Rumah Hancur Tersambar Petir di Saguling Ciamis

Rumah hancur tersambar petir di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). Foto: Eli Suherli/HR.
Rumah hancur tersambar petir di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). Foto: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Rumah hancur tersambar petir di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020).

Rumah yang hancur tersambar petir itu milik Sardi Rosadi (41), warga RT. 04, RW. 08, Dusun Desa, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Bagian atap dan dinding rumah yang terbuat dari GRC itu hancur berantakan.

Ketika ditemui HR Online, Sardi Rosadi, mentakan, pada waktu kejadian ia sedang ngobrol dengan istrinya. Waktu itu Sadi juga akan membetulkan lampu ruangan kamar mandi yang padam. Namun, tiba-tiba ada suara gemuruh petir yang menghantam rumahnya hingga hancur.

“Suara keras mengagetkan saya bersama istri. Kemudian, kami pun langsung menjauh dari rumah karena takut. Padahal waktu itu tidak terjadi hujan. Kejadian sekitar pukul 14.00 WIB,” tuturnya.

Setelah hilang rasa kaget, Sardi pun langsung melihat ke dalam ruangan tengah rumahnya yang ternyata hancur berantakan, dan terlihat ada kepulan asap.

Baca Juga : Rumah Warga Kota Banjar Tersambar Petir Hingga Terbakar

Rumah hancur tersambar petir, bagian atap dan pelafon rumah amburadul. Selain itu, dua buah televisi dan dua handphone yang sedang terhubung charger juga hancur. Atas kejadian ini, kerugian yang Sardi alami sekitar Rp5 jutaan.

Sardi juga mengaku, antara sadar dan tidak petir telah menghantam rumahnya. Bahkan, saking kerasnya suara petir menimbulkan sakit pada telinganya. Bntung, pada saat kejadian kedua anaknya tidak sedang tidak di rumah.

“Padahal biasanya jam segitu anak-anak suka menonton Tv. Kalau ada mungkin ikut tersambar petir. Setelah kejadian, sekitar pukul 3 sore hujan lebat turun,” kata Sardi.

Sementara itu, Sukino, Ketua RT setempat, mengatakan, setelah ada laporan rumah hancur tersambar petir, dirinya langsung datang ke lokasi kejadian. Kemudian melaporkan kepada aparat Desa Saguling.

“Tidak lama berselang ada aparat desa datang melihat. Lalu warga bergotong-royong melakukan perbaikan rumah warganya yang hancur, supaya pemiliknya bisa menempai kembali rumahnya,” terang Sukino. (Es/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah