Puluhan Warga Tasikmalaya Keracunan, Diduga dari Makanan Acara Ultah

Puluhan Warga Tasikmalaya Keracunan Makanan
Pasien keracunan makanan saat mendapatkan perawatan di ruangan kelas madrasah di belakang Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis (08/10/2020). Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 89 warga Kampung Cilangge, RT 01/03, Kelurahan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan, Kamis (08/10/2020).

Dugaan sementara, 89 orang yang terdiri dari ibu dan anak-anak itu, keracunan setelah makan nasi kuning. Makanan tersebut, berasal dari acara ulang tahun (ultah) salah seorang tetangganya. Sedangkan nasi kuningnya adalah buatan dari yang punya hajat.

Setelah menyantap nasi kuning tersebut, mereka merasakan mual dan muntah sejak semalam.

Sesudah mengalami keracunan makanan, pasien langsung mendapat perawatan di madrasah setempat. Namun, satu persatu tim medis membawa mereka ke Puskesmas Mangkubumi.

Pantauan HR Online, warga Kampung Cilangge terus berdatangan ke madrasah tersebut, karena merasakan mual-mual atau gejala keracunan.

Sementara untuk lebih mendapatkan perawatan insentif, pasien keracunan makanan yang mengalami kejang-kejang tim dokter membawanya ke Rumah Sakit dr Sokeardjo.

Penanggung jawab Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Mangkubumi, Agus Tisna, menduga, bahwa para korban mengalami keracunan setelah menyantap nasi kuning.

“Korban mengeluhkan pusing, mual, dan muntah. Bahkan ada juga yang sampai kejang-kejang,” ucapnya kepada HR Online, Kamis (8/10/2020).

Agus menambahkan, semua korban langsung mendapat penanganan dari tim dokter Puskesmas Mangkubumi.

Dokter memberikan cairan infus kepada para korban keracunan makanan. Hal itu, untuk mencegah dehidrasi akibat sering muntah dan diare.

“Kami memastikan masih bisa menangani semua pasien yang sedang dalam perawatan. Meski demikian, kami akan terus melakukan observasi, dan jika kondisi terus melemah maka akan dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto