Perbedaan Difusi dan Osmosis dari Pengertian, Faktor Hingga Prosesnya

Perbedaan Difusi dan Osmosis
Ilustrasi Perbedaan Difusi dan Osmosis. Foto Istimewa

Perbedaan difusi dan osmosis penting untuk kita ketahui. Keduanya merupakan konsep yang penting dalam perannya untuk kehidupan sehari-hari.

Secara umum, difusi merupakan sebuah proses yang mana molekulnya bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain tanpa membutuhkan segerakan yang massal.

Lalu, untuk osmosis merupakan jenis dari difusi yang mana molekulnya merupakan campuran dari membran semipermeabel dengan larutannya lebih encer menuju ke larutan yang lebih pekat.

Hasil dari adanya pencampuran kedua larutan tersebut hanya melibatkan peran dari energi kinetik. Lalu, bagaimana proses tersebut terjadi dan apa yang membedakan antara kedua proses tersebut? Dapat anda simak pada ulasan berikut ini.

Baca Juga: Perbedaan Mutasi Gen dan Mutasi Kromosom yang Perlu Diketahui

Perbedaan Difusi dan Osmosis Melalui Pengertian

Dalam istilah yang sering orang pakai untuk kegiatan ilmiah, difusi dan juga osmosis adalah proses yang sangat berperan dalam melakukan perpindahan atau pengiriman unsur material dari posisi satu menuju posisi yang lain. Maka dari itu, perbedaan keduanya tentu dapat secara jelas kita lihat dari pengertiannya.

Mengutip dari Wikipedia, difusi adalah sebuah proses pengiriman suatu zat pelarut dan molekul yang asalnya dari area yang konsentrasinya tinggi menuju ke area yang memiliki konsentrasi lebih rendah.

Sementara itu, osmosis adalah sebuah peristiwa bergeraknya molekul atau zat pelarut yang letaknya dalam sebuah larutan. Yang mana larutan tersebut memiliki daya konsentrasi yang rendah dengan melewati membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki daya konsentrasi lebih tinggi.

Kemudian, perbedaan difusi dan osmosis selanjutnya, yaitu peristiwa osmosis ini akan menimbulkan pergerakan molekul dalam zat pelarut. Kemudian, bergerak dari larutan yang teksturnya lebih encer menuju ke tekstur yang lebih kental.

Baca Juga: Perbedaan Autotrof dan Heterotrof Berdasarkan Definisi dan Klasifikasinya

Perbedaan Berdasarkan pada Faktor yang Mempengaruhi

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi adanya proses difusi ini. Seperti daerah yang luas dapat mempercepat proses difusi. Kemudian, ukuran molekul yang kecil akan mudah bergerak dan menjadikan proses difusi semakin cepat.

Selanjutnya untuk membran yang lebih tipis juga akan semakin mempermudah adanya proses ini. Faktor yang mempengaruhi berikutnya adalah partikel penyusun yang memperoleh energi panas dapat mempengaruhi kecepatan proses.

Sementara itu, faktor yang mempengaruhi proses osmosis yaitu apabila ukuran molekul lebih kecil daripada lubang membran, maka akan menjadikan proses penyerapan lebih cepat.

Selanjutnya mengenai perbedaan difusi dan osmosis, apabila molekul tersebut mempunyai tingkatan kelarutan yang lebih besar dan juga permukaan membran yang lebih luas, maka akan menjadikan peresapan lebih cepat terjadi. Kemudian, faktor suhu juga akan mempengaruhi pergerakan dari proses osmosis.

Baca Juga: Perbedaan Faring dan Laring, Pengertian, Fungsi dan Strukturnya

Perbedaan dari Proses Terjadinya

Proses difusi dapat terjadi karena adanya pergerakan molekul yang ada pada zat cair, gas, atau juga padat dari area yang memiliki konsentrasi lebih tinggi menuju ke daerah yang konsentrasinya rendah dengan melalui membran.

Proses ini juga sering kita sebut dengan proses transportasi karena tidak memerlukan energi besar. Kecepatan untuk proses difusi hanya bisa terjadi dengan jumlah zat yang ada. Kemudian juga berdasarkan jumlah celah yang ada pada membran dan kecepatan dari energi gerak kinetik.

Perbedaan difusi dan osmosis dapat kita ambil contoh untuk kedua prosesnya. Contoh yang dapat kita pahami dari proses difusi misalkan kita sedang melarutkan garam ke dalam makanan.

Garam tersebut pun akan segera larut dan merata. Lalu, kita juga dapat mengambil contoh seperti menambahkan gula pada air tawar, sehingga air tersebut menjadi terasa manis.

Kemudian, juga dapat kita ambil contoh saat menambahkan deterjen ke dalam rendaman cucian, maka lama-kelamaan deterjen akan larut dan menjadikan pakaian tersebut menjadi harum.

Sementara itu, untuk perbedaan keduanya dari proses terjadinya, osmosis dapat kita ketahui dengan cara menggunakan bejana dan pembatas membran semipermeabel.

Yang mana kedua bejana berisi dua larutan berbeda, yaitu glukosa dan air. Glukosa berperan sebagai zat terlarut, sedangkan air sebagai zat pelarut. Dari kedua zat tersebut tentu memiliki daya konsentrasi berbeda dari yang satu dengan yang lain.

Larutan dengan daya konsentrasi lebih rendah dapat kita sebut dengan isotonis. Sementara larutan dengan daya konsentrasi yang lebih tinggi dapat kita sebut dengan hipertonis.

Perbedaan difusi dan osmosis seringkali bersentuhan dengan kehidupan kita sehari-hari. Sehingga, keduanya harus lebih kita pahami dan menjadi salah satu manfaat penting tentang beberapa proses ilmiah di sekitar kita. (R10/HR Online)

Editor: Jujang