Puskesmas Langensari 2 Edukasi Prokes Covid-19 & DBD ke Pesantren

Puskesmas Langensari 2 Kota Banjar, Jawa Barat, melaksanakan program penyuluhan tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan DBD ke lingkungan pesantren. Foto: Aji Saomara/HR.
Puskesmas Langensari 2 Kota Banjar, Jawa Barat, melaksanakan program penyuluhan tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan DBD ke lingkungan pesantren. Foto: Aji Saomara/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Puskesmas Langensari 2 Kota Banjar, Jawa Barat, melaksanakan program penyuluhan tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan DBD ke lingkungan pesantren.

Program tersebut tidak hanya masuk lingkungan pesantren, tapi juga ke sekolah umum. Namun, karena saat ini sekolah masih libur akibat pendemi, sehingga penyuluhan ke sekolah pun harus off dulu.

Kepala Puskesmas Langensari 2, Hj. Yati Sri Mulyati, mengatakan, selain edukasi tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan DBD, sekaligus juga melaksanakan penyemprotan sarang nyamuk dan jentiknya.

“Kami melakukan penyuluhan protokol kesehatan karena melihat situasi sekarang sedang pandemi virus corona. Maka dari itu, kami mengedukasi masyarakat dan lingkungan pendidikan tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan, agar kita bisa memutus penyebaran virus corona. Yaitu dengan cara menerapkan gerakan 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak,” terang Yati Sri Mulyati, kepada HR Online, Sabtu (17/10/2020).

Puskesmas Langensari 2 Masuk Pesantren

Edukasi Bahaya Virus Dengue

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19 di Madrasah, Kemenag Pangandaran Distibusikan APD

Selain itu, pihak Puskesmas Langensari 2 juga memberikan penyuluhan mengenai penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) yang disebabkan oleh virus dengue.

Ia menjelaskan, virus ini menginfeksi manusia melewati gigitan nyamuk aedes aegypti. Virus ini dibawa oleh nyamuk betina yang sudah terinfeksi virus dengue. Setelah nyamuk menggigit manusia, maka virusnya akan masuk ke dalam darah dan mengalir ke seluruh tubuh.

“Setelah kita kena gigitan nyamuk ini, itu akan menyebabkan infeksi pada sel-sel tubuh yang sehat, dan akan mengalami gejala penyakit DBD. Biasanya akan terlihat 15 hari setelah kena gigitan nyamuk,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Langensari 2 juga mengatakan, penyakit DBD harus dipantau dan diobati dengan tepat. Jika tidak, maka kondisi penderita bisa menjadi parah hingga dapat menyebabkan kematian.

Adapun cara mencegahnya yaitu dengan menjaga kebersihan rumah, menutup wadah penampung air atau membuangnya. Bisa juga dengan memelihara ikan.

“Kita bisa mencegahnya dengan membuang air yang menggenang dalam ember, dan tentunya kita harus selalu menjaga kebersihan rumah agar terhindar dari penyakit DBD,” tandasnya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa mengerti dan paham tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat pandemi seperti sekarang ini. Termasuk paham mengenai pencegahan penyakit DBD dan penanggulangannya.

“Jika kita semua patuh pada protokol kesehatan, maka penyebaran virus corona maupun penyakit DBD bisa kita hindari,” pungkas Kepala Puskesmas Langensari 2. (Aji/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah