Santri di Pesantren Miftahul Khoer Kota Tasikmalaya Wajib Lakukan 3M

Santri di Pesantren Miftahul Khoer Kota Tasikmalaya Wajib Terapkan 3M
Penerapan 3M seperti mencuci tangan salah satu hal yang wajib dilakukan oleh para santri dan kyai di Pondok pesantren Miftahul Khoer, Kota Tasikmalaya. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Pondok pesantren Miftahul Khoer yang berada di Kampung Babakankadu, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mewajibkan para santrinya untuk terapkan 3M.

Tak henti-hentinya, para kyai menggembleng santrinya untuk menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selain menggembleng terapkan 3M, para santri Ponpes Miftahul Khoer juga harus tetap mempunyai wudhu.

“Artian luas harus tetap cuci tangan. Itu bagus memadukan anjuran pemerintah dengan aturan agama,” ungkap Pimpinan Ponpes Miftahul Khoer, KH Khoreyana Malik Alkusaeri, kepada HR Online, Selasa (27/10/2020).

Sementara untuk memakai masker, lanjutnya, arti luasnya secara agama adalah menutup aurat.

Menurutnya, masker itu menutupi dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Seperti wabah-wabah yang menjalar sekarang, apalagi menutup auratnya sekarang itu bagus,” terangnya.

Sedangkan menjaga jarak dalam penerapan 3M, KH Khoreyana menjelaskan, dalam pergaulan jarak juga diatur, terlebih yang bukan muhrim.

“Jadi jaga jarak secara agama bukan hanya terlalu dekat. Namun jaga jarak itu adalah mawas diri, menjaga diri, berdiam diri, atau tidak keluar rumah kalau tidak penting-penting amat,” jelasnya.

KH Khoreyana juga meminta kepada masyarakat untuk melaksanakan anjuran pemerintah tentang penerapan 3M dalam keseharian.

“Semuanya itu sama dengan anjuran agama Islam. Itu yang selalu saya anjurkan kepada anak-anak santri sini,” ujarnya.

Terlebih, sambungnya, bangun tengah malam merupakan sesuatu yang paling istimewa. Pasalnya, datangnya wabah atau virus, malapeta, fitnah, datangnya setelah maghrib dan sebelum waktu shubuh.

“Jadi tengah malamnya harus berdoa. Meminta kepada Allah dengan membaca Al-Quran, yaitu surat Al-Kahfi dan surat Yasin. Itu manfaatnya untul menjaga lingkungan, agama, negara dan semua lapisan masyarakat. Dengan doa tersebut, Allah menghilangkan berbagai penyakit,” terangnya.

Sementara untuk memutus mata rantai penyebaran Corona, usaha dan upaya yang ulama dan para kyai eksis lakukan, adalah melaksanakan anjuran pemerintah untuk  sosialisai dan memerapkan 3M kepada santri.

“Semoga wabah ini cepat hilang dan musnah,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto