguan ini, seperti stres, tekanan pekerjaan, riwayat represi seksual, rendahnya kepercayaan diri, maupun karena konflik suami istri.

Penyakit Epididimitis

Jenis penyakit pada sistem reproduksi ini berupa terjadinya radang pada bagian belakang testis. Penyebab penyakit ini yang umum terjadi adalah karena serangan bakteri yang menyebabkan infeksi pada penyakit menular seksual (PMS).

Baca juga: Penyebab Sering Sakit Kepala, Bisa Karena Penyakit juga Pola Hidup

Beberapa gejala yang umum terjadi seperti skrotum yang memerah karena membengkak, rasanya nyeri pada sekitar testis, sakit saat buang air kecil, perut bawah terasa tidak nyaman, hingga air mani yang berdarah.

Penyakit Penis

Penis merupakan organ reproduksi pria yang sangat penting. Ada sejumlah gangguan yang menyebabkan organ vital ini tidak mampu melaksanakan tugasnya secara optimal.

Beberapa genis gangguan pada penis antara lain peyronie, priapisme, priapisme, peyronie, dan lainnya. Gejala gangguan ini umum terasa antara rasa sakit atau nyeri, terdapatnya plak, dan sebagainya.

Itulah berbagai penyakit pada sistem reproduksi yang wajib Anda tahu. Penyakit ini umumnya terjadi karena gaya hidup tidak sehat. Karena itu untuk mencegahnya adalah dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta rajin berolahraga. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara

Aegis Boost Pro